Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENEMUKAN ISI CERITA Wicaksono, Gigih
Joyful Learning Journal Vol 9 No 4 (2020): Joyful Learning Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v9i4.40868

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku cerita bergambar interaktif untuk meningkatkan kemampuan menemukan isi cerita siswa kelas IV SDN 2 Campurejo. Penelitian ini adalah kuantitatif jenis research and development (R&D). Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV dan 26 siswa kelas IV SDN 2 Campurejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji kelayakan dan uji keefektifan media. Hasil uji kelayakan oleh ahli materi dan ahli media mendapatkan hasil 75% dan 90,6%. Hasil uji paired t-test menunjukkan = 13,790 > = 2,055 atau H0 ditolak sehingga buku cerita bergambar interaktif efektif digunakan. Hasil uji n-gain sebelum dan sesudah pembelajaran diperoleh hasil 0,44 dengan kriteria sedang, sehingga efektif digunakan untuk media pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini adalah buku cerita bergambar interaktif dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menemukan isi cerita. This research used a quantitative approach and development (R&D) method. The subjects of this study were the fourth grade teacher and 26 fourth grade students of Campurejo 2 Elementary School. The data collection techniques used interviews, observation, questionnaires, and documentation. The data analysis was done by viability test and media effectiveness test. The results by material expert and media expert got percentage of 75% and 90.6%. The results of the paired t-test showed = 13,790> = 2,055 or H0 was rejected so that interactive picture storybook was effectively used. The results of the n-gain test before and after the treatments was 0.44 in a moderate criteria, so it was effectively used as a learning media. The conclusion of this research was that interactive picture storybook was declared viable and effective to be used in Bahasa Indonesia learning to find the meaning of the story topic.
LITERATUR REVIEW: TANTANGAN DAN STRATEGI GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI ERA DIGITAL Wicaksono, Gigih; Eko Handoyo; Hanafi Hussin; Indriana Eko Armaidi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50591

Abstract

Javanese language learning in elementary schools faces various challenges in the digital era, such as declining use of Javanese among students, low learning interest, the influence of gadget and social media use, limited learning media, and teacher readiness in utilizing digital technology. This study aims to analyze the challenges and strategies implemented by elementary school teachers in learning Javanese in the digital era through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The study was conducted by collecting and analyzing relevant scientific articles published in 2022–2025. The selected articles were analyzed thematically to identify patterns, similarities, and differences related to challenges, learning strategies, and cultural preservation efforts in Javanese language learning. The results show that teachers face complex challenges in the form of low use of Javanese, especially krama and krama inggil (high Javanese), limited digital competency, lack of supporting facilities, and monotonous learning methods. However, teachers have begun to implement various innovative strategies such as the use of digital media in the form of YouTube, Quizizz, QuizWhizzer, TikTok, interactive PowerPoint, educational games, mobile learning, and culture-based learning approaches through wayang (wayang), tembang dolanan (traditional songs), and traditional games. This strategy has been proven to increase student motivation, participation, and interest in learning while supporting cultural preservation and character education. Therefore, teachers have a crucial role in balancing digital transformation with the preservation of local cultural values ​​in Javanese language learning. Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar menghadapi berbagai tantangan pada era digital, seperti menurunnya penggunaan Bahasa Jawa di kalangan siswa, rendahnya minat belajar, pengaruh penggunaan gawai dan media sosial, keterbatasan media pembelajaran, serta kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi yang dilakukan guru sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Jawa di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah relevan yang diterbitkan pada tahun 2022–2025. Artikel yang terpilih dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan terkait tantangan, strategi pembelajaran, serta upaya pelestarian budaya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan kompleks berupa rendahnya penggunaan Bahasa Jawa, khususnya krama dan krama inggil, keterbatasan kompetensi digital, kurangnya sarana pendukung, serta metode pembelajaran yang monoton. Namun demikian, guru mulai menerapkan berbagai strategi inovatif seperti penggunaan media digital berupa YouTube, Quizizz, QuizWhizzer, TikTok, PowerPoint interaktif, permainan edukatif, mobile learning, serta pendekatan pembelajaran berbasis budaya melalui wayang, tembang dolanan, dan permainan tradisional. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan minat belajar siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pendidikan karakter. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam menyeimbangkan transformasi digital dengan pelestarian nilai budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Jawa.