Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN PELUKATAN ALAM DEDARI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA SPIRITUAL DI DESA KUWUM KECAMATAN MENGWI BADUNG I Made Mahardika; I Kadek Merta; I Wayan Parwata
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.194

Abstract

Pariwisata spiritual merupakan bentuk pariwisata alternatif yang kian berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat modern akan pengalaman wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga reflektif dan transformatif secara spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model pengembangan infrastruktur kawasan Pelukatan Alam Dedari di Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, sebagai destinasi wisata spiritual yang berbasis pada kearifan lokal dan nilai budaya Bali. Kawasan ini memiliki potensi spiritual yang tinggi karena keberadaan Air Kelebutan sebagai sumber air suci untuk ritual pelukatan, namun belum ditunjang oleh fasilitas pendukung yang memadai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan solusi pengembangan kawasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ini perlu diarahkan pada prinsip-prinsip wisata dan filosofi Tri Hita Karana, yang mencakup harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Rancangan pengembangan meliputi penataan zonasi kawasan berdasarkan konsep Tri Mandala, penyediaan fasilitas fisik dan spiritual yang mendukung kegiatan pelukatan, serta pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi ilmiah dalam mendukung pengembangan destinasi wisata spiritual yang adaptif terhadap nilai budaya dan lingkungan lokal.
KONSEP RE-PLANNING KOMPLEKS GEREJA SÃO PAULO LOSPALOS MELALUI PENDEKATAN INKULTURASI BUDAYA DI TIMOR LESTE Olivio Pinto Da Silva; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Parwata; I Wayan Runa; Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.196

Abstract

Gereja Katolik São Paulo di Kecamatan Lospalos menjadi salah satu contoh awal penerapan prinsip inkulturasi tersebut di Timor Leste. Perubahan signifikan dalam bentuk dan gaya arsitektur gereja terjadi terutama setelah Konsili Vatikan II, yang menyerukan penggunaan pola arsitektur lokal dan penyesuaian bangunan gereja dengan lingkungan sekitarnya. Surat edaran Konsili ini memuat dua aspek: di satu sisi, memberikan toleransi terhadap kearifan lokal; di sisi lain, mengandung motif politis untuk menarik penduduk lokal agar lebih menerima kehadiran gereja Katolik. Penelitian dilakukan dengan menggali informasi melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang penerapan serta makna warna pada gereja Paroquia São Paulo Lospalos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama dalam liturgi agama katolik, ini sangat sejalan dari keinginan Smutzer yang mana memang menginginkan Gereja dalam berkonsep budaya lospalos karna saking cintanya Smutzer dengan budaya setempat maka dijadikanlah Gereja paroki São Paulo lospalos  menjadi Gereja dengan konsep arsitektur budaya lospalos yang mana bangunan utamanya sampai kesenian seperti relif dan ornament yang terbentuk juga memakai budaya lospalos karna memang desain ini melibatkan dari ajaran vatikan dan kombinsai dengan budaya itu sendiri dan disetujui untuk dibangun menyerupai bangunan gereja pada umum nya. Ketiga respon masyarakat yang memang ada disana tidak mempermasalahkan bahkan mereka sangat kagum atas apa yang tercapai pada desain Gereja tersebut.
The Application Of Different Fresh Fish Handling Techniques On The Quality Of Raw Ingredients Of Producing Pindang Tongkol (Auxis thazard) I Gde Suranaya Pandit; I Wayan Parwata; I Wayan Sudiarta
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.1.1.394.01-11

Abstract

Histamine poisoning can occur from consuming mackerel tuna fish that have undergone a process of decay. To avoid the process, the application of fresh mackerel tuna fish handling techniques required utilizing single factor completely randomized design. The treatment of fresh mackarel tuna fish handling techniques using room temperature as a treatment A.The applications of fresh mackarel tuna fish handling techniques with the addition of crushed ice (1: 4) as treatment B. The application of fresh mackarel tuna fish handling techniques with the addition of 10% salt as treatment C, as well as fish the applications of mackarel tuna fresh handling technicques with 50% B and 50% C as a treatment D. Transportation starts from the fish handling sites in Seraya village Karangasem towards the fish auction in the village of Kusamba Klungkung Bali for ±3 hours. Results of analysis of variance showed significant differences (P