Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEAMANAN IKAN TONGKOL (AUXIS THARZARD, LAC) DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DITINJAU DARI MUTU KIMIAWI DAN MIKROBIOLOGIS Pandit I G, Suranaya
Medicina Vol 39 No 1 (2008): Januari 2008
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengkonsumsi ikan masyarakat harus memahami sifat ikan yang cepat mengalami proses pembusukan, karena kandungan protein yang tinggi dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba pembusuk. Ikan tongkol jika dibiarkan pada suhu kamar, segera akan membusuk dan bila dikonsumsi dapat menimbulkan keracunan. Keracunan disebabkan oleh adanya bakteri Enterobacteriacea dan lain-lain yang mengurai asam amino histidin dan menghasilkan histamin. Bakteri terdapat pada kulit tubuh, tinja, isi perut dan insang ikan. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 2x3 yaitu penyiangan dan suhu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kadar histamin, jumlah bakteri dan jumlah Coliform dengan pola peningkatan yang berbeda, dimana uji anava menunjukkan beda nyata (p<0,05) untuk penyiangan dan suhu penyimpanan kecuali interaksi. Peningkatan jumlah bakteri lebih disebabkan karena faktor suhu penyimpanan dibandingkan dengan faktor penyiangan. Penerapan teknologi tepat guna berupa penyiangan dan suhu penyimpanan 0oC mampu meningkatkan keamanan ikan tongkol ditinjau dari mutu kimiawi dan mikrobiologis. Penyiangan dan suhu penyimpanan 0oC mampu menghambat pembentukan kadar histamin, jumlah bakteri dan jumlah Coliform serta masih dinyatakan aman untuk dikonsumsi sampai hari ke 10.
PENGARUH PENYIANGAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU KIMIAWI, MIKROBIOLOGIS DAN ORGANOLEPTIK IKAN TONGKOL (Auxis tharzard, Lac) Suranaya Pandit, I G.; Suryadhi, N. T.; Arka, I. B.; Adiputra, N.
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.102 KB)

Abstract

Ikan tongkol merupakan salah satu bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat dan jika dibiarkanpada suhu kamar, maka terjadi proses penurunan mutu menjadi busuk. Ikan yang sudah mengalami prosespembusukan, bila dikonsumsi dapat menimbulkan keracunan (Histamine fish poisoning). Keracunan inidisebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen dengan dekarboksilasi asam amino histidin oleh enzimhistidin dekarboksilase menghasilkan histamin. Bakteri ini banyak terdapat pada anggota tubuh manusiayang tidak higienis, kotoran/tinja, isi perut ikan, insang serta peralatan yang tidak bersih.Penelitian eksperimental dengan pola faktorial, yaitu faktor P adalah faktor penyiangan dengan 2 taraf,tanpa penyiangan dan penyiangan, sedangkan faktor T adalah suhu penyimpanan dengan 3 taraf yaitu suhupenyimpanan 30oC, 15oC dan 0oC.Analisis statistik terhadap mutu kimiawi seperti kadar histamin, kadar total volatil bases (TVB) dantrimetilamin (TMA) menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) pada pengaruh penyiangan dan suhupenyimpanan. Terjadi peningkatan kadar histamin, kadar TVB dan TMA selama penelitian. Selamapenelitian terjadi peningkatan jumlah koloni bakteri, jumlah Coliform, kecuali bakteri Vibrioparahaemolyticus negatif. Perlakuan penyiangan dan suhu penyimpanan 0oC memiliki mutu kimiawi,mikrobiologis terbaik sampai hari ke 10 serta masih diterima panelis.Hubungan antara kadar histamin dengan jumlah bakteri mempunyai hubungan sangat kuat, ditunjukkandengan nilai r ? 0,7 kecuali kadar histamin dengan waktu memiliki hubungan agak lemah r ? 0,5.Keamanan ikan tongkol dengan penerapan teknologi tepat guna berupa tanpa penyiangan danpenyiangan pada suhu 30oC hanya aman untuk dikonsumsi sampai hari ke 0. Perlakuan tanpa penyiangandan suhu penyimpanan 15oC aman sampai hari ke 4, sedangkan dengan penyiangan aman sampai hari ke 6.Untuk perlakuan tanpa penyiangan dan penyiangan dengan suhu penyimpanan 0oC aman sampai hari ke 10.
Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Bagi Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara Serta Penyelesaian Sengketa Hukumnya I Gde Suranaya Pandit
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-2 (2019)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia dalam mengelola lingkungan hidup akan memiliki dampak terhadap kelangsungan hidup segenap makluk hidup di bumi. Adapun tujuan pemindahan ibu kota Negara adalah untuk pemerataan dan keadilan serta pengurangan pemacetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengelolaan lingkungan hidup bagi Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara serta penyelesaian sengketa hukumnya. Penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum yang mengarah pada pengelolaan lingkungan hidup bagi Kalimantan Timur sebagai ibu kota Negara serta penyelesaian sengketa hukumnya agar tercapainya kepastian hukum. Hasil yang diperoleh adalah berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Peristiwa Alam dan Kerusakan Lingkungan Hidup karena akibat Faktor Manusia. Dampak pembangunan oleh manusia ada yang memiliki dampak positif, dan dampak negatif. Dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan hidup telah menimbulkan berbagai masalah antara lain mutasi gen, dampak rumah kaca, hujan asam dan pencemaran air. Untuk mengantisipasi dampak pembangunan berkelanjutan adalah dengan melestarikan lingkungan hidup dengan perwujudan 30% dari luas wilayah kota untuk ruang terbuka hijau (RTH), mendorong pemanfaatan transportasi publik, mengendalikan terjadinya urbanisasi masif (termasuk industrialisasi) dan migrasi dari kawasan pedesaan ke kawasan perkotaan. Untuk terwujudnya hal tersebut perlu penegak hukum terhadap kegiatan manusia yang memiliki dampak terhadap kerusakan lingkungan hidup sesuai dengan jenis pelanggaran yang telah ditetapkan.
Peningkatan Aspek Hygiene dan Sanitasi pada Kelompok Pemerhati Tanaman Obat Keluarga Pande Ayu Naya Kasih; I Gede Suranaya Pandit
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.232 KB) | DOI: 10.55983/empjcs.v1i1.62

Abstract

Dalam pengolahan produk kesehatan termasuk obat tradisional, aspek hygiene dan sanitasi merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan yang tercakup dalam Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Pengolahan yang tidak memperhatikan kaidah mutu dapat menimbulkan terjadinya kontaminasi. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok tersebut terkait aspek sanitasi dan hygiene dalam pengolahan tanaman obat keluarga. Metode dalam kegiatan ini berupa focus group discussion dan penyuluhan. Keberhasilan kegiatan dilihat dari evaluasi indikator input, output, outcome. Dari indikator input dapat dilihat kegiatan telah berjalan baik dan seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Jumlah peserta yang menghadiri kegiatan berjumlah 15 orang. Indikator outcome juga terlihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan pada indikator output terdapat peningkatan nilai sikap. Antusiasme peserta yang baik, adanya peningkatan pengetahuan, dan perubahan sikap menunjukkan adanya suatu kerja sama yang baik dan harapan untuk dilakukan pembinaan berkelanjutan.
Phytochemical and Antioxidant Capacity Test on Turmeric Extract (Curcuma Longa) Traditionally Processed in Bali Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani; D. Wijaya; I Gde Suranaya Pandit; Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.264 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.115

Abstract

Purpose: The purpose of this study was to determine the ways and objectives of the use of turmeric by Balinese, as well as the phytochemical content and antioxidant capacity of turmeric extract which is traditionally processed in Bali. Research methods: The method and purpose of utilizing turmeric were obtained through observation and interviews with 900 Balinese respondents. Quantitative phytochemical tests include starch, protein, flavonoid, tannin, phenol and vitamin C levels and qualitatively for the presence of triterpenes, steroids, alkaloids, and saponins. Antioxidant capacity was measured using the DPPH method. Findings: Through this research, we found there were only 36.8% of respondents had ever used turmeric as a traditional medicine. Utilization of turmeric was mostly in the form of loloh or traditional drinks. Phytochemical test results showed turmeric extract had 67.38% starch, 3.42% protein, 2709.39 mg/100 gr flavonoids, tannins 291.64 mg/100gr, phenol 1584.04 mg/100 gr, and vitamin C 0.06 mg/100gr. Qualitatively, turmeric extract contained triterpenes, alkaloids, and saponins, but did not contain steroids. The antioxidant capacity of turmeric extract was 70.9 mg/L GAEAC. Implications: Turmeric extract is a traditional medicine made from nature that is most commonly used by Balinese and very potential to be developed as an antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, or other benefits that still need further investigation.
Penerapan Teknik Penanganan yang Berbeda terhadap Kualitas Ikan Segar sebagai Bahan Baku Pembuatan Ikan Pindang Pandit I Gde Suranaya
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.27819

Abstract

Histamine toxicity can be occurred after consumsing decomposing fish (pindang). The community (fishermen) perform different handling techniques on raw materials of pindang to slow down the decomposition process. This research is aimed to know the influence of various techniques of handling fish on the quality of raw materials of pindang. This research used completely randomized design with single factor. This study compared various methods of fish handling commonly used by community (fisherman in Kusamba village) to maintain the quality of raw materials of pindang, such as: kept on room temperature (technique A), add 1 kilogram crushed ice for 4 kilogram fishes (technique B), add 10% salt (technique C), and combination of technique B and C (ice and fish combination 1:8 plus 5% salt as technique D). Diversity analysis show a significant influence of different techniques of fish handling on the quality of raw material of pindang (p value <0.05). Addition of crushed ice show the best quality result among fish handling technique with histamine levels 11.30 mgN%, moisture content 74.53%, TVB 20.19 mgN%, salt 0.32%, bacteria 13 x 101 colonies / g, and negative coliform. Organoleptic assessment for B techniques also show the best result with visibility score 8.0 (bright, strong, and thin scale), eye 7.7 (convex, slightly foggy cornea, slightly faint pupil), odor 7.8 (soft odor), and texture 7.8 (elastic).
Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pemindangan di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba, Bali I Gede Suranaya Pandit; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v1i3.33

Abstract

Pendahuluan: Suatu metode pengolahan dan pengawetan tradisional dengan perebusan/pemasakan ikan dalam air garam untuk durasi waktu tertentu dalam suatu wadah hingga terjadi proses pengurangan kadar air pada ikan dalam level tertentu dimaksudkan sebagai Pemindangan. Tujuan: Universitas Warmadewa melalui program kemitraan masyarakat (PKM) bermaksud mengadakan kegiatan pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemindang lokal, dengan harapan produk pindang Desa Kusamba bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Metode: Saat rangka meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba, metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi, serta pelatihan. Meliputi manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan Kesehatan pemindang. Evaluasi dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan pengetahuan dievaluasi dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan dibandingkan skor sebelum kegiatan.  Kegiatan ini berlangsung setiap hari sabtu pada bulan Agustus 2020 dan diikuti oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan Kusamba. Hasil: Hasil skor tersebut kemudian dilakukan uji statistik paired t-test dan didapatkan rata-rata skor sebelum kegiatan 6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan 14,40; dengan rerata peningkatan sebesar 8 poin yang memiliki taraf signifikan (nilai P<0,05). Pemantauan paska kegiatan sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat diterapkan secara kontinu. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat di TPI Kusamba ini berlangsung baik dan lancar dengan keikutsertaan penuh peserta pada seluruh rangkaian kegiatan. Dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana prasarana untuk meningkatkan mutu pemindangan di Desa Kusamba sangat diperlukan agar produk pindang yang dihasilkan di Desa Kusamba dapat memenuhi standar nasional Indonesia.
PKM PENINGKATAN MUTU PENANGANAN IKAN SEGAR DI PASAR IKAN KEDONGANAN DALAM ERA NEW NORMAL I Gde Suranaya Pandit; Wesna Astara, I W2; Permatananda P. A. N. K3
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.944 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1110

Abstract

Desa Kedonganan Kabupaten Badung Bali merupakan salah satu tempat pendaratan dan pemasaran ikan segar, serta tempat kuliner berupa café-café berbasis ikan. Aktivitas masyarakat di Desa Kedonganan Bali berada dibawah Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Segara yang dikelola oleh Desa Adat Kedonganan. Para nelayan lokal, maupun nelayan luar dari wilayah Banyuangi melakukan pendaratan ikan di pantai kedonganan Bali. Aktivitas tersebut di atas dinikmati oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara sebagai daerah tujuan wisata. Tujuan Pkm adalah untuk meningkatkan kualitas ikan segar yang dipasarkan, agar para konsumen merasa aman untuk mengkonsumsi. Pelaksanaan PKm meliputi sosialisasi serta kesepakatan dengan mitra. Pemberian penyuluhan dengan simulasi penanganan ikan segar. Pemberian pelatihan peranan dan pemakaian APD di era new normal, yang diikuti penyerahan bantuan steroform, masker, serta apron. Monitoring dan evaluasi telah dilakukan, namun keterbatasan pendanaan untuk mengganti sarana masih menjadi kendala untuk memperoleh mutu ikan segar, sehingga diperlukan pemahaman secara kontiniu untuk dapat merubah mainset para pedagang ikan menuju daerah ekowisata, pendaratan ikan, pemasaran dan kuliner berbasis ikan .
LAW ENFORCEMENT OF ILLEGAL BUSINESS TRANSACTION ON THE BORDER AREA BETWEEN INDONESIA AND TIMOR LESTE IN A DILEMMA NLM Mahendrawati; I Gde Suranaya Pandit; IN Sujana; S Nahak; C.A. Soares; A. M. Telman
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.10.1.2021.115-138

Abstract

This study is a type of empirical legal study conducted based on the discrepancy between the existing provisions and theories and the legal facts occurring among the society, that is, the transaction of goods carried out by crossing the border between two countries.Any hindering obstacles and barricades to the law enforcement over illegal businesses can be settled through social and cultural, economic, political, and security approaches. Alternative solutions that should be applied in dealing with such legal issues can be establishing buildings in the border area, which are specifically directed to help accelerate the handling of three fundamental problems faced in the scope of the development of the border area in question, one of which is delimitation and delineation aspects of the state's boundaries, the aspect of affirming national borders on watershed areas between Indonesia and Timor Leste, the aspect of development discrepancy in the form of fulfilling infrastructure needs in the economic field to foster opportunities for the border areas to participate and compete amid both global and regional markets.
Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pemindangan di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba, Bali I Gde Suranaya Pandit; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i2.319

Abstract

Program kemitraan masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh  Universitas Warmadewa bertujuan untuk meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemindang lokal, agar produk pindang Desa Kusamba bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi, serta pelatihan meliputi manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan kesehatan pemindang. Evaluasi dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan pengetahuan dievaluasi dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan dibandingkan skor sebelum kegiatan.  Kegiatan ini berlangsung setiap hari Sabtu pada bulan Agustus 2020 dan diikuti oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan Kusamba. Hasil skor tersebut kemudian dilakukan uji statistik paired t-test dan didapatkan rata-rata skor sebelum kegiatan 6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan 14,40; dengan rerata peningkatan sebesar 8 poin yang memiliki taraf signifikan (nilai P<0,05). Pemantauan pasca kegiatan sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat diterapkan secara kontinu.