Kurniasih, Anisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI ARANG AKTIF DENGAN AKTIVATOR LARUTAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Kurniasih, Anisa; Pratiwi, Dina Audia; Amin, Muhammad
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v14i2.2287

Abstract

One of the efforts to utilize bagasse is activated carbon which can be used as an adsorbent for the pharmaceutical industry, foodstuffs, and water purification to remove odors, tastes and colors. So far, the raw materials for making activated carbon use coal and coconut shells, while the activator uses chemicals such as KOH, NaOH, H2SO4, HCl, and others. The manufacture of activated carbon is carried out in three stages, namely the process of dehydration, carbonization, and activation. Bagasse that has been dehydrated for 2 days using sunlight, is carbonized for 1 hour at a temperature of 4500C. Carbon is activated using starfruit extract with a ratio of extract: distilled water, 100%: 0%, 75%: 0%, 50%: 505, 25%: 75%, and the time is varied, namely for 4 hours, 8 hours, 16 hours, and 24 hours.From the research results as much as 4.000 grams of bagasse carbonized to produce 170 grams of carbon. The results of the analysis of the proximate content in bagasse activated carbon have met the Indonesian National Standard (SNI 06–3730–1995), namely the best Total Moisture Content of 2.88%, the best Volatile Matter of 6.88%. The best ash was 3.11%. The best-fixed carbon was 86.30%. The iodine number produced from the bagasse activated carbon is 937.9686 mg / g.The Iodine number has met the requirements of the Indonesian Industry Standard (SII 0258-88), which is more than 750 mg / g, indicating that the activation of activated carbon using starfruit is very reactive. Starfruit can be used as an environmentally friendly activator in making activated carbon.
Assessment Awal Pada Warga Binaan Dengan Hambatan Pendengaran Tanpa Latar Belakang Pendidikan Formal di Lapas Kelas III Rangkasbitung Kurniasih, Anisa; Bakhtiar, Dody; Mulia, Dedi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4897

Abstract

Warga binaan dengan hambatan pendengaran memerlukan layanan pendidikan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan komunikasinya, terutama bagi individu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Keterbatasan akses komunikasi dapat memengaruhi kemampuan akademik, interaksi sosial, serta proses adaptasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil assessment awal pada warga binaan dengan hambatan pendengaran tanpa latar belakang pendidikan formal di Lapas Kelas III Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah satu orang warga binaan berusia sekitar 25 tahun dengan riwayat pendidikan yang sangat terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki keterbatasan dalam kemampuan komunikasi, terutama dalam penggunaan bahasa isyarat dan membaca gerak bibir, serta lebih mengandalkan gesture sebagai bentuk komunikasi. Pada aspek akademik, subjek belum mampu membaca dan mengenal huruf dengan baik, namun memiliki kemampuan menulis yang relatif lebih baik. Dalam aspek sosial, subjek cenderung mengalami isolasi dan perundungan akibat hambatan komunikasi. Intervensi awal berupa pengenalan bahasa isyarat dasar menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri subjek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa assessment awal penting dilakukan sebagai dasar penyusunan layanan pembinaan dan pendidikan yang inklusif bagi warga binaan dengan hambatan pendengaran.