p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Majamecha
Lukman, M
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peramalan Kebutuhan Oxygen Dan Acetylene Di Bengkel Las Dengan Metode Simple Moving Average PT. XYZ Ferdyan, Hezron; Iskandar, Raden Andang; Lukman, M
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4601

Abstract

Pengelolaan persediaan gas oxygen dan acetylene merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas pengelasan di bengkel las PT. XYZ Field G. Ketidakpastian kebutuhan bulanan sering menimbulkan permasalahan berupa kekurangan stok yang dapat menghambat proses kerja, maupun kelebihan persediaan yang berdampak pada meningkatnya biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan kebutuhan oxygen dan acetylene dengan memanfaatkan metode Simple Moving Average (SMA) serta mengevaluasi akurasi dari berbagai periode perhitungan. Data yang digunakan berupa data historis pemakaian gas pada rentang waktu Januari–Desember 2024. Perhitungan dilakukan menggunakan SMA dengan periode M2 hingga M11, dan hasil setiap model dianalisis melalui tiga indikator akurasi, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peramalan paling optimal untuk oxygen terdapat pada periode MA8 dengan MAPE sebesar 27%, sedangkan untuk acetylene model terbaik adalah MA2 dengan MAPE 40%. Hasil tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengadaan dan pengendalian persediaan. Temuan penelitian ini diharapkan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan manajemen stok gas, meminimalkan risiko operasional, dan meningkatkan kelancaran kegiatan pengelasan di lapangan.
Pengendalian Proses Air Polisher Exchange No.3 Menggunakan Statistical Process Control di Demin Plant PT XYZ Kurniawan, Eliaser Rizal; Lukman, M; Sarungu, Selvia
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4602

Abstract

Aktifitas utama PT XYZ adalah mengelola minyak mentah menjadi produk siap dipasarkan. PT XYZ juga mengolah air di bagian Utilities tepatnya di demineralization plant. PT XYZ menggunakan air yang diolah untuk menunjang keberlangsungan proses produksi di kilang yang memerlukan air sebagai pendingin mesin, penggerak pembangkit listrik (Power Generation), dan akan didistribusikan ke perkantoran, perumahan juga tempat sosial. Dalam hasil observasi langsung peneliti menemukan bahwa sering terjadinya cacat produk air yang menyebabkan penurunan hasil produksi air tepatnya pada vessel polisher exchange no.3 sistem air umpan boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak membentuk endapan kerak (scaling) yang dapat menimbulkan masalah pada pengoperasian boiler, sehingga dapat menyebabkan turunnya efisiensi boiler. Untuk menjaga agar hasil produksi tidak mengalami penurunan diperlukan pencegahan agar dapat meminimalisir hal tersebut peneliti mengambil langkah dengan memberikan usulan pengendalian proses produksi polisher exchange no.3 dengan metode statistical process control. Berdasarkan hasil akhir diketahui faktor yang mempengaruhi penurunan hasil proses produksi air pada mesin polisher exchange no.3 adalah faktor material (pH out) dengan frekuensi tertinggi yaitu 50%. Dikarenakan kondisi resin pecah terhadap feed water yang terlalu panas, dengan nilai individual pH out tercatat sebanyak 13 kali tidak mendekati garis pusat atau center line dari 30 hari. Untuk menjaga kinerja boiler, pH Out harus sesuai standar 5,5-7 ph. Usulan pengendalian dari penurunan hasil produksi air polisher exchange 3 material yaitu operator diharapkan melakukan pemantauan terhadap kualitas resin yang akan dipakai dan melakukan pengecekan secara berkala terhadap feed water khususnya suhu air. Manusia yaitu memastikan operator memahami SOP yang telah ditetapkan, serta memberikan pelatihan rutin kepada operator mengenai prosedur yang benar dalam regenerasi resin.