Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Konsep Diri Warga Binaan Melalui Praktek Lectio Devina Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang Naisanu, Merita Florawati; Rita, Rita; Nigha, Yohanes Marno; Ufi, Delsylia; Aseleo, Kurniawati; Djira, Imelda Marina; Kale, Eko Paulus Aprilianto; Amsikan, Gedrida; Lapa, Pisson
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4651

Abstract

Warga binaan yang sedang menjalani hukuman hilang kebebasan dalam hidup, hilang hak-hak yang semakin terbatas, perolehan label penjahat yang melekat pada diri warga binaan, dan hidup terpisah dari keluarga. Keadaan seperti ini dapat mengakibatkan warga binaan memiliki konsep diri yang negatif. Konsep diri yang negatif ditandai dengan : tidak tahan kritik yang diterimanya dan mudah marah atau naik pitam, suka menerima pujian, Cenderung bersikap hiperkritis: Ia selalu mengeluh, mencela atau meremehkan apapun dan siapapun. Mereka tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain, Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain: Ia merasa tidak diperhatikan, karena itulah ia bereaksi pada orang lain sebagai musuh, sehingga tidak dapat melahirkan kehangatan dan keakraban persahabatan, berarti individu tersebut merasa rendah diri atau bahkan berperilaku yang tidak disenangi, misalkan membenci, mencela atau bahkan yang melibatkan fisik yaitu mengajak berkelahi (bermusuhan), Bersikap pesimis terhadap kompetisi: Hal ini terungkap dalam keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi. Konsep diri yang negative seperti tidak boleh dibiarkan. Warga binaan yang memiliki konsep diri yang negaif dapat dibentuk menjadi positif. Salah satu metode yang digunakan yakni melalui praktek Lectio Divina. Lectio Divina merupakan praktek membaca Kitab suci secara perlahan-lahan dengan penuh cinta dengan tahapan Lectio, Meditatio, Oratio, Contemplatio dan Oratio. Melalui praktek Lectio Divina ini, warga binaan diharapkan dapat menghayati bacaan Firman Tuhan yang dapat mengubah konsep diri dari negatif ke positif. Inmates who are serving sentences of loss of freedom in life, losing increasingly limited rights, acquiring the criminal label that sticks to them, and living separated from their families. Such conditions can lead inmates to have a negative self-concept. A negative self-concept is characterized by: being unable to tolerate criticism and easily getting angry or furious, liking to receive praise, being hypercritical: always complaining, criticizing, or belittling anything and anyone. They are not skilled and unable to express appreciation or recognition of others' strengths, tending to feel disliked by others: feeling unnoticed, which leads them to react to others as enemies, thus failing to create warmth and closeness in friendships, meaning the individual feels inferior or even behaves in an undesirable manner, such as hating, criticizing, or even involving physical actions like provoking fights (hostility), being pessimistic about competition: this is revealed in their reluctance to compete with others in achieving accomplishments. Negative self-concept should not be left unchecked. Inmates with a negative self-concept can be shaped into a positive one. One of the methods used is through the practice of Lectio Divina. Lectio Divina is the practice of reading the Holy Scriptures slowly and lovingly, with the stages of Lectio, Meditatio, Oratio, Contemplatio, and Oratio. Through this practice of Lectio Divina, the inmates are expected to internalize the reading of God's Word, which can transform their self-concept from negative to positive.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Pengembangan Kompetensi Guru dan Pembinaan Karakter Siswa di SMA Kristen Swasta Tarus Tengah Tanaem, Yusuf Elpontus; Nubatonis, Sonia Magdewaty; Djira, Imelda Marina; Para, Nimrot Doke; Lily, Agung Karlos Kamau; Lebo, Yared
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9068

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan menengah, khususnya di sekolah berbasis keagamaan, menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan perkembangan karakter peserta didik dan profesionalisme guru. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini difokuskan pada pengembangan kompetensi guru dan pembinaan karakter siswa di SMA Kristen Swasta Tarus Tengah sebagai upaya penguatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter kristiani. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu pemberian materi oleh narasumber dan pelaksanaan pendampingan secara langsung kepada guru dan siswa. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara dosen Prodi Manajemen Pendidikan Kristen IAKN Kupang sebagai narasumber, mahasiswa sebagai tenaga pendukung, serta pihak sekolah sebagai mitra kegiatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar ±27,6%. Selain itu, sikap, kedisiplinan, dan perilaku siswa meningkat sekitar ±40%. Secara keseluruhan, mutu pembelajaran mengalami kenaikan rata-rata ±33%, yang mencerminkan kontribusi nyata kegiatan dalam memperkuat kualitas pendidik serta pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Kota Kupang Djira, Imelda Marina; Tanaem, Yusuf Elpontus; Djira, Imleda Marina; Para, Nimrot Doke; Nubatonis, Sonia Magdewati; Kamlasi, Armanjo
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/j15nh662

Abstract

Quality education is a constitutional right of every Indonesian citizen, including children with special needs (CSN). In practice, however, the implementation of Christian Religious Education (CRE) for CSN in Special Schools still faces systemic challenges that have rarely been studied, particularly from a simultaneously managerial and theological perspective. This study aims to analyze in depth the management of CRE learning for CSN at SSNS Pembina Kupang City, which serves five disability categories: visual impairment, hearing impairment, intellectual disability, physical disability, and autism. A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation involving four purposively selected research subjects: one principal and three CRE teachers. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that CRE learning management at SSNS Pembina Kupang is carried out through three stages: (1) individual assessment-based planning, in which teachers design lesson plans tailored to each child's type and level of disability; (2) multisensory adaptive implementation, using methods and media selected situationally based on each child's sensory, cognitive, and emotional conditions; and (3) continuous daily evaluation, conducted every day due to the fluctuating emotional conditions of CSN, which cannot be standardized. The novelty of this study lies in its simultaneous integration of three perspectives: managerial, pedagogical, and biblical-theological, which has not been found in previous similar studies in Indonesia. These findings contribute to the development of an inclusive and adaptive CRE learning model and provide a basis for policy recommendations for teachers, schools, and parents in accompanying CSN. Keywords: adaptive evaluation; children with special needs; christian religious education; learning management; special school Abstrak Pendidikan yang berkualitas merupakan hak konstitusional setiap warga negara Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun dalam praktiknya, implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi ABK di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih menghadapi tantangan sistemik yang belum banyak dikaji, khususnya dari perspektif manajerial sekaligus teologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam manajemen pembelajaran PAK bagi ABK di SLBN Pembina Kota Kupang, yang melayani lima kategori ketunaan: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi terhadap empat subjek penelitian, yaitu satu kepala sekolah dan tiga guru PAK, yang dipilih secara purposive. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran PAK di SLBN Pembina Kupang dilaksanakan melalui tiga tahapan: (1) perencanaan berbasis asesmen individual, di mana guru merancang RPP yang disesuaikan dengan jenis dan tingkat ketunaan setiap peserta didik; (2) pelaksanaan adaptif multisensori, dengan pemilihan metode dan media yang disesuaikan secara situasional berdasarkan kondisi sensoris, kognitif, dan emosional anak; serta (3) evaluasi harian berkelanjutan, yang dilakukan setiap hari karena kondisi emosional ABK bersifat fluktuatif dan tidak dapat distandarkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga perspektif secara simultan: manajerial, pedagogis, dan teologis-Alkitabiah, yang belum dijumpai dalam penelitian sejenis di Indonesia. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PAK yang inklusif dan adaptif, serta menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam mendampingi ABK Kata kunci: anak berkebutuhan khusus; evaluasi adaptif; manajemen pembelajaran; pendidikan agama kristen; sekolah luar biasa