Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM CERPEN ORANG GILA KARYA LAORA ARKEMAN (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Pratomo, Nugroho Widhi; Gustiasari, Dewi Rani; Sudarti, Zulva
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.54-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap konflik batin tokoh utama dalam Cerpen Orang Gila karya Laora Arkeman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif serta menggunakan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik studi pustaka dengan cara membaca, menyimak, dan mencatat. Adapun sumber data primer penelitian ini diambil dari cerpen karya Laora Arkeman yang berjudul Orang Gila, sementara sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku dan jurnal dan artikel-artikel yang berhubungan dengan karya sastra, psikologi sastra dan konflik batin. Dari hasil penelitian ini ditemukan tiga jenis konflik yaitu (1) konflik mendekat-mendekat, (2) konflik menjauh-menjauh dan (3) konflik mendekat-menjauh. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman terhadap masalah psikologis yang diakibatkan konflik batin dalam cerpen Orang Gila. 
Klasifikasi Emosi pada Tokoh Amarah dan Baron dalam Novel Lebih Senyap Dari Bisikan Karya Andina Dwifatma: Pendekatan Psikologi David Kreech Santi; Pratomo, Nugroho Widhi
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.20255

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk emosi yang dialami oleh tokoh utama, Amarah, berdasarkan klasifikasi emosi menurut David Krech. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik baca-catat yang difokuskan pada narasi dan dialog yang menggambarkan ekspresi emosional Amarah. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa emosi kesedihan merupakan emosi yang paling dominan membentuk perjalanan psikologis tokoh Amarah, disusul oleh rasa bersalah, rasa malu, kebencian, cinta, rasa bersalah yang dipendam, dan kecenderungan menghukum diri sendiri. Kesedihan muncul secara kuat saat Amarah menghadapi kegagalan dalam hubungan keluarga serta kehilangan dalam kehidupan pribadinya. Rasa bersalah, termasuk yang dipendam, tampak dari sikapnya terhadap masa lalu, khususnya terkait hubungannya dengan sang ibu. Emosi malu terlihat ketika ia mengalami kegagalan sosial dan menerima pandangan negatif dari masyarakat. Sementara itu, kebencian dan cinta muncul secara kompleks dalam relasi dengan orang-orang terdekat, dan kecenderungan menghukum diri tergambar dari kebiasaannya menyalahkan diri atas berbagai pengalaman traumatis. Penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai representasi emosi dalam sastra Indonesia kontemporer melalui pendekatan psikologi sastra. Temuan menunjukkan bahwa Andina Dwifatma berhasil menghadirkan kompleksitas emosi tokoh Amarah dengan menggunakan narasi yang reflektif dan simbolik, yang secara kuat menggambarkan pergulatan batin tokoh dalam menghadapi tekanan emosional dari realitas hidupnya.
Ekokritik dalam Naskah Drama Manufaktur Anatomi Kera Karya Gulang Satriya Pangarso Besari, Panji Adam Al Iman; Pratomo, Nugroho Widhi
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21680

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk dan representasi ekokritik dalam naskah drama Manufaktur Anatomi Kera karya Gulang Satriya Pangarso dengan menggunakan teori ekokritik Endraswara. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk ekokritik yang muncul dalam naskah serta mengkaji keterkaitannya dengan realitas sosial-ekologis kontemporer di Indonesia. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumentasi dan teknik baca–catat. Data berupa kutipan dialog dan narasi dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan adanya 42 data yang merepresentasikan tiga kategori ekokritik: ekokritik fisik, sosial, dan spiritual. Ketiganya menyuarakan kritik terhadap eksploitasi lingkungan, konsumsi berlebihan, penghilangan keanekaragaman hayati, serta keterasingan manusia dari alam. Penelitian ini menegaskan bahwa karya drama dapat menjadi medium efektif dalam menyuarakan isu ekologi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.