Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Gambaran Saturasi Oksigen Pada Pasien Perokok Pasca Anestesi Umum Di Recovery Room Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Rizkiaturrahma, Farah; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Action Research Literate Vol. 8 No. 10 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i11.620

Abstract

Tindakan anestesi khususnya general anestesi inhalasi mempunyai risiko yang cukup besar mengalami desaturasi atau penurunan saturasi oksigen dari nilai normal. Saturasi oksigen adalah presentasi total oksigen dalam darah yang terikat oleh hemoglobin atau jumlah oksigen yang diangkut oleh hemoglobin (Malawat & Cahyadi, 2018). Saturasi oksigen pasca anestesi, khususnya anestesi umum inhalasi juga sangat berpengaruh pada keadaan sistem kesehatan paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik saturasi oksigen pada pasien perokok pasca anestesi umum berdasarkan usia, durasi operasi dan frekuensi perokok. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Populasi penelitian 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia responden dewasa awal memiliki nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 17 responden (22,7%) dan pada lansia akhir memiliki nilai kategori saturasi oksigen Hipoksia terdapat 5 responden (6,7%). Berdasarkan durasi operasi kecil nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 44 responden (58,7%). Untuk kategori saturasi oksigen Hipoksia keduanya memiliki kejadian hipoksia yang sama yaitu 3 responden (4%) operasi kecil dan 3 responden (4%) operasi sedang. Berdasarkan frekuensi perokok pada perokok ringan nilai kategori saturasi oksigen Normal terdapat 53 responden (70,7%) dan perokok sedang nilai kategori saturasi oksigen Hipoksia terdapat 6 responden (8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan adanya penurunan saturasi oksigen pada pasien perokok pasca anestesi umum di recovery room Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Hal ini dipengaruhi oleh keberagaman karakteristik para responden baik dari sisi usia, durasi operasi dan frekuensi perokok.
Description of Time and Volume of Hydroxyethyl Starch 130/0.4 (6%) Fluid Administration to Restore Hemodynamics to Normal after Spinal Anesthesia in Cesarean Section Juniansyah, Deby; Firdaus, Eza Kemal; Novitasari, Dwi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.4334

Abstract

Hemodynamic variables such as blood pressure, mean arterial pressure (MAP), and pulse can change during cesarean section surgery performed under regional anesthesia. To stabilize the patient's hemodynamic status, colloid fluid treatment is administered because it has a longer half-life in the intravascular fluid. The research aims to understand the timing and volume of administering hydroxyethyl starch/HES 130/0.4 (6%) to restore hemodynamics to normal after spinal anesthesia in cesarean section surgery. The research method employs a quantitative study with an analytical observational design (cross-sectional). Data collection instruments include a hemodynamic observation sheet and a bedside monitor data measurement tool. This research was conducted over two months, from May to June. The sample for this research consists of 40 respondents using total sampling. The research location was conducted at Pusri Hospital in Palembang Indonesia. The study collected data by directly observing the respondents and recording the time and volume of hydroxyethyl starch 130/0.4 (6%) required for the hemodynamic status to return to normal. Data analysis was conducted using univariate analysis techniques. The results of the research analysis indicate that the time required for hemodynamic changes after spinal anesthesia has a standard deviation of 3.363, a mean value of 12.15, a maximum value of 20, and a minimum value of 5. HES 130/0.4 (6%), the amount of fluid given, and changes in blood flow after spinal anesthesia have a standard deviation of 30.783, a mean value of 99.65, a maximum value of 167, and a minimum value of 22.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Kegawatdaruratan Bayi Saat Tersedak Menggunakan Teknik Back Blow di Desa Ledug Hidayat, Ariani Putri; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 8 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i8.149

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga hanya dalam hitungan menit klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak. Penanganan tersedak pada anak sangat tergantung pada peran orangtua. Pengetahuan orangtua yang berbeda akan mengakibatkan penanganan tersedak pada anak yang berbeda pula. Perlu ada pendidikan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak, salah satunya melalui penyuluhan. Hasil yang telah dilakukan menghasilkan pre test dengan kategori cukup 10 peserta (33%) dan kategori kurang 20 peserta (66,7%) setelah pemaparan materi meningkat menjadi kategori baik 14 peserta (46,7%) dan kategori cukup 16 (53,3%). Sementara itu di keterampilan para peserta cukup menguasai dengan dibuktikannya sebelum di demonstarikan dalam kategori tidak terampil hamper semua peserta. Berdasarkan hal tersebut, penulis mendemonstrasikan tindakan back blow menggunakan pantom lalu menerangkan kembali melalui audio visual keterampilan para peserta menjadi cukup baik di dalam kategori terampil sebanyak 27 peserta (90%) dan tidak terampil 3 peserta (10%).
Pengalaman Orang Tua Pasien dalam Menemani Anaknya yang Akan Menjalani Operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Azzahra, Salsabila Agung; Firdaus, Eza Kemal; Susanto, Amin
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.182

Abstract

Operasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua dalam menemani anak yang akan menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan enam orang tua pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua mengalami perasaan cemas, takut, dan khawatir saat menemani anaknya yang menjalani operasi. Beberapa orang tua juga menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan diri melalui doa dan dukungan spiritual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dukungan emosional dan spiritual penting dalam membantu orang tua mengatasi stres saat mendampingi anak selama proses operasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang peran keluarga dalam proses perawatan medis, khususnya operasi pada anak.
Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Kejang demam pada Anak di Desa Ledug Hendrila, Salsabila Putri; Sukmaningtyas, Wilis; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.183

Abstract

Penanganan pertama kejang demam pada anak merupakan tindakan krusial yang perlu diketahui oleh orang tua untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan pertama kejang demam pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test pada 30 responden di Desa Ledug. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media visual seperti video dan PowerPoint. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah edukasi, dengan nilai pre-test pada kategori baik sebesar 63,3% meningkat menjadi 93,3% pada post-test. Kesimpulannya, edukasi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan kejang demam, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi pada anak yang mengalami kejang demam.
Pengalaman Mahasiswa Keperawatan Anestesi dalam Menghadapi Tugas Akhir di Universitas Harapan Bangsa Hanana, Hanana; Firdaus, Eza Kemal; Maryoto, Madyo
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.201

Abstract

Mahasiswa sering kali menghadapi tantangan dalam menyelesaikan tugas akhir, terutama karena kurangnya pemahaman tentang metodologi penelitian, keterbatasan referensi, dan tekanan emosional seperti stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa keperawatan anestesi dalam menghadapi tugas akhir di Universitas Harapan Bangsa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 partisipan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan mentranskrip hasil wawancara dan melakukan koding untuk memperoleh tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai kendala, termasuk kesulitan mencari judul, referensi yang terbatas, serta tekanan dari dosen pembimbing. Dukungan lingkungan sosial, seperti keluarga dan teman, memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir. Kesimpulannya, penting untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres dan menyediakan akses yang lebih baik terhadap referensi dan bimbingan akademik.
Gambaran Derajat dan Lama Kejadian Shivering pada Pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan Dewi, Ony Sandra; Sebayang, Septian Mixrova; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2608

Abstract

Setiap pembedahan akan dilakukan anestesi dengan tahapan pre anestesi, intra anestesi dan yang terakhir pasca anestesi. Periode pemulihan pasca anestesi dikenal sebagai waktu dengan risiko tinggi untuk terjadinya komplikasi dan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah menjalani anestesi berupa kejadian shivering. Mengetahui Gambaran Derajat dan lama kejadian Shivering pada pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan RSAU dr. M. Salamun. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Teknik sampling dengan Total Sampling. Adapun jumlah sampel sebanyak 40 orang dan dilakukan analisis kepada seluruh sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pemberian kuesioner kepada seluruh sampel yang akan dilakukan tindakan anestesi umum. Usia responden paling banyak dengan kategori dewasa awal sejumlah 13 pasien (32,5%), Jenis kelamin responden paling banyak adalah perempuan sejumlah 28 pasien (70%), Indek masa tubuh mayoritas dengan kategori normal sejumlah 25 pasien (62,5%) dan lama operasi mayoritas dengan kategori sedang 1-2 jam sejumlah 28 pasien (70%). Pasien anestesi umum mengalami shivering sejumlah 16 pasien (40%) dan Kejadian shivering mayoritas pada menit ke 10 sejumlah 8 pasien (20%)
Gambaran Kadar SGOT dan SGPT pada Pasien Pasca Induksi Anestesi Umum: Studi Yunian, Puput; Suandika, Made; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.4732

Abstract

Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) adalah enzim yang dihasilkan oleh hati dan berperan penting dalam mendeteksi kerusakan hati. Peningkatan kadar enzim ini dapat menjadi indikasi awal hepatotoksisitas, khususnya setelah penggunaan anestesi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar SGOT dan SGPT pada pasien pasca induksi anestesi umum di RSU Nirmala Purbalingga. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan data sekunder yang dikumpulkan melalui checklist. Sampel terdiri dari 60 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling di ruang IBS RSU Nirmala Purbalingga selama periode Juli hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa (61,7%), berjenis kelamin laki-laki (51,7%), dengan nilai SGOT normal (58,3%) dan SGPT normal (63,3%). Persentase jenis operasi antara bedah minor dan mayor sama (50%). Pasien lansia dan yang menjalani operasi mayor lebih berisiko mengalami peningkatan kadar SGOT dan SGPT. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan fungsi hati pada pasien yang menjalani anestesi umum, terutama pada kelompok usia dan jenis operasi tertentu.