Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Individu dan Faktor Ekstrinsik terhadap Kinerja Bidan Linda, Herna; Zulfendri, Zulfendri; Juanita, Juanita
Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jseb.v12i2.3467

Abstract

The performance of the midwife as part of the human resources owned by the hospital will affect the performance of the health service institution concerned as a whole. The purpose of this study was to analyze the effect of individual characteristics (including age, years of service, employment status, skills, and motivation) and extrinsic factors (including rewards, workload, supervision, and training) on the performance of midwives. This explanatory survey research used all of the midwives who served in the inpatient obstetrics room at Langsa Hospital, amounting to 47 people as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed by logistic regression method. The results showed that employment status, skills and motivation from individual characteristics as well as supervision and training from extrinsic factors had a significant effect on the performance of midwives. Furthermore, motivation was identified as the dominant variable influencing the performance of midwives.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PEGAWAI REKAM MEDIS DENGAN MUTU PELAYANAN RSUD LANGSA TAHUN 2024 Linda, Herna; Afrianti, Novi; Nurrahmani, Nurrahmani; Muhibbudin, Muhibbudin; Prisilia Kusuma Ningtyas, Ayunda
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.2846

Abstract

Pendahuluan : Beban kerja pegawai rekam medis adalah keadaan dimana pegawai dihadapkan pada volume kerja yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja yang terlalu banyak dapat menurunkan produktifitas pegawai itu sendiri. Hal ini memungkinkan penurunan mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi bagaimana hubungan beban kerja pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Langsa Tahun 2024 dilihat dari beban kerja, sumber daya manusia (SDM) dan uraian tugas (job description). Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Langsa sebanyak 31 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit dengan p-value 0,001 (p<0,05). Ada hubungan sumber daya manusia (SDM) pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit dengan p-value 0,000 ( p<0,05). Ada hubungan job description pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit dengan p-value 0,001 (p<0,05). Simpulan: Diharapkan bagi rumah sakit untuk menertibkan kembali peran petugas rekam medis dalam pengisian dokumentasi dan meningkatkan sikap yang positif dalam bekerja dan mengevaluasi kinerja setiap tahun.
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dalam Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Sahputri, Anita; Linda, Herna; Surgia, Pramudya
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1590

Abstract

Penerapan SIMRS diyakini dapat memberikan berbagai manfaat bagi provider pelayanan kesehatan. Oleh karena itu sumber daya manusia perlu diberdayakan dan didukung dalam hal mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia yang dinilai dari keterampilan, pengetahuan dan pengalaman kerja dalam pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) di RS Cut Meutia Medika Nusantara Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan jenis survey analytic dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumber daya manusia di RS Cut Meutia Medika Nusantara sebanyak 141 orang dan sampel sebanyak 59 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh keterampilan kerja SDM (p=0,002), pengetahuan SDM (p=0,005) dan pengalaman kerja SDM (p=0,005) terhadap pemanfaatan SIMRS di RS Cut Meutia Medika Nusantara Kota Langsa.
Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Linda, Herna; Sahputri, Anita; Mahara, Junius
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1599

Abstract

Kinerja pegawai merupakan aspek yang penting dalam SDM di rumah sakit dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan rumah sakit. Keberhasilan kinerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti di antaranya yaitu kemampuan dan keahlian, pengetahuan, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, dan disiplin kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dan Budaya Organisasi terhadap kinerja karyawan di rumah sakit Cut Meutia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Teknik yang digunakan adalah simple random sampling dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada total 51 responden. Hasil penelitian setelah dilakukan uji chi square test menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara SIMRS terhadap Kinerja Karyawan di rumah sakit dengan hasil kuesioner yaitu p value =0,164 > (0,05) dan penelitian menunjukan terjadinya pengaruh antara Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di rumah sakit Cut Meutia Langsa yang ditunjukan dari adanya hasil kuesioner Budaya Organisasi yang hasilnya p value = 0,000 < (0,05).
Faktor–faktor penghambat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (SMK3RS) pada perawat Linda, Herna; Serli, Serli
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2595

Abstract

Background: The Hospital Occupational Safety and Health Management System (SMK3RS) is a system designed to manage, monitor, and improve occupational safety and health in the hospital environment. Optimal implementation of SMK3RS is crucial for reducing the risk of workplace accidents and occupational diseases and improving the quality of healthcare services. Purpose: To determine the relationship between inhibiting factors including knowledge, attitudes, and K3RS training on the implementation of SMK3RS among nurses. Method: This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 89 respondents selected using accidental sampling. The independent variables included knowledge, attitudes, and K3RS training, while the dependent variable was the implementation of SMK3RS. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: Most respondents had a good SMK3RS implementation category, namely 84 respondents (100%). There was a significant relationship between knowledge and SMK3RS implementation (p-value = 0.000), attitude and SMK3RS implementation (p-value = 0.000), and K3RS training and SMK3RS implementation (p-value = 0.000). Conclusion: Knowledge, attitudes, and training in occupational safety and health (K3RS) are significantly related to the implementation of SMK3RS. Continuous education and training are needed to increase nurse awareness and participation in implementing occupational safety and health in hospitals.   Keywords: Attitude;  K3RS Training; Knowledge; SMK3RS.   Pendahuluan: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (SMK3RS) merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola, mengawasi, dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja di lingkungan rumah sakit. Penerapan SMK3RS yang optimal sangat penting untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor penghambat yang meliputi pengetahuan, sikap, dan pelatihan K3RS terhadap pelaksanaan SMK3RS pada perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, dan pelatihan K3RS, sedangkan variabel dependen adalah pelaksanaan SMK3RS. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kategori pelaksanaan SMK3RS yang baik yaitu sebanyak 84 responden (100%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan SMK3RS (p-value = 0.000), sikap dengan pelaksanaan SMK3RS (p-value = 0.000), serta pelatihan K3RS dengan pelaksanaan SMK3RS (p-value = 0.000). Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan pelatihan K3RS berhubungan signifikan dengan pelaksanaan SMK3RS. Peningkatan edukasi dan pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi perawat dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit.   Kata Kunci: Pengetahuan; Pelatihan K3RS; Sikap; SMK3RS.