Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN KESADARAN LINGKUNGAN DALAM MENGURANGI TIMBUNAN SAMPAH: STUDI KASUS MASYARAKAT KAMPUNG MAIBO, DISTRIK AIMAS, PAPUA BARAT DAYA Dewantoro, Muhammad Pandu Zam; Sinen, Karmila; Andriyan, Yoga; Supardi, Edy
JURNAL PEMERINTAHAN, POLITIK ANGGARAN DAN ADIMINSTRASI PUBLIK Vol 4 No 1 (2024): JURNAL PEMERINTAHAN POLITIK ANGGARAN DAN ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jppadap.v4i1.6575

Abstract

Masyarakat tidak menyadari pentingnya menjaga ekosistem alam dan kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah, yang menyebabkan banyak sampah di Kampung Maibo. Ini karena ada banyak hubungan antara menjaga ekosistem, lingkungan, dan sampah. Peneliti mencoba menemukan sumber masalah sampah dan cara untuk menanganinya. Dengan menggunakan data analisis lainnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk observasi, studi literatur, dan wawancara dengan beberapa informan. Peneliti menemukan fakta lapangan bahwa masalah sampah telah menjadi masalah yang sering dihadapi oleh penduduk kampung Maibo di wilayah Papua Barat Daya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah dan peraturan pemerintah yang tepat untuk memberikan efek jera dan melatih masyarakat sekitar untuk bekerja sama untuk menjaga area perkampungan Maibo bersih.
STRATEGI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MENJEMPUT DAERAH OTONOMI BARU PAPUA BARAT DAYA PEMEKARAN PROVINSI PAPUA BARAT Sinen, Karmila; Sasmitha Ningrum, Aulia; Angela Kabes, Oktoviana
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 6, No 2 (2022) : November
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.077 KB) | DOI: 10.22437/jisipunja.v6i2.20844

Abstract

Pembentukan daerah otonom merupkan salah satu kebijakan dalam peningkatan pelayanan publik dengan memberikan hak pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi masing-masing daerah. Daerah otonom dapat terbentuk apabila memenuhi faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, rentang kendali, dan faktor lainnya. Papua barat merupakan salah satu wilayah Indonesia yang terletak cukup jauh daeri pemerintahan pusat. Kesejahteraan masyarakat Papua Barat kurang baik akibat jauhnya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu perlu diterapkannya strategi dalam menjemput daerah otonomi baru di Papua Barat guna pemakaran provinsi Papua Barat. Sehingga penelitian kualitatif ini dilakukan untuk menganalisis strategi pemekaran wilayah Papua Barat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan strategi pemerintah dalam pembentukan daerah otonom di Papua Barat. Pemekaran daerah ini tidak  cukup hanya sampai di tingkat provinsi, tapi harus diikuti sampai pemekaran di tingkat kabupaten, sehingga pemekaran wilayah sampai hingga di tingkat distrik atau kelurahan. “Komisi II DPR berharap, agar pemerintah daerah bisa tetap bersatu dan bersinergi dengan masyarakat menyambut pemekaran ini dengan tujuan orientasi percepatan pembangunan di Papua, khususnya lagi di Papua Barat, dan lebih khusus lagi di Papua Barat Daya. Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan masyarakat setempat mendukung pemekaran Papua Barat melalui RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya. Terlebih, saat ini situasi politik dan keamanan di Papua Barat sudah lebih stabil dan terkendali
Kebijakan dan Implementasi Otonomi Khusus di Papua Barat Daya Sinen, Karmila
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss4pp961-970

Abstract

This study investigates the policy and implementation of special autonomy in West Papua Daya Province, a newly established province resulting from the division of West Papua Province. The research analyzes the prevailing special autonomy policy, examines its on-the-ground implementation, and evaluates its impact on the region's social, economic, and cultural development. Employing a qualitative methodology with a case study approach, data were collected through in-depth interviews with key stakeholders, participatory observation, and document analysis. The findings illuminate several challenges and opportunities inherent in the implementation of special autonomy in West Papua Daya Province, and offer policy recommendations aimed at improving the effectiveness and long-term sustainability of the special autonomy program.
E-LEADERSHIP STRATEGY IN THE DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE TOURISM IN RAJA AMPAT BASED ON GREEN TOURISM Sinen, Karmila; Nurinaya, Nurinaya; Rahman, Guntur Abd
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7773

Abstract

This study explores the role of E-Leadership in advancing sustainable tourism in Raja Ampat, one of Indonesia's leading marine tourism destinations. Raja Ampat is renowned for its extraordinary natural beauty, rich marine biodiversity, and vibrant local culture. However, the rapid growth of tourism in the region has raised environmental and socio-cultural challenges that require innovative and sustainable management approaches. The main issue addressed in this study is the lack of effective environmentally friendly tourism management and the suboptimal use of digital technology in destination governance. The aim of this research is to analyze how E-Leadership can be applied as a strategy to manage tourism sustainably in Raja Ampat. This study uses a descriptive qualitative approach, employing literature review and in-depth interviews with tourism stakeholders such as local governments, business actors, and community members. The results indicate that E-Leadership significantly contributes to enhancing transparency, strengthening stakeholder collaboration, and accelerating data-driven decision-making processes. By integrating the principles of green tourism and sustainable development, E-Leadership has proven effective in supporting the protection of natural resources, empowering local communities, and ensuring long-term economic resilience. This paper highlights how digital technology, when effectively implemented through E-Leadership, can facilitate responsible tourism practices and contribute to the preservation of Raja Ampat's ecological and cultural heritage.