Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Paska Bedah Pintas Arteri Koroner Prasetyaningrum, Widyadari; Akbar, M. Rizki; Prawesti, Ayu
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i1.2277

Abstract

Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) is aimed to improve the quality of life among post-CABG patients, there exist a large number of patients having a low level of quality of life. The study aimed to analyze factors that influenced the quality of life among post-CABG patients. The descriptive study was conducted using cross-sectional analysis with a consecutive sampling of 80 post CABG patients in Hasan Sadikin Hospital from 20 May-30 June 2019. Data were analyzed using multivariate linear regression. The independent variables in this study included age, gender, education level, pain, mental health, social support, spiritual well-being, and cardiac rehabilitation. The data were collected using three questionnaires which included Short-Form 36 (SF-36) to measure patient-reported pain, mental health, and the quality of life; Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to provide information about the role of social support; and Spirituality Index of Well Being (SIWB) designed to measure the spiritual well-being of the patients. The results showed four factors had significantly influenced the quality of life among patients after CABG. The factors included age (p-value<0,001; r=0,521), pain level (p-value<0,001; r=0,666), mental health (p-value<0,001; r=0,426), and social support (p-value<0,001; r=0,345). Pain factor had the most significant effect on the patients (r=0,497). Pain could cause a stress response that influenced the recovery stage which eventually impacted the quality of life. This study implies that the management of post-CABG patients could be performed by applying pain and stress management in discharge planning.
Strategi Holistik Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Gereja dalam Meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Pengelolaan Hipertensi Prasetyaningrum, Widyadari; Sujana, Treesia; Harun, Iriyanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular apabila tidak dikelola dengan baik. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, serta minimnya dukungan keluarga menjadi faktor risiko yang dominan, terutama pada kelompok lansia dengan obesitas sentral. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam pengelolaan hipertensi melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas gereja dengan pendekatan holistik yang meliputi aspek gizi seimbang, aktivitas fisik, dan dukungan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Gereja Kristen Pasundan Awiligar, Kota Bandung, dengan melibatkan 32 lansia yang tergabung dalam kelompok lansia gereja. Metode kegiatan terdiri dari pengkajian awal, edukasi kesahatan, praktik senam lansia, serta pendampingan edukatif dengan melibatkan keluarga. Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test pengetahuan, serta observasi partisipasi lansia. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan lansia setelah intervensi (p = 0,000000037), dengan 90,6% peserta mencapai kategori pengetahuan baik pada post test. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas gereja efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia terkait pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Pendekatan holistik yang melibatkan aspek fisik, nutrisi, dan dukungan sosial sangat disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam upaya promotif dan preventif di komunitas lansia.