Articles
Survei Kejadian Hipertensi dan Kesehatan Ginjal pada Lansia di Dusun Bagongan, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
Yopo, Petra Hartince;
Sujan, Treesia
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.179 KB)
|
DOI: 10.35842/jkry.v6i3.378
Hipertensi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi pada penurunan fungsi ginjal. Penelitian ini untuk mengetahui kesehatan ginjal dan angka kejadian hipertensi di Dusun Tolokan, Desa Bagongan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini mengguakan pendekatan kuantitatif deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia (berusia 60 tahun keatas). Metode pengambilan data menggunakan beberapa instrument penelitian untuk mengukur tekanan darah, denyut nadi, serta mengetahui kadar glukosa, protein dan pH urin. Analisis terhadap fungsi ginjal dilakukan dengan menghitung keseimbangan cairan melalui analisa kebutuhan cairan dan intake output selain itu, kesehatan ginjal juga akan dilihat melalui kadar pH, protein dan glukosa yang terdapat pada urine responden. Hasil penelitian ini menunjukan angka kejadian hipertensi di Dusun Tolokan, Desa Bagongan Kecamatan Gertasan, Kabupaten Semarang dari 44 responden terdapat 18 responden dengan Hipertensi tipe 1 dan 12 responden dengan Hipertensi tipe 2. Analisis kesehatan ginjal pada lansia dengan Hipertensi tipe 1 dan 2 di Desa Bagongan mendapatkan hasil bahwa terdapat 1 responden dengan pH >8, 2 responden dengan urin yang positif mengandung glukosa serta 3 responden dengan kadar protein >10mg/dL3. Berdasarkan hasil yang telah didapat, diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga kesehatan yang ada di Desa Tolokan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lansia yang ada di Dusun Bagongan untuk mengetahui kesehatan ginjalnya.
Decision Making towards Maternal Health Services in Central Java, Indonesia
Sujana, Treesia;
Barnes, Margareth;
Rowe, Jennifer;
Reed, Rachel
Nurse Media Journal of Nursing Vol 6, No 2 (2016): (DECEMBER 2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.19 KB)
|
DOI: 10.14710/nmjn.v6i2.12151
Background: Indonesia has always been struggling with maternal health issue even after the Millennium Development Goals (MDGs) programs were done. Prior research findings identified many factors which influenced maternal health status in developing countries such Indonesia and even though various efforts had been made, the impact of the transformation of maternal health behavior was minimal.Purpose: This study aimed to seek an understanding of the factors influencing decisions towards maternal health services.Methods: A case study with a single case embedded design was employed. Interviews and Focus Group Discussions (FGDs) were held to collect data from 3 health workers and 40 maternal women in a sub-district in Central Java, Indonesia.Results: Interviews with the village midwives as the main health providers in the Getasan sub-district concluded that there were several factors influencing the women's decisions towards maternal services. The factors were options to have services with other health workers outside the area, and shaman services as alternative care and family influencing maternal health behaviors. The analysis of the FGDs also supported the village midwives’ statements that in spite of their awareness towards the available maternal health services, the existence of shamans and traditional beliefs strongly affected their decision.Conclusion: The findings in this study showed that cultural issues prevented the maximum maternal health status in Getasan sub-district. This study recommends Puskesmas (Primary Health Care) as the first level of health institutions in Indonesia to support the village midwives’ roles within their target area.
Hubungan Kepatuhan Hemodialisis Dengan Disfungsi Ereksi Pada Pria Usia Subur Di RSUD Ungaran
Sujana, Treesia;
Kadoyu, Miktam Herdianto;
Dary, Dary -
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jkm.v5i2.5659
 Abstract Background Hemodialysis is a program that replaces the function of the kidneys due to damage to the kidney organs (dialysis), where patients with chronic kidney failure must obedient in undergoing hemodialysis. Disobedience can cause therapy failure. Prolonged hemodialysis programs have an impact on reproductive health. It often happens, patients who undergo hemodialysis program have erectile dysfunction problems where patients who do hemodialysis will experience decreased libido, impotencei, infertility, gynecomastia. The purpose of this study was to determine the relationship between adherence to undergo hemodialysis therapy with erectile dysfunction in men of childbearing age who have chronic kidney failure. The research method used in this study is a quantitative correlation research method with a cross-sectional approach, with  questionnairs as the data collection tool. The sample used in this study was determined by purposive sampling with 31 respondents of childbearing age undergoing hemodialysis. Data analysis used are descriptive analysis and bivariate test and chi-square correlation test. The resultsof this study are participants that compliance with hemodialysis in the obedient category are 30 people (97%) and erectile dysfunction in men of childbearing age in the category of erectile dysfunction are 27 people (87%). Chi-square correlation test results obtained Value = 0.573 which means greater than alpha 0.05 (0.573> 0.05) then the Ha hypothesis is rejected and Ho is accepted so it can be concluded that there is no significant relationship between adherence to undergoing hemodialysis therapy with erectile dysfunction in men of childbearing age at Ungaran District Hospital. Compliance, Erectile Dysfunction, Hemodialysis, Productive  men
PERILAKU MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN PERSEPSI TERHADAP RUMAH SEHAT DI DUSUN KEBONAN, DESA TOLOKAN, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG
Puspita, Dhanang;
Sujana, Treesia;
Safitri, Lia Herlyn
KRITIS Vol 28 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24246/kritis.v28i2p127-139
Perception is the result of the sensing process and the process of observing someone about something that will result in a behavioral response. Human behavior is a response to stimuli both from within and outside the individual. A healthy house is a house that meets the technical terms and conditions to protect the occupants of the house from various threats and health problems, so that an optimal health degree can be achieved. The percentage of healthy houses nationally is 61.81% and Central Java province has reached 70.40%, however, in Kebonan hamlet which is located in Central Java Province has a low percentage of healthy houses, only 9%. The research aim to describe the perception of the community about a healthy house and its relation to health behavior. The research method used is descriptive qualitative, data collection was carried out by in-depth interviews and processed into verbatim then analyzed and the validity of the results tested by source triangulation. From the research results, it can be seen that the public's understanding of a healthy house in general is still limited, the public perception of the benefits of a healthy house and the disadvantages of a less healthy house is good enough, but the method of treating community waste is still not good. The efforts that can be made by the community to maintain a healthy house are still not maximal because of limited information. The low percentage of healthy houses in Kebonan hamlet is caused by poor behavior in managing houses and household waste. Limited information affects people's perceptions about a healthy home and results in not maximizing community behavior in running a healthy house. Perceptions of a healthy home and health behavior of some people in Kebonan hamlet are interrelated, so that to form good behavior knowledge needs to be increased in order to form a good perceptual understanding and positive behavior.
STRATEGI PETUGAS KESEHATAN DI DALAM LAYANAN KESEHATAN ANAK TERKAIT KEARIFAN LOKAL DI AREA KERJA PUSKESMAS TUMBANG SAMBA
Sujana, Treesia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.952 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.305
Kearifan lokal merupakan tradisi turun-temurun yang sebagian masyarakat masih menggunakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun. Praktik kesehatan yang terkait kearifan lokal pada anak ditemukan di area kerja Puskesmas Tumbang Samba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  melihat gambaran strategi petugas kesehatan di dalam layanan kesehatan anak yang terkait dengan kearifan lokal masyarakat di area kerja Puskesmas Tumbang Samba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Data dari hasil wawancara yang telah diperoleh dianalisa dengan mengunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017, selama 3 bulan di 13 desa yang masuk area kerja Puskesmas Tumbang Samba. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tenaga kesehatan memiliki peran sebagai edukator, pelaksana program dan pemberi layanan kesehatan, untuk memfasilitasi tradisi yang ada di masyarakat petugas kesehatan melakukan pemantawan ke rumah-rumah atau kunjungan rumah, disela-sela pengobatan tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada pasien dan memberikan penyuluhan pada kelas ibu hamil baik sebelum dan setelah melahirkan.
PERAN PUSKESMAS DALAM IDENTIFIKASI DINI PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA LANSIA
Sujana, Treesia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.601 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.456
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah didalam tubuh yang disebabkan karena jumlah insulin yang kurang. DM banyak terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia) yang disebabkan faktor degeneratif. Angka kejadian DM pada lansia cukup banyak terjadi oleh karena itu dibutuhkan identifikasi dini penyakit DM khususnya di Puskesmas. Puskesmas berperan untuk mengenali tanda dan gejala DM melalui program-program yang di jalankan Puskesmas sehingga peningkatan prevalensi DM pada lansia dapat di cegah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran tenaga kesehatan di Puskesmas dalam mengidentifikasi dini penyakit DM pada lansia di Halmahera Utara Kecamatan Tobelo. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, kemudian data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendapatkan empat tema yaitu (1)peran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan pada lansia, (2) program Puskesmas pada lansia dengan DM (3) kendala dalam mengidentifikasi penyakit DM pada lansia dan (4) pengalaman perawat dalam menangani penyakit DM pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran Puskesmas dalam mengidentifikasi dini penyakit Diabetes Melitus pada lansia sudah terlaksanakan di Puskesmas Tobelo melalui perannya sebagai edukator, konsultan, dan kolabolator dalam memberikan pelayanan. Kata Kunci: DM, Lansia, Program Puskesmas
PERAN POSYANDU DALAM PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN DENGAN KECUKUPAN GIZI PADA BALITA DI KECAMATAN TOBELO HALMAHERA UTARA
Sujana, Treesia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.302 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.453
Status gizi merupakan keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang terutama untuk balita. Prevalensi gizi buruk di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2009 masih tinggi yaitu 22,8 % untuk itu dibutuhkan peran Posyandu untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan di Desa. Salah satu program Posyandu yang perlu dilaksanakan adalah promosi kesehatan guna mencegah terjadinya gizi buruk dan meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran posyandu dalam pemberian promosi kesehatan terkait kecukupan nutrisi pada balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe survei korelasional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu/orang tua yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan pengisian kuesioner. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan entry data. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji korelasional. Hasil penelitian didapatkan tiga tema yaitu (1) promosi kesehatan, (2) status kecukupan gizi balita dan (3) hubungan promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita berdasarkan hasil uji chi square sebesar 0,002. Promosi kesehatan yang berupa pemberdayaan dengan presentasi 71%, bina suasana 72%, advokasi 83%, dan komunikasi 82% semua ini menunjukkan bahwa ibu berespon baik terhadap promosi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga terdapat hubungan dengan sikap ibu dalam perbaikan status gizi pada balita yang memiliki persentasi sebesar 80%. Kata Kunci : Balita, Kecukupan Gizi, Peran Posyandu
GAMBARAN IMPLEMENTASI RUMAH TUNGGU KELAHIRAN DI KABUPATEN SEMARANG
Sujana, Treesia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.342 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.397
Rumah tunggu kelahiran adalah rumah tunggu sementara bagi ibu hamil resiko tinggi. Rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang sudah ada sejak tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode secara kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran implementasi program rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang. Analisa data yang dapatkan bahwa rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang yaitu a) Teridentifikasi Alur Teknis Rumah Tunggu Kelahiran. b) Target utama dari Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) adalah Ibu Hamil Resiko Tinggi. c) rumah tunggu kelahiran teridentifikasi mempermudah akses bagi ibu hamil risiko tinggi yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu d) strategi lingkungan kondusif dan penciptaan alur komunikasi bagi ibu/target rumah tunggu kelahiran maupun tenaga kesehatan. Implementasi dari rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang sudah baik karena tahun depan akan dibangun lagi dua rumah tunggu kelahiran. Kata kunci : gambaran implementasi, rumah tunggu kelahiran
Kejadian Hipertensi dan Kesehatan Ginjal di Desa Marada Mundi Kecamatan Kambata Mapambuhang Kabupaten Sumba Timur
Treesia Sujana;
Rosiana Eva Rayanti;
Tedy Christopel Keluanan
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 4, No 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background: Hypertension and kidney health problems often occur in various parts of the world and Indonesia especially in Sumba Hypertension can influence the condition of kidney patients. Objective: to identify hypertension and kidney health status of the elderly. Method: quantitative with purposive sampling among 45 respondents of elderly who have hypertension in Marada Mundi village, Kambata Mapambuhang East Sumba districts, East Nusa Tenggara Province. The purposive sampling criteria are respondents who are 50 years or older and residents of Marada Mundi Village. The research analysis uses the calculation of mean, percent, and standard deviation. Research instruments are sphygmomanometer, urine dipstick, urine container, and form intake output questionnaires. Results: Majority of the respondents have stage 1 hypertension (42,2%), have normal pH (91,1 %), proteinuria (57.8%), but there is no glucose found in the urine. Respondents with less fluid are 37 respondents, 7 respondents have excessive fluid, while 1 respondent has fluid balance. Mean of fluid intake is 3116.00 ml and fluid output is 3326.33 ml. All respondents meet the fluid need even beyond the body need based on the weight. Conclusion: the proportion of respondents who have hypertension is 97% with normal pH levels (91.1%) and proteinuria (58.7%). Although the respondent’s fluid balance is less, actually they meet the actual needs of the fluid more than the body’s ideal needs.
Gambaran Keterampilan Keperawatan Komunitas Di Puskesmas Getasan
Treesia Sujana;
Agus Fitrianto;
Dessy Febriyanti Hady
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jkm.v5i1.3734
Nurse skills are affecting their performance as a health worker. The skills are clinical skills that can be applied in accordance with the needs of the community. This research aims to describe of community nursing skills at Getasan health center. The method the researcher used was descriptive. Data collection is done by in-depth interviews using interactive model techniques. Using these techniques the researcher can describe the phenomenon studied. The community nursing skills depicted from the research are: (1) the role of the community nurse are in providing community nursing care, educators, coordination, and collaboration; (2) community nursing skills which been used in the community comprises of : nurses carry out routine activities inside and outside the health center in the form of health promotion, preventive acts, Integrated development post, Integrated health post, elderly surveillance etc; (3) community nursing barriers which identified are : lack of human resources and the difficulty of changing people paradigm about the importance of health examination. Conclusion: implementations of nursing skills in the health centers are providing nursing care as an educators, coordinator, and collaborator; and the skills of community nursing in giving promotive and preventive actions