Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Humaniora

REGISTER PEMANDUAN WISATA Pratomo Widodo
Humaniora Vol 12, No 3 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.572 KB) | DOI: 10.22146/jh.702

Abstract

Dalam kaitannya dengan bahasa sebagai sistem tanda, Buhler, seperti dikutip oleh Pelz (1984), menggambarkan proses komunikasi sebagai segi tiga semiotik, segi yang pertama melambangkan pembicara sebagai penyampai pesan, segi yang kedua melambangkan pendengar sebagai penerima pesan, dan segi yang ketiga adalah lambang dari Gegenstand yang merupakan referensi dari realitas objek yang dibicarakan . Agar proses komunikasi tersebut berhasil, harus ada kegayutan clan ketiga elemennya . Apabila tidak ada kegayutan dari salah satu elemennya, niscaya proses komunikasi akan gagal . Berhasil atau tidaknya proses komunikasi, salah satunya ditentukan oleh pemahaman antara pembicara dan pendengar mengenai objek yang dibicarakan . Oleh sebab itu, referensi mengenai tuturan dalam suatu peristiwa komunikasi harus dipahami oleh kedua belah pihak, yaitu pembicara dan pendengar.
FUNKTIONSVERBGEFÜGE CONSTRUCTION AND ITS CORRESPONDENCE IN INDONESIAN Pratomo Widodo
Humaniora Vol 21, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2337.705 KB) | DOI: 10.22146/jh.967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi predikat bahasa Jerman Funktionsverbgefüge dan padanannya dalam bahasa Indonesia, serta mendeskripsikan persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Metode analisis gramatika kontrastif digunakan untuk membandingkan konstruksi Funktionsverbgefüge dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua konstruksi predikat tersebut terdiri atas dua unsur, yaitu verbal dan nominal. Kedua konstruksi memiliki bentuk, makna, dan fungsi yang sama, sementara perbedaannya terletak pada distribusi unsur-unsurnya.