Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Re-Branding Produk Kopi Kelompok Tani Harapan Desa Amadanom Prakoso, Havidz Ageng; Sugiharto, Aan; Septia, Erfan Dani
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v2i1.50

Abstract

Desa Amadanom di Kecamatan Dampit cukup dikenal dengan produk kopinya, akan tetapi memiliki masalah dengan branding. Meski di desa Amadanom terdapat beberapa kelompok petani kopi dan beberapa merk kopi lokal, tetapi mereka mengalami kendala dalam hal membranding merk kopi yang telah ada agar bisa bersaing dengan produk-produk sejenis, baikdipasarnasionalmaupunglobal.Desainkemasan,logodantaglineyangmenarikmenjadi penting untuk membentukbrandsuatu produk, yang mana ketiga hal tersebut belum dimiliki oleh kelompok tani kopi desa Amadanom, dalam hal ini adalah kelompok tani “tani harapan” yang sejak didirikan tahun 2001 belum memiliki brand yang bisa untuk bersaing dengan produk sejenis yang sudah ada.Untuk membantu mengatasi kendala-kendala yang dihadapi kelompok tani “tani harapan” dalam menciptakan brand kopi produksinya, akan dilakukan beberapa langkah; 1). Ceramah/diskusi: melakukan sosialisasi tentang pentingnya sebuah brand, hal tersebut bisa dilakukan mengingat anggota kelompok tani “tani harapan” rutin mengadakan pertemuan pada hari kamis minggu pertama setiap bulan. Di sini juga akan disosialisasikan pentingnya digital marketing serta media - media yang efektif untuk melakukan media promosi produk. 2). Demonstrasi: memberikan pelatihan tentang membuat desain kemasanprodukyang menarik, termasuk didalamnya pemilihan logo, font tulisan dan tagline. Dalam hal ini, “kopi amadanom” disepakati menjadi brand kopi produksi kelompok tani “tani harapan”. Selain itu, akun media sosial instagram dan facebook“kopi amadanom” dibuat untuk media pemasaran dan pengenalan kepada masyarakat luas. 3). Pendampingan: mendampingi kelompok tani “tani harapan” secara intensif dan berkelanjutan terutama dalam penguatan re- branding produkkopi”kopi amadanom”.
DISFUNGSI KELUARGA BURUH PABRIK KELURAHAN KUTOREJO PASURUAN Putri, Riski Ananda; Kumalasari, Luluk Dwi; Sugiharto, Aan
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.072.04

Abstract

This research examines the existence of a shift in functions in the family which is a function that causes some systems in the family structure to change resulting role dysfunction in family members. The research aims to obtain data on how the dysfunction in Kutorejo Village occurs. This research uses a qualitative approach to the type of descriptive research. Subject determination techniques use purposive sampling. The data sources used are primary and secondary data through researchers' notes, photographs, documents, books and other written resources. The data collection techniques are observation, interviews and documentation. This research uses Functional Structural Theory by Robert K. Merton which emphasizes regularity or order, ideas initiated by Merton include functions, manifests, latent functions and dysfunction. The results of this study state that what happens in the family cannot be separated from the role of parents. The helplessness of both parents who work as factory workers requires that the function should be executed precisely shifted to others, so that the main function of the family does not work as it should. This shows that there is a dysfunction of socialization that occurs. Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang adanya pergeseran fungsi di dalam keluarga yaitu fungsi yang menyebabkan beberapa sistem dalam struktur keluarga berubah mengakibatkan adanya disfungsi peran dalam anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai bagaimana disfungsi keluarga buruh pabrik di Kelurahan Kutorejo terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan subyek menggunakan purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder melalui catatan peneliti, foto, dokumen, buku maupun sumber tertulis lainnya. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Struktural Fungsional oleh Robert K. Merton yaitu menekankan pada keteraturan atau order, ide yang digagas oleh Merton antara lain fungsi, manifest, fungsi laten dan disfungsi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa yang terjadi di dalam keluarga peran orang tua sangatlah penting karena dari orag tua anak mendapatkan pendidikan pertama dan yang utama. Namun, dikarenakan orang tua yang bekerja dan tidak berdaya untuk mengasuh anaknya sehingga fungsi-fungsi yang ada di dalam keluarga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Yang terjadi ialah fungsi keluarga bergeser kepada orang lain, hal ini menunjukkan adanya disfungsi keluarga. Kata kunci: Buruh Pabrik, Disfungsi, Keluarga
THE MODEL OF SOCIAL SUPPORT OF PEOPLE IN THE EMPOWERMENT OF YOUTH AS AN EFFORT TO INCREASE SOCIAL FUNCTION Astutik, Juli; Sugiharto, Aan; Abidin, Zaenal
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.29755

Abstract

Abstract. This research was conducted to produce findings of peer social support models in adolescent empowerment to improve the social functioning of adolescent victims of drug abuse in Jabung District, Malang Regency. This research was conducted with a qualitative approach, descriptive type. The research subjects were determined purposively. Primary data is obtained through interviews, while secondary data is obtained from journals, print media, documents, articles, and literature. Data analysis is done by text analysis, analyzing what is implied in the data from both primary and secondary data collection results. Peer social support in empowering adolescents as an effort to improve the social functioning of adolescent victims of narcotics abuse in Jabung District, Malang Regency, includes (1) Emotional Support through activities of giving attention, caring, support, and empathy, (2) Award Support: giving appreciation in the form praise, giving rewards, (3) Instrumental Support: providing direct facilities and performance needs, (4) Information Support: Providing knowledge about the health and dangers of narcotics abuse, religious spirituality, (5) Social Network Support: building togetherness, cohesiveness, and mutual sharing. Peer social Support results in social functioning for adolescent victims of narcotics abuse so that: they 1) can fulfill their own daily needs, 2) can overcome their problems, 3) can carry out social roles both in the family and in the surrounding community, and 4) can develop self.Keywords: social Support, Narcotics Abuse, Social functioning Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan model dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Subyek penelitian ditentukan secara purporsive. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, media cetak, dokumen, artikel, maupun literatur. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis teks, dengan cara menganalisis hal yang tersirat dan tersurat dalam data hasil pengumpulan data baik secara primer maupun sekunder. Dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, meliputi: (1) Dukungan Emosional, melalui aktivitas pemberian perhatian, kepedulian, dukungan, empati (2) Dukungan Penghargaan: memberi apresiasi berupa pujian, pemberian reward, (3) Dukungan Instrumental: penyediaan kebutuhan fasilitas dan kinerja langsung, (4) Dukungan Informasi: Memberi pengetahuan tentang kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkotika, spiritual keagamaan, (5) Dukungan Jaringan Sosial: membangun kebersamaan, kekompakan dan saling sharing. Dari dukungan sosial teman sebaya ini menghasilkan keberfungsian sosial bagi remaja korban penyalahgunaan narkotika sehingga: 1) mampu memenuhi sendiri kebutuhannya sehari-hari, 2) mampu mengatasi masalahnya, 3) mampu melaksanakan peran sosial baik dalam keluarga maupun masyarakat sekitarnya dan 4) memiliki kemampuan mengembangkan diri sendiri.Kata kunci: Dukungan sosial, korban penyalahgunaan Narkotika, Keberfungsian sosial.