Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Methicillin–resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Identification Among Health Care Workers in the Intensive Care of Nusa Tenggara Barat Regional General Hospital Pristianingrum, Santy; Dasi, Palika Gita Dewi; Zainiati, Baiq Lely; Budi, Endar Trisno; Rahmah, Laila Annisa; Damayanti, Ida Ayu
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v12i1.441

Abstract

Healthcare workers (HCW’s) are the primary providers of services in healthcare facilities. The high frequency of contact between healthcare workers and patients renders them susceptible to the transmission of MRSA. This research was conducted to detect the presence of the MRSA using Mec A gene and their sensitivity with antibiotics among HCWs in the intensive care of the Nusa Tenggara Barat Regional General Hospital. This is cross-sectional study with purposive random sampling nostril swabs and information about daily routines of changing outfit HCW’s ICU, HCU, PICU rooms between January-March 2024. The examination included a microbiological examination and a PCR of the Mec A gene.Microbiological examination of 45 HCWs nostril swabs revealed the presence of 31 isolates of S.aureus, 25 of isolate were identified as Methicillin-Susceptible Staphylococcus aureus (MSSA), and 6 as MRSA. Four MRSA isolates from the HCW in ICU exhibited the highest resistant to Cefoxitin (75%), while two HCW’s PICU isolates demonstrated 100% resistant to Amoxicillin. The six MRSA isolates were confirmed positive for the Mec A gene by PCR examination using the Mec A primer at 532 bp, and three of them is a HCW’s who’s didn’t change clothes every day. The presence of the MRSA among HCWs in the intensive care unit of Nusa Tenggara Barat Regional General Hospital was 19%. Furthermore, it was found that all of S.aureus were still sensitif to vancomycin.Test ubah metadata
Deteksi Metichilin Resistance Staphylococcus Aureus (MRSA) Pada Peralatan Medis Yang Digunakan Di Ruang Rawat Inap RSUD Provinsi NTB Pristianingrum, Santy; Zainiati, Baiq Lely; Muttaqin, Zainul; Puspita, Fergy Desy; Arman, Rolly
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.220

Abstract

Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis bakteri yang timbul karena resistensi terhadap antibiotik, di pusat layanan kesehatan penyebaran bakteri-bakteri yang mengalami resistensi tersebut dapat melalui sentuhan pasien dengan tenaga medis atau peralatan medis yang digunakan di fasilitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan MRSA, resistensinya terhadap antibiotik serta mendeteksi keberadaan MRSA SSCmec tipe III. Sampel dari diafragma stetoskop dan manset tensimeter di ruang rawat inap RSUD Provinsi NTB, diperiksa secara mikrobiologi dan secara molekuler menggunakan teknik PCR (Polimerase Chain Reaction) menggunakan primer SSCmec Tipe III. Selama bulan Januari hingga Februari 2018 didapatkan sebanyak 20 sampel swab diafragma stetoskop dan 18 swab manset tensimeter. Pengambilan sampel dilakukan pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2018.  Hasil penelitian ditemukan sebanyak 2 isolat dari swab diafragma stetoskop (10%) dan 2 dari manset tensimeter (11.1%)  terdeteksi sebagai MRSA. Dari empat isolate tersebut semuanya masih sensitive terhadap Vancomycin, tiga isolate  resisten Clindamycin, Cefoxitin, dan Oxacilin, serta 1 isolat resisten Cefoxitin dan Oxacilin. Hasil pemeriksaan PCR pada 4 isolat MRSA menunjukkan tidak ditemukan MRSA SSCmec tipe III.
Pengetahuan dan Praktek Cuci Tangan Serta Memakai Masker di Kalangan Pengunjung Rumah Sakit di Masa Pandemi : Knowledge and Practice Hand Washing and Mask Wearing During Pandemic Among Hospital Visitor Pristianingrum, Santy; Tuti Surtimanah; Fergi Desi Puspita; Siti Utami Sulastri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2477

Abstract

Latar belakang: Di masa pandemi, edukasi mencuci tangan dan memakai masker sudah banyak dilakukan melalui berbagai metode dan media. Apakah edukasi tersebut telah diterapkan secara tepat oleh masyarakat masih perlu ditelaah, sehingga diharapkan bisa mencegah penularan COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan praktek cuci tangan serta memakai masker pada pengunjung rumah sakit, serta perbedaan pengetahuan dan praktek menurut jenis kelamin serta usia. Metode: Penelitian deskriptif korelasional dan komparatif dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021. Populasi adalah pengunjung RSUD Provinsi NTB dengan sampel 142 orang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data diolah menjadi tabel distribusi frekuensi, kemudian dilakukan uji hubungan Contingency Coefficient dan uji beda U Mann Whitney. Hasil: Terdapat hubungan signifikan (p<0,05) antara pengetahuan dengan praktek (langkah) mencuci tangan, serta antara pengetahuan dan praktek (langkah) memakai masker. Tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) pengetahuan dengan praktek mencuci tangan serta praktek memakai masker menurut jenis kelamin dan usia. Kesimpulam:Pengetahuan cara mencuci tangan dan memakai masker berhubungan dengan penerapannya secara benar. Hal ini diharapkan berkontribusi dalam pencegahan penularan COVID-19. Praktek mencuci tangan dan memakai masker dengan benar sebaiknya terus di edukasikan kepada masyarakat, serta diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sehingga menjadi kebiasaan hidup sehat sehari-hari.