Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pengelola Posyandu Remaja Di Kabupaten Bandung Tentang Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan: Peningkatan Kapasitas Pengelola Posyandu Remaja Di Kabupaten Bandung Tentang Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan Tuti Surtimanah; Sjamsuddin, Irfan Nafis; Nurdin, Kamal
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1370

Abstract

Background. Adolescents face many challenges and obstacles that come from within themselves and the environment, including health problems. Youth Integrated Service Post (Posyandu Remaja) is one of the youth empowerment efforts. Managers of Posyandu Remaja need to improve their communication skills. Objective. Increase the knowledge of Posyandu Remaja managers about health communication techniques for the community. Method. Workshop on health information communication techniques with 76 Posyandu Remaja managers. Results. Before the workshop the average knowledge score of participants was 7.87 and then changed significantly (p 0.037) to 8.26. Conclusion. The workshop increased the knowledge score about health communication techniques of Posyandu Remaja managers. Suggestion. Follow-up workshops on media materials and other materials needed in the management of Posyandu Remaja, including training of youth cadres. Abstrak Latar belakang. Remaja menghadapi banyak tantangan dan hambatan yang berasal dari dalam dirinya sendiri maupun lingkungan, termasuk masalah kesehatan. Pos Pelayanan Terpadu Remaja (posyandu remaja) merupakan salah satu upaya pemberdayaan remaja. Pengelola posyandu remaja perlu ditingkatkan keterampilannya dalam berkomunikasi. Tujuan. Meningkatkan kompetensi komunikasi informasi kesehatan para pengelola posyandu remaja. Metode. Lokakarya Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan dengan peserta pengelola posyandu remaja sebanyak 76 orang. Hasil. Sebelum lokakarya rata-rata nilai pengetahuan peserta 7,87 kemudian berubah  signifikan (p 0,037) menjadi 8,26.   Kesimpulan. Lokakarya meningkatkan secara signifikan nilai pengetahuan teknik komunikasi informasi kesehatan pengelola Posyandu remaja.  Saran. Lokakarya lanjutan materi media dan materi lain yang diperlukan dalam pengelolaan posyandu remaja termasuk pelatihan kader remaja.  
Analysis of Healthy Lifestyles According to Digital Health Literacy in Adolescent Girls Aged 11-19 Years Irfan Nafis Sjamsuddin; Tuti Surtimanah
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 1 No. 2 (2023): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v1i2.27

Abstract

Adolescent health problems are generally related to risky behavior and lifestyle. Adolescents' healthy lifestyles are influenced by various factors. one of which is health literacy. Teenagers tend to use new media as a source of information. so a different health literacy approach is needed namely digital health literacy. The research aims to determine the relationship between digital health literacy and a healthy lifestyle in adolescent girls aged 11-19 years. A research method is a descriptive analysis that uses secondary data. The population was 689 adolescent girl women aged 11-19 years. with a sample of 530 people selected purposively. The secondary data used was collected through interviews and anthropometric measurements. The data analysis is univariate and bivariate. The results showed that adolescent girls had good eating habits were 59.7%; 53.2% had good physical activity but 69.4% had smoked. Digital health literacy was 54.5% in the high category. and the literacy components of accessing information. evaluating. and applying information were mostly in the high category. The conclusion is there’s no relationship (p > 0.05) between digital health literacy and eating behavior. physical activity. and smoking behavior. However. there is a relationship (p<0.05) between the information access component and smoking behavior. It is necessary to study qualitatively related to this study.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Covid-19 Melalui Inovasi Metode Penyuluhan di Masa Pandemi: Increasing People Knowledge About Covid-19 Prevention Through Innovative Counseling Methods During a Pandemic Sjamsuddin, Irfan Nafis; Tuti Surtimanah; Andi Suhenda; Sudarta, Cherly Marlina; Rudi Bastaman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.647 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1953

Abstract

Latar Belakang: Kasus Covid-19 masih bertambah, promotor kesehatan dilatih agar menyuluh dengan materi serta metode sesuai kondisi pandemi agar masyarakat patuh melakukan perilaku pencegahan Covid-19. Tujuan penelitian mengetahui perubahan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Covid-19 setelah penyuluhan menggunakan berbagai metode. Metode: Penelitian kuantitatif, disain pra eksperimen pre-pos tes. Penyuluhan oleh 92 promotor kesehatan dari 24 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Bulan April 2021 dengan metode offline dan online dengan modul penyuluhan Covid-19 dari PPPKMI sebagai acuan materi. Sampel adalah sasaran penyuluhan 1.109 orang, dipilih secara purposif. Data pengetahuan diperoleh dari laporan praktek promotor kesehatan pasca pelatihan. Analisis beda pengetahuan dengan uji Wilxocon serta perhitungan efektifitas penyuluhan gave. Hasil: Sebanyak 69,9% sasaran penyuluhan berpengetahuan baik sebelum penyuluhan, meningkat menjadi 96,8% setelah penyuluhan. Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sasaran sebelum dan setelah penyuluhan dengan efektifitas tinggi. Penyuluhan langsung tatap muka, penggunaan video di WhatsApp memiliki efektifitas tinggi, namun efektifitas video conference sedang. Tidak berbeda signifikan perubahan pengetahuan sasaran yang tinggal di perdesaan dan perkotaan. Penyuluhan merubah pengetahuan efektifitas tinggi pada sasaran perempuan, namun efektifitas sedang pada sasaran laki-laki. Penyuluhan efektifitasnya tinggi bila dilakukan promotor kesehatan yang telah bekerja, namun efektifitasnya sedang bila promotor kesehatan belum bekerja. Kesimpulan: Metode penyuluhan offline dan online pada saat pandemi, efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Covid-19. Modul penyuluhan Covid-19 dari PPPKMI bisa dipakai sebagai acuan materi penyuluhan.
Pengetahuan dan Praktek Cuci Tangan Serta Memakai Masker di Kalangan Pengunjung Rumah Sakit di Masa Pandemi : Knowledge and Practice Hand Washing and Mask Wearing During Pandemic Among Hospital Visitor Pristianingrum, Santy; Tuti Surtimanah; Fergi Desi Puspita; Siti Utami Sulastri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2477

Abstract

Latar belakang: Di masa pandemi, edukasi mencuci tangan dan memakai masker sudah banyak dilakukan melalui berbagai metode dan media. Apakah edukasi tersebut telah diterapkan secara tepat oleh masyarakat masih perlu ditelaah, sehingga diharapkan bisa mencegah penularan COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan praktek cuci tangan serta memakai masker pada pengunjung rumah sakit, serta perbedaan pengetahuan dan praktek menurut jenis kelamin serta usia. Metode: Penelitian deskriptif korelasional dan komparatif dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021. Populasi adalah pengunjung RSUD Provinsi NTB dengan sampel 142 orang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data diolah menjadi tabel distribusi frekuensi, kemudian dilakukan uji hubungan Contingency Coefficient dan uji beda U Mann Whitney. Hasil: Terdapat hubungan signifikan (p<0,05) antara pengetahuan dengan praktek (langkah) mencuci tangan, serta antara pengetahuan dan praktek (langkah) memakai masker. Tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) pengetahuan dengan praktek mencuci tangan serta praktek memakai masker menurut jenis kelamin dan usia. Kesimpulam:Pengetahuan cara mencuci tangan dan memakai masker berhubungan dengan penerapannya secara benar. Hal ini diharapkan berkontribusi dalam pencegahan penularan COVID-19. Praktek mencuci tangan dan memakai masker dengan benar sebaiknya terus di edukasikan kepada masyarakat, serta diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sehingga menjadi kebiasaan hidup sehat sehari-hari.
Edukasi Langkah Cuci Tangan dan Memakai Masker Kepada Penunggu Pasien di Ruang Perawatan Non COVID-19: Education on how to Wash Hands and Wear Masks to the Patient Waiters in the Non-COVID-19 Treatment Room Putu Suryadi; Tuti Surtimanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2666

Abstract

Pendahuluan: Kepatuhan penerapan protokol kesehatan penunggu pasien rumah sakit masih kurang, termasuk memakai masker dan mencuci tangan. Kondisi ini menjadi potensi penularan COVID-19, sehingga memerlukan edukasi. Tujuan: Studi ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, penerapan cuci tangan dan masker serta praktek cuci tangan dan masker setelah edukasi. Metode: penelitian pre-eksperimental only posttest. Wawancara dengan kuesioner digunakan pada penilaian awal. Edukasi dilakukan secara langsung menggunakan metode demontrasi. Praktek langkah cuci tangan dan memakai masker diobservasi setelah edukasi. Analisis dilakukan deskripsi tiap variabel, uji hubungan pengetahuan dan praktek langkah mencuci tangan maupun memakai masker, serta uji beda variabel menurut jenis kelamin, usia dan ruangan perawatan. Hasil: Hasil menunjukan 40% penunggu pasien rumah sakit menyatakan mengetahui langkah mencuci tangan pada penilaian awal, setelah edukasi 43,3% melakukan praktek langkah cuci tangan dengan benar. Sejumlah 58,3% penunggu pasien rumah sakit menyatakan mengetahui langkah memakai masker pada penilaian awal, setelah edukasi 81,7% melakukan praktek langkah memakai masker dengan benar. Adanya hubungan signifikan p value = 0.000 < α 0.05 antara pengetahuan enam langkah cuci tangan dan hubungan signifikan p value = 0,021 antara pengetahuan empat langkah memakai masker berdasarkan penilaian awal dengan praktek setelah mendapat edukasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dengan praktek mencuci tangan serta memakai masker. Tidak ada perbedaan pengetahuan dan praktek mencuci tangan maupun memakai masker menurut usia, jenis kelamin dan ruangan perawatan
Determinan Gejala Anemia pada Remaja Putri: Determinants of Anemia Symptoms in Adolescent Girls Tuti Surtimanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3449

Abstract

Latar belakang: Tahun 2018 sebanyak 48,9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia, dengan gejala lesu, lelah, letih, lemah dan lunglai. Diagnosis anemia mengacu hasil pemeriksaan Hb, namun di lapangan sering tidak bisa dilakukan dan upaya penanganan mengacu gejala yang muncul. Penyebab langsung anemia mencakup status nutrisi, perilaku makan, kurang zat besi, pola menstruasi, infeksi parasit. Penyebab tidak langsung mencakup pengetahuan, sikap, karakteristik demografis. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui determinan gejala anemia pada remaja putri usia 12-18 tahun. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif disain potong lintang. Populasi 689 remaja putri usia 12-18 tahun, dengan sampel 419 orang dipilih secara purposif. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran anthropometri. Penelitian dilakukan Januari – Februari 2023. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji regresi logistik bivariat dan multivariat. Hasil: Variabel akses jamban sehat, usia remaja, akses informasi Tablet Tambah Darah (TTD), pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD menjadi faktor determinan (p < 0,05) gejala anemia dengan OR < 1. Pengetahuan kapan minum TTD dikontrol praktek minum TTD menjadi determinan gejala anemia (p 0,000 – OR 4,441). Praktek minum TTD dikontrol pengetahuan kapan minum TTD menjadi determinan gejala anemia (p 0,006 – OR 1,969). Kesimpulan: Variabel akses jamban sehat, usia remaja, akses informasi tentang TTD, pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD menjadi faktor determinan (faktor protektif) gejala anemia pada remaja putri. Variabel pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD secara bersama menjadi determinan (faktor risiko) terjadinya gejala anemia pada remaja putri.