Teresna Anindhita, I Gusti Agung Istri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Is it true that interventions based on parent training are effective in helping parents who experience parental stress? Teresna Anindhita, I Gusti Agung Istri; Yudiarso, Ananta
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i1.12271

Abstract

Various interventions based on parent training have been proven to assist parents in addressing their children's issues. However, as an intervention approach aimed at helping parents develop effective skills and strategies in raising their children, the effectiveness of parent training still needs to be reassessed. Further analysis will be conducted in this study. This research is a meta-analysis aiming to examine the effectiveness of parent training interventions in reducing parental stress. The total number of participants in this study is 1,072 individuals, accumulated from nine relevant literature sources and divided into 532 individuals in the experimental group and 540 individuals in the control group. It has been found that among the nine scientific literatures, parent training only has a small effect size on reducing parental stress. The analysis results indicate that parent training interventions have a small effect in reducing parental stress, with an effect size of g = -0.038. This suggests that despite the interventions being implemented, their impact is minimal. Therefore, it can be concluded that parent training interventions do not significantly reduce parental stress levels. These findings highlight the need for a review or enhancement of intervention methods to be more effective in addressing parental stress.Berbagai intervensi berdasarkan parent training telah terbukti dapat membantu orang tua mengatasi permasalahan yang dimiliki oleh anak mereka. Namun, sebagai suatu pendekatan intervensi yang memiliki tujuan untuk membantu orang tua dalam mengembangkan keterampilan dan strategi yang efektif dalam mendidik anak mereka, efektivitas parent training masih perlu dianalisis kembali. Analisis akan dilakukan lebih lanjut dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian meta-analiasis yang bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan intervensi berdasarkan parent training untuk menurunkan parental stress (stres orang tua).  Jumlah keseluruhan partisipan dalam penelitian ini sebanyak 1.072 orang yang merupakan hasil akumulatif dari sembilan literatur penelitian yang sesuai dan  terbagi menjadi 532 orang ke dalam kelompok eksperimen, 540 orang ke dalam kelompok kontrol. Telah diketahui bahwa dari sembilan literatur ilmiah, parent training hanya memiliki efek yang kecil (small effect size) bagi menurunnya parental stress. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi berbasis pelatihan orang tua memiliki efek yang kecil dalam menurunkan stres orang tua, dengan ukuran efek sebesar g = -0,038. Hal ini menandakan bahwa meskipun intervensi dilakukan, dampaknya hanya sedikit. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis pelatihan orang tua tidak secara signifikan mengurangi tingkat stres orang tua. Hasil ini menyoroti perlunya peninjauan ulang atau peningkatan metode intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi stres orang tua.
HUBUNGAN STRES INFERTILITAS DENGAN KESEPIAN PADA WANITA INFERTIL DI BALI Teresna Anindhita, I Gusti Agung Istri; Retnoningtias, Diah Widiawati; Ayuningtias, Agnes Utari Hanum
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 1: Februari 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i1.1411

Abstract

Kesepian merupakan salah satu fenomena kehidupan yang dapat dialami oleh siapa saja dan oleh seluruh kalangan usia. Kesepian dapat muncul ketika seseorang menghakimi dirinya apabila tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau tidak dapat menjadi sosok individu yang diinginkannya. Hal ini dapat memunculkan perasaan kegagalan dalam diri seseorang yang salah satunya diakibatkan karena belum hadirnya seorang anak dalam pernikahan pasangan suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres infertilitas dengan kesepian pada wanita infertill di Bali. Partisipan dalam penelitian ini adalah 119 orang wanita yang telah menikah selama (minimal) satu tahun, tidak menggunakan alat kontrasepsi, belum memiliki keturunan, dan bertempat tinggal di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi The Copenhagen Multi-centre Psychosocial Infertility Fertility Problem Stress Scales (COMPI FPSS) dan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang masing-masing telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan telah melalui proses uji kesahihan dan keajegan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan statistika non-parametrik dan diperoleh hasil bahwa r hitung > r tabel (0.336 > 0.05) yang juga menunjukkan bahwa semakin tinggi stres infertilitas yang dimiliki wanita infertil, semakin tinggi pula kesepian yang dirasakannya dan begitu pula sebaliknya. Berdasarkan nilai r hitung sebesar 0.366, stres infertilitas dan kesepian telah ditemukan memiliki tingkat hubungan yang lemah karena terdapat faktor-faktor lain diluar stres infertilitas yang dapat menyebabkan munculnya perasaan kesepian. Selain itu, antara  kategori skor stres infertilitas dan kategori skor kesepian dengan kategori usia kronologis dan kategori usia pernikahan partisipan juga ditemukan tidak memiliki hubungan. Â