p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wawasan Kesehatan
Widiantoro, Rodi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROGRAM AMBULASI DINI TERHADAP PERUBAHAN FREKUENSI PERNAPASAN PASIEN POST OPERASI Widiantoro, Rodi
Wawasan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.493 KB)

Abstract

Program Ambulasi Dini Terhadap Perubahan Frekuensi Pernapasan Pada Pasien Post Operasi. Ambulasi dini merupakan kebijakan membimbing penderita turun dari tempat tidur dan berjalan secepat mungkin. Ambulasi dini adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka pasien pasca Operasi serta dapat mengurangi risiko komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh program ambulasi dini terhadap perubahan frekuensi pernapasan pada pasien paska operasi. Rancangan penelitian quasi-eksperimantal dengan post-test only dengan jumlah sampel 99 responden, 75 responden sebagai kelompok intervensi dan 24 responden kelompok kontrol, yang diambil secara random sampling technique. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden berusia 31 tahun (kontrol), 45 tahun (intervensi), jumlah pasien operasi pada laki-laki (58%), opersi mayor (78%), HB normal: (73,7%). Berdasarkan uji mann whitney test terdapat perbedaan signifikan untuk pernapasan pasien operasi antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p =<0,05. Hasil uji beda regresi logistik ordinal didapatkan bahwa ambulasi dini memberikan pengaruh secara signifikan terhadap perubahan frekuensi pernafasan pasien post operasi. Berdasarkan hasil odd Ratio, dijelaskan bahwa variabel jenis operasi memiliki kontribusi terbesar terhadap perubahan pernafasan pasien post operasi sebesar 44,3 %. Penelitian ini merekomendasikan perlunya aplikasi program ambulasi dini, karena program tersebut dapat meningkatkan frekuensi pernapasan pasien post operasi.
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP SERTA IMPLIKASI PERILAKU KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DI PUSKESMAS PAJAGAN RANGKASBITUNG TAHUN 2021 Widiantoro, Rodi
Wawasan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis dan merupakan infeksi paling umum di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap serta implikasi perilaku kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest dan posttest nonequivalent control group. Karakteristik responden mayoritas: berdasarkan umur sebanyak 45 (45,4%) responden dengan umur 16-25 tahun; berdasarkan jenis kelamin sebanyak 57(57,5%) responden laki-laki; berdasarkan pekerjaan sebanyak 66 (66,7%) responden adalah tidak bekerja dan berdasarkan pendidikan yang mayoritas SMA sebanyak 38 (38,3%). responden. Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa ada perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 (nilai<0,5); Ada perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan minum OAT antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai (p value=0,000;<0,5). uji keseluruahan model fit stastitik diketahui bahwa variabel independen (intervensi, umur, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan ) selanjutnya pada variabel independen secara simultan memberikan akurasi yang baik untuk memprediksi perubahan sikap setelah intervensi sebesar 44,270 dengan (p value=0,000;<0,05), sedangkan variabel kepatuhan minum OAT dapat memberikan secara simultan akurasi yang baik untuk memprediksi perubahan kepatuhan minum OAT setelah intervensi sebesar 16,774 dengan (p value=0,001;<0,05).
GAMBARAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PAJAGAN KABUPATEN LEBAK TAHUN 2023 Widiantoro, Rodi
Wawasan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi diabetes melitus di Propinsi Banten mengalami peningkatan pada tahun 2019 sebanyak 1,3%, sedangkan pada tahun 2022 sebanyak 2,5% penderita. Berdasarkan data dinas kesehatan Kabupaten Lebak tahun 2022, tercatat sebanyak 4.921 orang atau 2,96% penderita diabetes dengan insulin dan tanpa insulin. Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan gambaran kepatuhan diet pasien Diabetes Melitus tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan sampel 67 responden. Penelitian ini hanya memiliki distribusi frekuensi tentang kepatuhan diet pada pasien DM type 2. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa lebih dari separuh responden 51 orang (76,1%) tidak patuh terhadap jumlah makanan sesuai diet pasien Diabetes Melitus tipe 2. Lebih dari separuh responden 53 (79.1%) tidak patuh terhadap jenis makanan sesuai diet pasien Diabetes Melitus tipe 2. Lebih dari separuh responden 58 orang (86,6%) tidak patuh terhadap jadwal makanan sesuai diet pasien Diabetes Melitus tipe 2. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti menyarankan kepada petugas setiap memberikan informasi pendidikan kesehatan tentang kepatuhan diet pada pasien Diabetes Melitus
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA ALAM PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN AKPER YATNA YUANA LEBAK Widiantoro, Rodi
Wawasan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kesiapsiagaan terhadap bencana dapat menimbulkan risiko dan dampak kerugian yang lebih besar. Mahasiswa Keperawatan di Akademi Keperawatan Yatna Yuana Lebak harus kompeten dalam menghadapi pelayanan kesehatan saat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap kesiapsiagaan bencana alam pada mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Yatna Yuana Lebak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan total sampel sebanyak 63 responden sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 menggunakan kuesioner yang mencakup faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan, yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap risiko bencana, yaitu sebesar 73%. Gambaran sikap responden menunjukkan bahwa 61,9% memiliki sikap positif terhadap risiko bencana. Selain itu, 57,1% responden mampu melakukan tindakan terhadap kesiapsiagaan bencana.Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,640) dan pengetahuan dengan tindakan (p=0,870). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan (p=0,041). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap kesiapsiagaan bencana alam pada mahasiswa keperawatan tergolong baik. Diharapkan mahasiswa dan pihak akademik kampus terus mengembangkan pendidikan bencana sebagai bekal yang memadai dalam menjalani profesi, terutama dalam situasi bencana.