Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbedaan Rerata Kadar Albumin Pasien Lupus Eritematosus Sistemik berdasarkan Derajat Aktivitas Penyakit di RSUP Dr. M. Djamil Padang Ulti, Zifa Amanda; Elvira, Dwitya; Firdawati; Efrida; Raveinal; Aliska, Gestina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i4.1478

Abstract

Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun kompleks yang dapat menyerang berbagai pertahanan sistem tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan pembentukkan autoantibodi sehingga dapat menyebabkan inflamasi kronis yang berujung pada kerusakkan jaringan tubuh. Aktivitas Penyakit LES diduga dapat mempengaruhi kadar albumin di dalam tubuh.    Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata kadar albumin pasien LES berdasarkan derajat aktivitas penyakit di RS M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien LES rawat jalan dan rawat inap di RS M. Djamil Padang yang dikumpulkan secara consecutive sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji one way annova. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan mayoritas pasien LES berada di rentang usia 26−35 tahun (44,1%), berjenis kelamin perempuan (100%). Lebih dari setengah pasien LES mengalami hipoalbuminemia (76,3%), sebagian besar pasien memiliki derajat aktivitas penyakit sedang (39%). Rerata kadar albumin terendah ditemukan pada pasien dengan derajat aktivitas penyakit berat sebesar 2,25 g/dL. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata kadar albumin pasien LES. Rerata kadar albumin terendah pasien LES ada pada kelompok derajat aktivitas penyakit berat. Rerata kadar albumin tertinggi pasien LES ada pada kelompok derajat aktivitas penyakit ringan.
Diagnosis dan Tata Laksana Urtikaria Kronik: Tinjauan Pustaka Retno Eka Sari; Raveinal
Cermin Dunia Kedokteran Vol 53 No 04 (2026): April 2026
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v53i04.1509

Abstract

Chronic urticaria is an inflammatory skin condition characterized by urticarial skin lesions, angioedema, or both, occurring continuously or sporadically for 6 weeks or more, and may be spontaneous or induced by specific factors. The impact of chronic urticaria significantlyincludes physical discomfort as well as mental health disturbances (particularly anxiety and depression), sexual dysfunction, impaired interpersonal relationships, and limitations in daily activities including work and school. Diagnosis is established based on clinical historyand physical examination, with additional investigations performed in selected cases to exclude secondary causes. Management includes antihistamines as first-line therapy, with treatment escalation based on patient response. This individualized therapeutic approach follows a step-up or step-down principle based on the level of disease control. The treatment target is disease remission, indicated by a sustained urticaria activity score (UAS) of 0, controlled disease with a urticaria control test (UCT) score of 16, and normalization of quality of life. A good understanding of this condition along with proper patient education is essential to help control symptoms and improve overall quality of life.