Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Juripol

Artificial Intelligence (AI) sebagai Asisten Konseling Mandiri dalam Membantu Mengelola Masalah Rumah Tangga Pemicu Perceraian pada Ibu Rumah Tangga Generasi Z di Kota Medan Ardiyanti, Silva; Al Rasya, Luthfi; Siregar, Vina Choirunnisa
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 9 No. 1 (2026): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial intelligence (AI) telah membuka kemungkinan baru dalam penyiapan dukungan emosional berbasis teknologi, termasuk sebagai alat konseling mandiri bagi orang-orang yang mengalami kesulitan dalam hubungan rumah tangga mereka. Studi ini bertujuan untuk meneliti peran AI sebagai asisten konseling mandiri pada ibu rumah tangga Generasi Z di Kota Medan dalam mengelola konflik rumah tangga yang dapat mengarah pada perceraian. Studi ini menggunakan desain kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 informan dan dianalisis menggunakan model Miles & Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui tringulasi sumber, member checking dan peer debriefing. Hasil menunjukkan bahwa AI dapat menyediakan ruang emosional yang aman, refleksi diri, dan regulasi emosional ketika informan mengalami stres, kebingungan, atau kesulitan berkomunikasi dengan pasangan mereka. Informan menggunakan AI untuk menenangkan diri, mendapatkan perspektif alternatif, membangun hubungan baik, dan mempertimbangkan implikasi jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Penggunaan AI sering membantu menunda kejadian menakutkan, mengurangi konflik, dan mencegah masalah semakin meluas. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan, termasuk sensitivitas yang terbatas terhadap nilai budaya, potensi bias pemahaman dalam menghormati keluarga, dan risiko mengandalkan nasihat berbasis teks. Oleh karena itu, AI dirancang bukan untuk menggantikan konselor profesional, tetapi sebagai alat konseling mandiri sebagai titik awal sebelum mencari bantuan kepada orang lain. Temuan ini memiliki implikasi untuk pengembangan model dukungan sosial keluarga berbasis internet yang aman, fleksibel, dan tidak menimbulkan stigma bagi ibu rumah tangga di daerah perkotaan.