Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Frekuensi kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2012-2017 Arina Sani Nafisa; Abel Tasman Yuza; Seto Adiantoro Sadputranto
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.21446

Abstract

Pendahuluan: Kelainan dento skeletal adalah kelainan pada gigi geligi yang berdampak pada gangguan fungsi rahang, hubungan gigi dan penampilan wajah. Pada kelainan dento skeletal penggunaan alat ortodontik memiliki keterbatasan dalam mengoreksinya sehingga dibutuhkan perawatan bedah. Bedah ortognatik dan osteodistraksi merupakan pilihan perawatan yang dapat dijalani.. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran serta jumlah kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di SMF Bedah Mulut dan Maksilofasial pada periode 2012 – 2017. Metode: Jenis penelitian adalah dekriptif retrospektif. Sampel penelitian adalah rekam medis pasien kasus kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di  SMF Bedah Mulut dan Maksilofasial RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2012 – 2017 yang dipilih dengan pendekatan purposive sampling. Hasil: Kelainan dento skeletal dengan jumlah kasus penanganan bedah ortognatik paling banyak terjadi pada tahun 2017, berjumlah 19 kasus. Jumlah kasus penanganan osteodistraksi paling banyak terjadi pada tahun 2017, sebanyak 2 kasus. Teknik pembedahan ortognatik yang paling sering digunakan adalah kombinasi Le Fort 1 dan BSSO yaitu sebanyak 64,11% sedangkan untuk teknik pembedahan osteodistraksi yang paling sering digunakan adalah teknik distraksi maksila sebanyak 50%. Simpulan: Pasien kelainan dento skeletal pada RSUP Hasan Sadikin periode 2012 -2017 yang ditangani dengan bedah ortognati sebanyak 39 orang (24%) dan sebanyak 4 orang (2,5%) ditangani dengan osteodistraksi.Kata kunci: Kelainan dento skeletal, bedah ortognatik, bedah osteodistraksi.
A large radiolucent lesion with impacted teeth: was it an ameloblastoma or a dentigerous cyst? a case report Rahmadini, Galih; Sam, Belly; Sitam, Suhardjo; Azhari, Azhari; Sadputranto, Seto Adiantoro
Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI) Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)
Publisher : Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jrdi.v7i3.1073

Abstract

Objectives: This case report aims to describe a large radiolucent lesion associated with an impacted tooth from CBCT radiographs. Case Report: A 19-year-old woman was referred to have a CBCT examination in the dentomaxillofacial radiology unit in Dental Hospital Universitas Padjadjaran with swelling on the palatal side of the face and a lump on the gum at the upper right unerupted canine and premolar. The CBCT examination results showed impacted teeth 13 and 14 with a large radiolucent lesion with a well-defined and corticated border surrounding teeth 13 and 14, expanding into the maxillary sinus and nasal cavity. Oral hygiene was in good condition. The facial profile looked asymmetrical. Conclusion: Based on the CBCT result in terms of location and radiographic feature, this extensive radiolucent lesion led to a suspect radiodiagnosis of the ameloblastoma. Histology examinations are required to establish a definitive diagnosis. A cyst wall lined with odontogenic squamous epithelium was confirmed in the histology result examination.