Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Result Implementation Of Finger Hold On Laparatomy Post-Operative Patients at The HCU Cempaka Room Of Dr. Moewardi Regional General Hospital (RSUD) in Surakarta Maiyun, Niken Palupy; Prajayanti, Eska Dwi; Wulandari, Isti
Journal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v3i2.76

Abstract

Background: Surgery induces changes in the body's tissue structure, triggering the body's recovery response to maintain balance (homeostasis). This process involves chemical reactions in the body that produce pain sensations in patients. Finger hold technique is a combination of deep breathing relaxation and grasping the fingers relatively quickly. The sensation experienced during the use of this technique provides a deeper sense of comfort and relaxation, as well as increasing tolerance to pain. Purpose:  To determine the outcomes of applying finger hold technique on laparatomy post-operative patients at the HCU Cempaka of Dr. Moewardi Regional General Hospital (RSUD) in Surakarta. Methods: The type of research is descriptive research in the form of a case study involving 2 postoperative patients. The research instrument uses the Numeric Rating Scale (NRS) to measure the pain scale. Results: The results of the study showed that before the application of finger grip therapy, Mrs. S obtained an NRS score of 8 (severe pain), while Mrs. N obtained an NRS score of 9 (severe pain). After the application of finger grip therapy for 3 consecutive days, Mrs. S obtained an NRS score of 3, likewise for Mrs. N after the application, an NRS score of 3 was obtained. Conclusion: After applying finger grip for 3 consecutive days on Mrs. S and Mrs. N, it can be concluded that there was a decrease in the level of pain in both patients from severe pain to mild pain.
PENERAPAN DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF BEDAH MAYOR DI BANGSAL FLAMBOYAN 7 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.MOEWARDI SURAKARTA Syafi’i Ma’arif, Imtihan; Wulandari, Isti; Dwi Prajayanti, Eska
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32903

Abstract

Tindakan operasi bedah telah menjadi komponen pelayanan kesehatan yang essensial pada banyak negara di dunia. World Health Organization (WHO) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah di lakukan di seluruh Dunia. Tercatat di tahun 2020 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2020 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Gejala kecemasan yang dialami pasien pre operasi dapat menyebabkan munculya tandatanda stimulasi simpatis dan stres. Untuk mengatasi kecemasan terapi non farmakologinya yaitu dengan dzikir. Mengetahui hasil penerapan “Terapi Dzikir Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Oprasi Bedah Mayor Di Bangsal Flamboyan 7 RSUD dr. Moewardi Surakarta”. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus ini menggunakan One grub Pretest dan Postest, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS), penerapan menggunakan terapi dzikir. Menunjukkan data sesudah dilakukan penerapan terapi dzikir di dapatkan pasien mengalami penurunan kecemasan selama di ruang bangsal flamboyan 7. Diperoleh hasil Ny.E dan Ny.W mengalami kecemasan ringan. Terapi dzikir yang di lakukan di ruang bangsal flamboyan 7 dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre oprasi yang sebelum di lakukan di kategorikan cemas sedang kemudian turun menjadi cemas ringan.
PENERAPAN GUIDE IMAGERY RELAXATION UNTUK MENURUNKAN NYERI PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Devi, Sinta Septiana; Husain, Fida'; Wulandari, Isti
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Nopember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: cedera kepala merupakan kondisi dimana struktur kepala mengalami benturan dari luar dan berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi otak kondisi cedera kepala meliputi luka ringan, memar di kulit kepala, bengkak, perdarahan, dislokasi. Tujuan: untuk mengetahui hasil penerapan Guide Imagery Relaxation dalam menurunkan nyeri Metode Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif dengan studi kasus pada penerapan ini dilakukan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale kepada 2 responden dengan diagnosa Cedera Kepala Ringan dilakukan selama 1x dalam sehari dengan waktu 15 menit. Hasil: penerapan yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pada responden I mengalami penurunan skala nyeri dari skala 6 ke skala 3, sedangkan pada responden II mengalami peningkatan skala nyeri dari skala 6 ke skala 2 Kesimpulan: Pemberian terapi Guide Imagery Relaxation dapat dijadikan salah satu teknik non farmakologi atau intervensi mandiri mengurangi rasa nyeri pada pasien Cidera Kepala Ringan.