Fatah Saiful Anwar
Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ DI MTS AL-MUHSIN II DALAM MENUMBUHKAN MINAT TILAWATIL QURAN Fatah Saiful Anwar; Erni Munastiwi
Jurnal Isema : Islamic Educational Management Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Islamic Education Management
Publisher : Laboratorium Jurusan S1 Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/isema.v6i1.9356

Abstract

Pengajaran Al-Quran di sekolah sangat perlu dengan kegiatan atau program khusus agar dapat memenuhi tuntutan pendidikan Islam di madrasah formal. Penelitian ini berusaha untuk meneliti bagaimana implementasi program Tahfidz Al-Quran di madrasah formal dan imbasnya terhadap minat peserta didik dalam kegiatan Tilawatil Quran di sekolah, mengacu pada model-model pengajaran Al-Quran di sekolah meliputi metode, strategi, maupun penyampainnya. Jenis penelitian ini termasuk kualitatif dan sebagai model pengembangan konsep, teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan trianggulasi dan reduksi data, dan kesimpulan. Hasilnya menunjukan bahwa upaya implementasi program tahfidz di Madrasah Tsanawiyah Al-Muhsin II akan memiliki daya tarik terhadap minat anak didik dalam Tilawah Al-Quran apabila dikemas dengan beberapa hal pendukung meliputi kompetensi guru yang baik, dukungan fisik maupun nonfisik, metode ajar yang menarik, elaborasi pengajaran yang baik, dan juga buku panduan tahfidz yang menjadi rujukan harus jelas. Dengan hal inilah akan dapat menarik minat anak didik dalam kegiatan Tilawatil Quran.
PERAN NILAI AGAMA, PANCASILA DAN BUDAYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI Silva Ardiyanti; Rina Nur Bashiroh; Fatah Saiful Anwar
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.116 KB) | DOI: 10.24952/alathfal.v1i1.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran nilai agama, Pancasila dan budaya dalam membentuk karakter anak usia dini. Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu sarana dalam membentuk karakter guna melahirkan para generasi muda penerus bangsa. Pendidikan tidak hanya lakukan secara formal namun juga non-formal, pendidikan memiliki tujuan yang sama yaitu membentuk karakter anak. Anak usia dini merupakan masa yang paling berarti dan tepat dalam mengukir, mengembangkan, membimbing dan menanamkan nilai serta moral dan keterampilan hidup anak. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak berada ditahap tercepat melingkupi perkembangan berbagai aspek. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library reseach) yaitu mengumpulkan dan menganalisis data dengan menggunakan buku-buku maupun literatur-literatur lainnya sebagi objek utama. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Sedangkan Analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya pendidikan karakter agama di bentuk melalui rohani yang matang agar membuat manusia semakin manusiawi, dan pendidikan karakter pancasila adalah merupakan sistem nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai termasuk dalam pembukaan UUD 1945 dan pancasila sehingga pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan pancasila dan pendidikan budaya merupakan nilai-nilai luhur budaya telah menjadi sudah merupakan milik bangsa sebagai potensi yang tak ternilai harganya untuk pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Model Pengajaran Sistem Perilaku: Belajar Dari Simulasi Sepma Pulthinka Nur Hanip; Fatah Saiful Anwar; Ahmad Salim
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.451 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2020.11(2).113-123

Abstract

Artikel ini membahas terkait pentingnya pembelajaran yang terintegrasi antara dunia belajar anak dengan realitas kehidupan yang melingkupinya. Artikel ini ditulis berdasarkan pentingnya penekanan pada model pembelajaran yang mengarah pada peningkatan daya kognitif, afektif mapun psikomotorik secara komprehensif. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah melalui pembelajran sistem perilaku yakni belajar dari simulasi. Metode penelitian yang dipakai adalah library research (studi kepustakaan) dengan cara mengumpulkan buku, jurnal, maupun lainnya seputar isu utama dalam penelitian. Analisis data secara  induktif, tema dibangun dari bawah ke atas (induktif) kemudian mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak, hal ini perlu dilakukan berulang-ulang agar peneliti dapat membangun tema secara utuh. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran simulasi bisa dijadikan salah satu cara dalam sistem pembelajaran yang komprehensif, di mana guru dituntut untuk berpikir kritis terkait pembelajaran. Ada empat hal pokok: menjelaskan, penengah, pembina, berdiskusi.
Peran Nilai Agama, Pancasila dan Budaya dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Silva Ardiyanti; Rina Nur Bashiroh; Fatah Saiful Anwar
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.116 KB) | DOI: 10.24952/alathfal.v1i1.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran nilai agama, Pancasila dan budaya dalam membentuk karakter anak usia dini. Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu sarana dalam membentuk karakter guna melahirkan para generasi muda penerus bangsa. Pendidikan tidak hanya lakukan secara formal namun juga non-formal, pendidikan memiliki tujuan yang sama yaitu membentuk karakter anak. Anak usia dini merupakan masa yang paling berarti dan tepat dalam mengukir, mengembangkan, membimbing dan menanamkan nilai serta moral dan keterampilan hidup anak. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak berada ditahap tercepat melingkupi perkembangan berbagai aspek. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library reseach) yaitu mengumpulkan dan menganalisis data dengan menggunakan buku-buku maupun literatur-literatur lainnya sebagi objek utama. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Sedangkan Analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya pendidikan karakter agama di bentuk melalui rohani yang matang agar membuat manusia semakin manusiawi, dan pendidikan karakter pancasila adalah merupakan sistem nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai termasuk dalam pembukaan UUD 1945 dan pancasila sehingga pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan pancasila dan pendidikan budaya merupakan nilai-nilai luhur budaya telah menjadi sudah merupakan milik bangsa sebagai potensi yang tak ternilai harganya untuk pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Model Pengajaran Sistem Perilaku: Belajar Dari Simulasi Nur Hanip, Sepma Pulthinka; Anwar, Fatah Saiful; Salim, Ahmad
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2020.11(2).113-123

Abstract

Artikel ini membahas terkait pentingnya pembelajaran yang terintegrasi antara dunia belajar anak dengan realitas kehidupan yang melingkupinya. Artikel ini ditulis berdasarkan pentingnya penekanan pada model pembelajaran yang mengarah pada peningkatan daya kognitif, afektif mapun psikomotorik secara komprehensif. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah melalui pembelajran sistem perilaku yakni belajar dari simulasi. Metode penelitian yang dipakai adalah library research (studi kepustakaan) dengan cara mengumpulkan buku, jurnal, maupun lainnya seputar isu utama dalam penelitian. Analisis data secara  induktif, tema dibangun dari bawah ke atas (induktif) kemudian mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak, hal ini perlu dilakukan berulang-ulang agar peneliti dapat membangun tema secara utuh. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran simulasi bisa dijadikan salah satu cara dalam sistem pembelajaran yang komprehensif, di mana guru dituntut untuk berpikir kritis terkait pembelajaran. Ada empat hal pokok: menjelaskan, penengah, pembina, berdiskusi.