Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Risiko Kelelahan Kerja pada Operator SPBE PT Putra Arba Mandiri: Risk Factors for Fatigue among SPBE Operators of PT Putra Arba Mandiri Politon, Fellysca V. M.; Christine, Christine
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2020): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i2.244

Abstract

Kelelahan kerja merupakan stress yang banyak dirasakan oleh pekerja dalam bidang pelayanan terhadap manusia lainnya, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kepolisian, keagamaan. Suatu study mengenai kesehatan mental pekerja menemukan bahwa orang-orang yang mengalami perasaan tidak simpatik terhadap kliennya atau konsumen yang dilayaninya kepada rekan kerjanya dapat menciptakan suasana negatif diantara satuan kerja tersebut. Tujuan diketahuinya faktor risiko kelelahan kerja pada operator SPBE PT putra arba mandiri. Jenis penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator SPBE PT Arba Mandiri. Sampel diambil dengan random sampling atau pengambilan sampel secara acak dimana anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel yaitu 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kelelahan kerja tinggi sebanyak 1 responden (2,9%). Kesimpulan kelelahan kerja banyak dialami pada umur >40 tahun sebesar 80%, dengan tekanan darah rendah sebanyak 100% dan indeks massa tubuh yang kurang sebesar 50%. Saran bagi perusahaan diharapkan untuk meningkatkan perhatian bagi kesehatan dan keselamatan para pekerja SPBE dengan berupaya agar pekerja dapat bebas dari alcohol dan bahan psikotropika berbahaya lainnya melalui pelaksanaan medical checkup secara rutin, dan para pekerja disarankan untuk berolahraga untuk menjaga stamina, cuti dan liburan diselenggarakan sebaik– baiknya.
Pengetahuan dan Sikap Guru Tentang Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Di Daerah Rawan Tsunami Kota Palu Christine, Christine; Politon, Fellysca V. M.; Ellen
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap guru tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di SDN 01 dan SDN 02 Talise Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, populasi dan sampel adalah guru di SDN 01 dan SDN 02 Talise Kota Palu sejumlah 43 orang (23 orang di SDN 01 Talise dan 20 orang di SDN 02 Talise Kota Palu). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami, yang berpengetahuan baik sebanyak 22 responden (51,2%), yang cukup sebanyak 20 responden (46,5%), dan yang kurang sebanyak 1 responden (2,3%). Sikap responden tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami, lebih banyak yang bersikap positif sebanyak 29 responden (67,4%) dari pada yang bersikap negatif sebanyak 14 responden (32,6%). Saran bagi SDN 01 dan SDN 02 Talise Kota Palu, perlu adanya buku panduan khusus mengenai materi kebencanaan dan mitigasinya baik bagi guru maupun peserta didik
Analysis of Blood Cholinesterase Enzyme Levels Among Farmers Sunuh, Herlina Susanto; Politon, Fellysca V. M.; Christine, Christine; Novarianti, Novarianti; Doda, Diana Vanda D.
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 8 No. 4 (2026): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v8i4.1035

Abstract

Pesticides are chemical substances used to control or eradicate pests and are considered toxic compounds that may pose health risks to farmers. Organophosphate pesticides can enter the human body through the digestive system, respiratory tract via inhalation, and unprotected skin surfaces. This study aimed to analyze the association between educational level, knowledge, spraying position, spraying frequency, length of employment, and blood cholinesterase levels among farmers in Parigi Moutong Regency. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 41 pesticide-spraying farmers from Balinggi Jati Village were included as respondents using a purposive sampling technique. Data collection was conducted through interviews using structured questionnaires and blood cholinesterase examinations performed by health personnel from Prodia Laboratory, Palu. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that there were no statistically significant relationships between age and blood cholinesterase levels (p = 0.846), educational level (p = 0.879), gender (p = 0.548), length of employment (p = 0.854), spraying frequency (p = 0.252), spraying position (p = 0.132), and knowledge level (p = 0.879). In conclusion, age, gender, educational level, knowledge, spraying position, spraying frequency, and length of employment were not significantly associated with blood cholinesterase levels among farmers in Parigi Moutong Regency. Nevertheless, continuous education regarding safe pesticide use and the implementation of proper occupational safety practices remain important to minimize the risk of pesticide exposure among farmers.