Syafirah, Nuryah Asri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prasangka Etnis dan Ujaran Kebencian: Analisis Ujaran Kebencian terhadap Etnis Tionghoa di Twitter (X) Priyatna, Adry Alim; Wibowo, Kunto Adi; Syafirah, Nuryah Asri
Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2024): VOLUME 19 NO 1 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art9

Abstract

This study aims to determine the meaning of the text of hate speech targeting ethnic Chinese in Indonesia on Twitter social media. In addition, it also aims to reveal the social cognition and social context of the discourse surrounding the phenomenon of hate speech to Chinese ethnic. This study uses a qualitative method in the form of text analysis with a critical discourse analysis approach of Van Dijk's model. The research findings show that the macrostructure of the hate speech text has a certain theme and Twitter citizens have their definition of the word "China" as social cognition. The developing social context is issues related to government policies, namely the development of the capital city of the Archipelago and the polarization of society after the 2019 presidential election, which are collected in the form of discourses of disliking President Jokowi's government
REKONSTRUKSI STEREOTIP NEGATIF ETNIK MELAYU Alfarabi, Alfarabi; Venus, Anter; Syafirah, Nuryah Asri; Salam, Noor Efni
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.831 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i2.20505

Abstract

Stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dijadikan ukuran untuk menilai anggota etnik tersebut. Datangnya era reformasi yang memberi ruang pada etnik lokal untuk menduduki jabatan-jabatan strategis membuat etnik Melayu berkesempatan untuk merekonstruksi stereotip yang melekat pada diri mereka. Penelitian mengkaji bagaimana tokoh Melayu mengcounter stereotip negatif sekaligus merekonstruksi stereotip tersebut menjadi sesuatu yang positif bagi etnik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data lapangan menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini memberitahukan bahwa stereotip negatif pada etnik Melayu merupakan bentuk ketidaktahuan pendatang terhadap Orang Melayu. Upaya meng-counter stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dilakukan untuk meningkatkan status etnik yang lebih positif. Kondisi tersebut menjadi penting karena pascareformasi etnik Melayu memiliki kesempatan yang besar untuk menduduki jabatan- jabatan strategis di Pekanbaru Riau.