Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Geowisata dan Potensi Penguatan Komunitas pada Wisata Pasca-Tambang Open Pit Nam Salu di Belitung Timur Peranciscus Aryanto; Hendarmawan Hendarmawan; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Evi Novianti; Syintia Faramitha
Jurnal Kawistara Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.73729

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan nilai dan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat dan mempengaruhi sektor lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi potensi wisata dan sumber daya yang ada untuk memudahkan penyusunan konsep perencanaan dan pengembangan pariwisata yang juga harus mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif yang dihasilkan. Dampak positif akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat sedangkan dampak negatifnya adalah kerusakan alam dan perubahan budaya pada masyarakat. Pengembangan pariwisata perlu melibatkan masyarakat dalam mengelola keunikan dan kondisi daerah yang ada. Open Pit Nam Salu merupakan salah satu objek wisata eks tambang yang memiliki potensi menarik. Sebagai tambang timah terbesar di Asia Tenggara, kawasan objek wisata ini memiliki terowongan bawah tanah yang menjadi salah satu kegiatan yang menarik wisatawan yang berkunjung. Setiap pengunjung wajib mengikuti protokol keselamatan dan kesehatan yang ada. Obyek wisata Open Pit Nam Salu saat ini dikelola oleh Bapopnas (Badan Pengelola Open Pit Nam Salu). Dalam pengembangan kawasan ini ada beberapa kendala yang dihadapi diantaranya sarana dan prasarana serta keterbatasan sumber daya manusia pariwisata dalam mengelola kawasan ini. Penulis melakukan penelitian pengembangan kawasan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui Bapopnas, pengembangan pariwisata kawasan ini sudah menunjukkan perubahan yang terlihat dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana, promosi dan pemasaran melalui media sosial dan keikutsertaan dalam kegiatan pelatihan.
KENDALA PENGEMBANGAN GEOSITE TEBAT RASAU SEBAGAI KAWASAN GEOWISATA BERKELANJUTAN DI GEOPARK BELITONG Aliyatun Nurul Hasanah; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Alexander M.A Khan
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6273

Abstract

Abstrak: Tebat Rasau adalah salah satu situs geowisata yang terbentuk dari aliran sungai purba yang masih alami. Geosite Tebat Rasau juga memiliki potensi untuk dikembangkan, situs ini berada di Kawasan Geopark Belitong. Geosite Tebat Rasau memiliki 2 unsur yang menjadi daya tarik pengembangan yaitu potensi keanekaragaam hayati dan keragaman budaya. Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur turut andil dalam pengembangan objek wisata ini dengan menetapkannya sebagai destinasi prioritas, namun karena minimnya SDM, pengembangan daya tarik wisata ini kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana interaksi dan peran dari semua unsur stakeholder dalam pengembangan Geosite Tebat Rasau di Geopark Belitong sebagai daya tarik geowisata serta apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan geowisata di lokasi Geosite Tebat Rasau. Dan secara berkelanjutan masyarakat. Penelitian dilakukan secara mixmetode. Kerangka kerja geowisata berkelanjutan mengacu kepada penggunaan metode survei melalui pengumpulan data geologi dan data interaktif wawancara kepada responden Kata Kunci: Berkelanjutan; Belitung Timur; Geowisata; Tebat Rasau Abstract: The Tebat Rasau is one of the geotourism sites formed from an unspoiled ancient river flow. The Tebat Rasau Geosite also has the potential to be developed, this site is located in the Belitong Geopark Area. The Tebat Rasau Geosite has 2 elements that are attractive for development, namely the potential for biodiversity and cultural diversity. The Regional Government of East Belitung Regency took part in the development of this tourist attraction by setting it as a priority destination, but due to the lack of human resources, the development of this tourist attraction is less than optimal. The purpose of this study is to describe how the interactions and roles of all stakeholders in the development of the Tebat Rasau Geosite in the Belitong Geopark as a geotourism attraction and what factors influence the development of geotourism at the Tebat Rasau Geosite location. And in a sustainable community. The research was conducted using a mix method. The sustainable geotourism framework refers to the use of survey methods through the collection of geological data and interactive data interviews with respondents Keywords: Sustainable; Belitung Timur; Tourism; Tebat Rasau
PENGARUH ELEVASI PERMUKAAN AIR TERHADAP PROBABILITAS KELONGSORAN DAN STABILITAS LERENG TIMBUNAN DI OPEN PIT "X" PT BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR Maulana, Muhamad Arief; Khoirullah, Nur; Ka'bah, Hanifan Cipta Muamar; Dwi Hadian, Mohamad Sapari
JURNAL GEOMINERBA (JURNAL GEOLOGI, MINERAL DAN BATUBARA) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Geominerba - 2023
Publisher : PPSDM Geominerba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the open pit mining, a place is needed for storing overburden material which is commonly referred as a disposal. In some cases, overburden material is stockpiled in void. Overburden material stockpiling activities require good planning. This research was conducted in the open pit "X" Site Sambarata PT. Berau Coal, East Kalimantan. The purpose of this study is to calculate the value of the safety factor of the slope, calculate the probability of failure and to analyze the effect of the water level on the slope stability. This study used the Bishop method with pseudostatic conditions and fully saturated groundwater conditions. From the results of this study it was found that the value of the slope safety factor in the study area ranged from 0.993 to 1.33 and the value of the probability of failure is 17.1 to 35.6%. The value of the factor of safety and the probability of failure is influenced by the geometry of the slope, distributed load, seismic load, and the height of the water level where the higher the water level in the pit, the value of the slope safety factor is higher and the value of the probability of failure is lower.
Faktor Penentu dan Pendorong Keputusan Berkunjung Wisatawan di Desa Wisata Lanang Smesta, Bagas; Dwi Hadian, Mohamad Sapari
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA (JIKMA)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v2i5.2495

Abstract

The growth of tourism villages has become a key strategy for addressing challenges faced by the tourism industry during the pandemic. It's playing a big role in boosting Indonesia’s creative economy. This research focuses on identifying what drives tourists to visit these villages and which factors are most important in their decision-making. By reviewing various studies, key factors emerged: tourism product attribute (attraction, amenities, accessibility), tourist services, location, how easy it is to get there, and the impact of electronic word-of-mouth (e-WoM). Results showed that the main factors influencing tourists' choices were the attractions themselves and e-WoM. These insights can help village managers fine-tune their marketing efforts. Additionally, understanding that tourists often look for an escape from their daily routines or seek relaxation can help in designing more attractive travel packages. This research adds to existing academic discussions by offering a detailed look at what influences tourist choices in rural tourism, especially in Indonesia. Future studies should look at broader databases and include international perspectives to enrich the knowledge around global practices for tourism villages.
Fulfillment Of Water Needs With Rainwater Harvesting Concept at Campus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, West Java SUGANDA, BOMBOM RACHMAT; Barkah, Mochamad Nursiyam; Iskandarsyah, Teuku Yan Waliyana Muda; Natasia, Nanda; Dwi Hadian, Mohamad Sapari
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 2, No 2 (2017): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v2i2.13449

Abstract

University of Padjadjaran (Unpad) as a means of education and research has need of water large quantity. Until now meeting the needs of water was carried out as a conventional namely the usage of groundwater. Through the passing of time, the constant use of groundwater and land use change in the catchment area may pose a risk of ground water crisis. Rainwater in the university environment has large potential with an average annual rainfall is 961.92 mm. The concept of rainwater harvesting by using potential water which be runoff will become the source of water to the fulfillment of a need. Unfortunately, rainwater that become runoff can contain bacteria and chemical contents that may be harmful to health. It is necessary for the screening process using filtration and membrane technology that can clean water and produce safe water to drink.
Geowisata dan Potensi Penguatan Komunitas pada Wisata Pasca-Tambang Open Pit Nam Salu di Belitung Timur Peranciscus Aryanto; Hendarmawan Hendarmawan; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Evi Novianti; Syintia Faramitha
Jurnal Kawistara Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.73729

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan nilai dan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat dan mempengaruhi sektor lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi potensi wisata dan sumber daya yang ada untuk memudahkan penyusunan konsep perencanaan dan pengembangan pariwisata yang juga harus mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif yang dihasilkan. Dampak positif akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat sedangkan dampak negatifnya adalah kerusakan alam dan perubahan budaya pada masyarakat. Pengembangan pariwisata perlu melibatkan masyarakat dalam mengelola keunikan dan kondisi daerah yang ada. Open Pit Nam Salu merupakan salah satu objek wisata eks tambang yang memiliki potensi menarik. Sebagai tambang timah terbesar di Asia Tenggara, kawasan objek wisata ini memiliki terowongan bawah tanah yang menjadi salah satu kegiatan yang menarik wisatawan yang berkunjung. Setiap pengunjung wajib mengikuti protokol keselamatan dan kesehatan yang ada. Obyek wisata Open Pit Nam Salu saat ini dikelola oleh Bapopnas (Badan Pengelola Open Pit Nam Salu). Dalam pengembangan kawasan ini ada beberapa kendala yang dihadapi diantaranya sarana dan prasarana serta keterbatasan sumber daya manusia pariwisata dalam mengelola kawasan ini. Penulis melakukan penelitian pengembangan kawasan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui Bapopnas, pengembangan pariwisata kawasan ini sudah menunjukkan perubahan yang terlihat dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana, promosi dan pemasaran melalui media sosial dan keikutsertaan dalam kegiatan pelatihan.