p-Index From 2021 - 2026
4.913
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Protein Fortification in Melarat Crackers with Protein Hidrolyzate Flour of Tilapia (Oreochromis niloticus) Meat Junianto Junianto; Alexander M.A. Khan; Iis Rostini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.99 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v22i1.25884

Abstract

Melarat crackers is typical crackers in the Priangan area, West Java that rich in carbohydrate but poor in protein. The purpose of this study was to determine the level of addition of tilapia meat protein hydrolyzateflour which is appropriate in the manufacture of melarat crackers to produce the most preferred product, to determine the chemical composition and the level of cracking of the preferred product. The method used was an experimental study using a completely randomized design of four treatments and repeated 4 times. The four treatments were 0%, 5%, 10% and 15% levels of addition of flour protein tilapia hydrolyzate from tapioca flour used. The parameters observed included the chemical composition, the level of organoleptic preferences and the cracking level of melarat crackers resulting from the various treatments. The results showed that melarat cracker with the addition of 10% tilapia protein hydrolyzate flour was the most preferred by panelists. The content of water, protein, fat, ash and carbohydrates of these melarat crackers was 5.99%; 5.50%; 0.12%; 5.63%; and 82.79%. The level of cracking was 55.3%.
Wisata Kelautan Berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara: Sebuah Studi Tentang Persepsi Masyarakat Kawasan Pesisir Alexander M. A. Khan; Imam Musthofa; Indarwati Aminuddin; Fitri Handayani; Ratna Ningsih Kuswara; Ajeng Wulandari; Ute Lies Siti Khadijah; Evi Novianti
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.256 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8062

Abstract

Abstrak Keterlibatan masyarakat merupakan elemen penting untuk mencapai pembangunan pariwisata berkelanjutan. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Wakatobi menjadi salah satu faktor yang menunjang pembangunan pariwisata berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan  menentukan strategi pengelolaan pariwisata berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, analisis faktor internal-eksternal, analisis data dan analisis strategi pengembangan dengan menggunakan matriks SWOT dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sumber daya alam di Wakatobi yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata namun belum dikelola dan dikembangkan dengan baik. Diantaranya adalah Pantai Yoro, Pantai Buku, Gua Lasikori, Bukit Koncu, dan Situs Kerajaan Pertama. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan nilai positif pada faktor internal dan faktor eksternal yaitu 7.195 dan 5.428. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan paling optimal di Wakatobi adalah dengan memaksimalkan kekuatan untuk mencapai peluang, seperti (1) Membuat kegiatan yang menarik dan berbasis konservasi untuk wisatawan yang dikelola oleh masyarakat, (2) Mempromosikan pariwisata dengan menyampaikan keunggulan daya tarik wisata, (3) Menjadikan lokasi pariwisata sebagai tempat penelitian bagi siswa untuk memeriksa flora dan fauna, kemudian menggunakan hasil penelitian sebagai referensi untuk menggambarkan kondisi lingkungan, dan (4) Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam menyediakan layanan pariwisata, untuk meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat lokal dan meningkatkan kondisi ekonomi.Kata Kunci :  Analisis SWOT, Potensi sumber daya alam, Strategi Pengembangan, Wakatobi, Wisata berkelanjutan Sustainable Marine Tourism in Wakatobi, Southseast Sulawesi: A Study if Coastal Community Perceptions  Abstract Community involvement is an important element to succeed the sustainable tourism development. Potential of natural and human resources in Wakatobi is one of the factors that support the sustainable tourism development. The purpose of this study is to determine the tourism potential and tourism management strategies based on community perceptions. This research is divided into several stages including data collection, internal-external factor analysis, data analysis and analysis of development strategies using the SWOT matrix with quantitative and qualitative approaches. The results showed that there are several natural resources in Wakatobi that can be used as a tourist attraction but have not been managed and developed properly. There are Yoro Beach, Buku Beach, Lasikori Cave, Koncu Hill, and the First Kingdom Site. The result of the quantitative analysis shows a positive value on internal and external factors, there are 7.195 and 5.428. It shows the most optimal sustainable tourism development strategy in Wakatobi is to maximize the strength to achieve all the opportunities, such as (1) Create an attractive and conservation-based activities for tourists that managed by the community, (2) Promote tourism by conveying the advantages of tourist attractions, attractions, (3) Make a tourism location as a research sites for students to examine the flora and fauna, and use the research results as a reference to describe an environmental condition, and (4) Develop the community abilities in providing tourism service to increase the employment opportunities and improve economic conditions Keyword:  Development strategy, Natural resources, Sustainable Tourism, SWOT Analysis, Wakatobi
TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BAGAN DI PERAIRAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI Lucky Kusuma Yuda; Dulmi’ad Iriana; Alexander M. A. Khan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dari bulan Maret sampai April 2012.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini menguji hasil tangkapan dalam 3 perlakuan yang diulang sebanyak 10 kali, yaitu 5 hari selama gelap bulan pertama dan 5 hari selama gelap bulan kedua. Parameter yang diamati adalah panjang total dan bobot ikan hasil tangkapan pada ikan selar (Selaroides leptolepis), ikan tembang (Sardinella fimbriata) dan ikan kembung (Rastrelliger spp).Secara keseluruhan total berat hasil tangkapan ikan utama lebih tinggi dari pada hasil tangkapan sampingan (by catch), namun persentase ikan yang tidak layak tangkap lebih tinggi dari pada ikan layak tangkap. Dengan demikian hasil tangkapan bagan termasuk kategori alat tangkap kurang ramah lingkungan.   Kata kunci : Bagan Apung, Keramahan Lingkungan, Perairan
Analisis Keterkaitan Parameter Oseanografi Terhadap Upaya Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus comerson) yang Didaratkan Di PPN Kejawanan Cirebon Teguh Satrio Nugraha; Alexander M. A. Khan; Rusky Intan Pratama; Izza Mahdiana Apriliani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.937 KB)

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap adalah kegiatan ekonomi yang mencakup penangkapan atau pengumpulan hewan dan tanaman air yang hidup di laut atau perairan umum secara bebas. Salah satu daerah sentra perikanan tangkap adalah Cirebon. Produksi perikanan yang cukup tinggi di dominasi oleh perikanan tangkap di laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan parameter oseanografi terhadap upaya penangkapan ikan. Penelitian ini dilakukan di perairan Cirebon dan Pelabuhan Perikanan Kejawanan dengan melihat hubungan suhu permukaan laut, klorofil-a dan Catch Per Unit Effort (CPUE). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perairan Laut Jawa memiliki variabilitas. Nilai faktor oseanografi yaitu Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Klorofil-a. Rata-rata nilai SPL pada bulan Agustus hingga Desember terus mengalami peningkatan. Nilai rata-rata konsentrasi klorofil-a tinggi pada bulan Agustus hingga Desember. Dengan demikian Ikan Tenggiri yang didaratkan di PPN Kejawana Cirebon mempunyai keunikan yaitu musim tangkapan yang dilakukan dalam 1 tahun yaitu 5 bulan, Agustus hingga Desember. Nilai hasil tangkapan ikan tenggiri tertinggi berada pada bulan Oktober yaitu sebesar 650 kg dan terendah terjadi pada bulan September yaitu 146 kg. nilai R square sebesar 0,926 yang menunjukan bahwa keeratan hubungan linear antara variabel (X) dan variabel (Y) yaitu sebesar 92,6%, sedangkan sisanya yaitu 7,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel perhitungan.
STRUKTUR KOMUNITAS VEGETASI MANGROVE BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUBSTRAT DI MUARA HARMIN DESA CANGKRING KECAMATAN CANTIGI KABUPATEN INDRAMAYU Darmadi -; M. Wahyudin Lewaru; Alexander M.A. Khan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode survei dimana struktur dan komunitas vegetasi mangrove akan diukur sesuai dengan zonasi, setelah itu dilakukan sampling kualitas perairan dan substrat. Dalam penentuan stasiun penelitian akan diambil sebanyak lima stasiun berdasarkan zonasi ekosistem mangrove dari muara yang berhadapan langsung dengan laut sampai zona terluar mangrove. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 11 spesies mangrove pada 5 stasiun penelitian yang meliputi tingkatan pohon, pancang dan semai. Kerapatan tingkat pohon keseluruhan adalah 6.300 pohon/ha, tingkat pancang sebesar 9.300 pohon/ha, dan untuk tingkat semai sebesar 2.000 pohon/ha.  Kisaran Indeks Nilai Penting tingkat pohon pada lokasi penelitian adalah 33,45 % – 300 %. Indeks Nilai Penting tingkat pancang di lokasi penelitian berkisar antara 22,32 % - 200 %, sedangkan Indeks Nilai Penting untuk tingkat semai berkisar antara 28,57 % - 200 %. Keanekaragaman jenis di seluruh lokasi penelitian berkisar antara 0 – 2,351375. Jenis substrat sedimen mangrove pada lokasi penelitian ini yaitu kelas pasir berlempung, liat, dan kelas lempung liat berdebu. Kandungan bahan organik C, N, C/N dan P diketahui pada setiap stasiun yaitu tergolong pada tingkatan sangat rendah hingga sedang.   Kata kunci : Struktur komunitas, Mangrove, Substrat, Bahan organic
Analisis Sebaran Suhu Permukaan Laut pada Musim Barat dan Musim Timur Terhadap Produksi Hasil Tangkapan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) Di Perairan Selat Bali Ludfi Dwi Rahadian; Alexander M.A. Khan; Lantun Paradhita Dewanti; Izza Mahdiana Apriliani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.881 KB)

Abstract

Penelitian mengenai analisis sebaran suhu permukaan laut pada musim barat dan musim timur terhadap produksi hasil tangkapan ikan lemuru (sardinella lemuru) di perairan Selat Bali ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan (produksi) ikan lemuru hasil tangkapan di perairan Selat Bali.  Perairan Selat Bali terletak pada rentang 8.10oLS - 8.90oLS dan 114.25oBT – 115.25oBT. Ikan lemuru dapat ditemukan dan ditangkap pada suhu 26oC – 29oC, dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa trend hasill tangkapan ikan lemuru tertinggi terjadi pada bulan April yang memiliki rata –rata yaitu sebesar 1.885ton dan trend terendah terjadi pada bulan Juli yang memiliki rata – rata hasil tangkapan sebanyak 109 ton namun selama 5 tahun terdapat hasil tangkapan yang sangat melimpah yaitu terjadi pada bulan November 2014 dan pada Januari hingga Maret 2017 tidak ditemukannya ikan lemuru. Pada saat musim Barat suhu permukaan laut cenderung tinggi dibanding musim Timur hasil tangkapan ikan lemuru juga lebih tinggi di musim Barat dibanding musim Timur. Daerah tangkapan ikan lemuru berada pada sepanjang laut Selatan Belimbingsari sampai laut Selatan Pulukan (8.10oLS-8.50oLS dan 114.20oBT-115.10oBT) namun pada saat melimpah ikan lemuru dapat ditemui di laut sekitar Taman Nasional Alas Purwo . Koefesien R bernilai 0.565 atau 56,5% hubungan suhu permukaan laut cukup kuat dengan hasil tangkapan ikan lemuru, nilai determinasi pun bernilai 0,32 atau 32% hasil tangkapan ikan lemuru dipengaruhi oleh nilai suhu permukaan laut.
Wisata Kelautan Berkelanjutan di Labuanbajo, Nusa Tenggara Timur: Sebuah Study Tentang Persepsi Masyarakat Kawasan Pesisir Alexander M. A. Khan; Imam Musthofa; Indarwati Aminuddin; Fitri Handayani; Ratna N. Kuswara; Ajeng Wulandari
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 07, Nomor 01, Juli 2020
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JUMPA.2020.v07.i01.p03

Abstract

Community-based tourism is one type of tourism that involves community participation to achieve the goal of sustainable tourism development. The purpose of this study is to determine the tourism potential to be managed by the community based on people's perceptions of the existing tourism potential, as well as identifying people's perceptions of national, regional, and also traditional policies in tourism. This research was divided into several data collection, internal-external factor analysis, data analysis and development strategy analysis using the SWOT matrix. The conclusions of this study are (1) Natural resources in Labuan Bajo which can be used as tourist attractions that have not been managed and developed properly. Those are Ara Mountain, Ina Mountain, Namong Island, Kelaki Island, Kima Island, Komodo, wild horses and buffalo, savannah, Rangka Cave, Gosong, Pasir Timbul, Mangrove and several underwater object such as Manta and coral reefs. (2) Based on a quantitative strategy, the development strategy that is suitable to be carried out in Labuan Bajo is the S-O Strategy which is carried out by utilizing the strength needed to achieve the opportunities that exist. (3) Based on a qualitative strategy, a suitable strategy to be carried out in Labuan Bajo is related to the improvement of public facilities, partnerships with universities, improvement of the people's economy, and the improvement of regional and group economies. Keywords: Community based tourism, local communities, natural resources, potencies, SWOT analysis
SUSTAINABLE MARINE TOURISM IN ALOR: A STUDY OF COASTAL COMMUNITIES’ PERCEPTION Alexander M. A. Khan; Imam Musthofa; Indarwati Aminuddin; Fitri Handayani; Ratna N Kuswara; Imanuel L Wabang; Ajeng Wulandari; Evi Novianti; Ute L. S. Khadijah
Jurnal Internasional Ilmu Pengetahuan Terapan bidang Pariwisata dan Events Vol 4 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/ijaste.v4i2.2053

Abstract

Purpose: This research aims to determine the tourism potential based on the community’s perception of the existing natural resource and determining the management strategies for the tourism area. Research methods: The research method used in this study is the survey method. This research method was divided into two steps, including data collection using the snowball method and data analysis carried out with a descriptive method for the potential of tourism development and qualitative- quantitative approaches based on the perceptions of the local community to determine the development strategy. Results and discussions: The results showed that several natural resources in Alor can be used as a tourist attraction, such as Wai Ulung, Wai Redang, Wai Urita, Wai Bakolang, Munaseli Kingdom, Hiking Baki Old Village, Kenari beach, Sikka Island, Putri Laut Cave, Tomi Leo Cave, Bat Cave, and Octopus Pond. Based on the analysis using the quantitative and qualitative SWOT Matrix, the suitable strategy to be applied in the development of sustainable tourism in Alor is maximize the strength to get all of the opportunity, such as developing tourism activities with fully managed by the local community, promotes safe tourist sites, provides sustainable tourism development field-laboratory for students and academia, and Enhance the community involvement as local tour services providers. Conclusion: Many natural and historical resources in Alor that can be developed as a tourist attraction, and the suitable development strategy is to maximize the strength to get all the opportunity. Keywords: Alor, development strategy, natural resources, sustainable tourism, SWOT analysis, tourism potential
A BRIEF INFORMATION ON TUNA POLE-AND-LINE LANDINGS AND FISHING EFFORTS IN LARANTUKA, FLORES TIMUR DISTRICT, NUSA TENGGARA TIMUR PROVINCE, INDONESIA Lantun Paradhita Dewanti; Hendra Yusran Siry; Alexander Muhammad Akbar Khan
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 27, No 1 (2021): (June) 2021
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.27.1.2021.51-60

Abstract

This research examines tuna pole-and-line landings data by focusing on trend and effort levels in Larantuka, Flores Timur District, Nusa Tenggara Timur Province, Indonesia. The analyzed fisheries data indicate trends that might be useful for monitoring and management purposes. The research data used were from the landings, number of trips, and fishing gear data on tuna pole-and-line from 2005 to 2014 provided by local fisheries authority. Data was also sourced from previous publications and field surveys. This research analyzes data on tuna pole-and-line fishery trends, relationships between landings, number of trips, and fishing gears used. Overall, the data on tuna landings from 2005-2014 increased whilst on the contrary there was a decrease in the numbers of trips and fishing gears used. The relationship between landings to trips (slope =               -0.0087; p-value = 0.7639) and gears (slope = 8.1285; p-value = 0.2715) can be interpreted as being a unit increase in number of trips, which tended to be linked with a decrease of 0.0087 tons in landings. In contrast, a unit increase in gears tended to be associated with an increase of 8.1285 tons in landings.The research did not show statistically significant relationships among      landings, numbers of both trips, and fishing gears.
THE ANNUAL CHANGES OF CPT OF TROLL LINE FISHERY IN PALABUHANRATU WEST JAVA, INDONESIA Eflysa Aprilia; Asep Agus Handaka Suryana; Herman Hamdani; Alexander M.A Khan
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 27, No 2 (2021): (December) 2021
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.27.2.2021.61-67

Abstract

Troll-line is one of the fishing gear, which categorized as a line-fishing with rod. Troll-line fishery in Palabuhanratu heavily depends on the installation of a deep-sea fish aggregating device (FADs). The deployment of FADs as a destined troll-liner’s fishing ground in southern Palabuhanratu, which geographically located at coordinates between 7o to 9o S and 104o to 106o E in the Indian Ocean. The FADs’ coordinates locations have been set in a portable handheld global position system (GPS) by fishers. This study provides new information on troll-liner catch-per-trip (CPT) based on fishers’ monthly data ranged from 2005-2018. The results showed that the highest catches were occurred between September to October every year with maximum catches rates was 1567, 2 kg/trip in February 2006 while the lowest was 174.10 kg/trip in August 2010. The average troll-liner catches from 2005-2018 was 740.33 kg/trip. Based on monthly catch data from 2005-2018, the highest CPT occurred in 2016.
Co-Authors Achmad Rizal Aileen C. Mill Ajeng Wulandari Ajeng Wulandari Ajeng Wulandari Aldi Hakim Alfinna Yebelanti Aliyatun Nurul Hasanah Aliyatun Nurul Hasanah Alsauqi, Rayhan Ambarita, Yolando Ankiq Taofiqurohman S Anta M. Nasution Antares, Pandu Akhbar Arya Maulana Kurniawan Asep Mulyana Bambang Hermanto C.U, M. Ikhsan Cipta Endyana Darmadi - Dede Rudini Dedi Supriadi Dedi Supriadi Dhea Islamiyati Diki Gita Purnama Diki Gita Purnama, Diki Gita Donny Nurhamsyah Dulmi’ad Iriana Dulmi’ad Iriana Eflysa Aprilia Elza Dwi Juniar Evi Novianti Evi Novianti Fahira Anggi Novyanti Fitri Handayani Fitri Handayani Fitri Handayani Gerhaneu, Nineu Yayu Haidar Fathurrahman Handaka, Asep Agus Harahap, Ulfah Azzahra Hariyana, Yolanda Putri Hartifiany Praisra Hendra Yusran Siry Herman Hamdani Heti Herawati Ibnu Faizal Iis Rostini Imam Musthofa Imam Musthofa Imam Musthofa Indallah, Nadwah Purnada Indarwati Aminuddin Indarwati Aminuddin Indarwati Aminuddin Ine Maulina Islamiyati, Dhea Iwang Gumilar Izza M Apriliani Izza M. Apriliani Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto Juniar, Elza Dwi Kiki Haetami Lady Ayu Sri Wijayanti Lantun Paradhita Dewanti Lantun Paraditha Dewanthy Lucky Kusuma Yuda Ludfi Dwi Rahadian M. Sapari Dwi Hadian M. Wahyudin Lewaru Marya, Nenden Nur Asriyani Maziyya, Nur Mega Laksmini Syamsuddin Moch. Rudyansyah Ismail Mochamad Rudyansyah Ismail Mohamad Sapari Dwi Hadian Muh Rafli Andika Muh. Darwis Muhammad Darwis Mustika Merdeka Riyanti Mustika, Elviana Dian Nabilla Shabrina Nicholas V. C. Polunin Nirmalasari, Delinda Noir Primadona Purba Nurani Khoerunnisa Pasaribu, Buntora Pipit Fitriyani Praisra, Hartifiany Pramesti, Defta Ninggar Pringgo KDNY Putra Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Ratna N Kuswara Ratna N. Kuswara Ratna Ningsih Kuswara Rita Rostika Rusky Intan Pratama Saputra, Yudi Ardiansyah Saputri, Deby Aini Selvia Oktaviyani Setiawan Setiawan Siti Nurholisah Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Sriati Simpati Sunarto S Surahmat, Reanita Juhaeriah Teguh Satrio Nugraha Tim S. Gray Trisari, Wahyuningdiah Ulfah Azzahra Harahap Ute Lies Siti Khadijah Vani Julia Wulandari Wabang, Imanuel Lamma Wahyudi, Uud Wulandari, Vani Julia Yafi Ibnu Sienna Yuniarti M.S.