Claim Missing Document
Check
Articles

DISTRIBUSI KUAT GESER BATUAN PADA FORMASI MUARAENIM YANG MENGANDUNG BATUBARA DI KECAMATAN MERAPI BARAT, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Hamid, Nur; Hendarmawan, Hendarmawan; Muslim, Dicky; Ruchjana, Budi Nurani
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16048.041 KB)

Abstract

Masalah kemantapan lereng sering ditemukan dalam operasi penambangan terutama pada dinding penggalian tambangnya. Kegiatan produksi akan terganggu apabila lereng-lereng yang terbentuk sebagai akibat dari proses penambangan  tidak stabil. Suatu tambang terbuka belum tentu memiliki besar sudut kemiringan lereng yang sama, hal ini diantaranya akibat dari kuat geser batuan (τ) yang merupakan indeks kualitas batuan, semakin kecil kuat geser batuan maka semakin lemah kekuatan batuan dalam menyangga beban dan akan menjadi bidang lemah yang mudah longsor. Dalam penelitian ini digunakan metode pemetaan geologi dan analisis gama ray dari 43 lubang bor. Metode Kriging digunakan untuk mengetahui distribusi kuat geser batuan di daerah penelitian. Hasil analisis metode Kriging memperlihatkan distribusi kuat geser batuan yang mempunyai nilai rendah yaitu 200 ton/m2 mengarah ke selatan semakin menyempit dan secara vertikal distribusinya semakin dalam semakin berkurang.
Hubungan Kelompok Maseral Liptinit dan Vitrinit dengan Tipe Kerogen Batuan Sumber Hidrokarbon pada Serpih Formasi Kelesa Bagian Atas, Kuburan Panjang, Riau Zajuli, Moh. Heri Hermiyanto; Panggabean, Hermes; Hendarmawan, Hendarmawan; Syafri, Ildrem
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.007 KB)

Abstract

This study focuses on correlation of liptinite and vitrinite maceral to kerogen type of shale from Kelesa Formation in Kuburan Panjang areas, Sumai sub-basin, Central Sumatra Basin. The composition of the organic material consists of vitrinite maceral ranged from 0.2 to 5%, liptinite from 0.6 to 4.7%, the type of minerals in the form of pyrite from 0.2 to 16%, and 0.2 -24.2% of carbonate, as well as clay minerals are the most dominant component ranged between 71.6 -98%. TOC values of the shale range from 1.18% to 7.17%, which indicate ability of the shale as a good source rock. Kerogen type analysis of theshale in the research area tends to indicate I, II and III kerogen types. There is an influence of the liptinite and vitrinite maceral groups abundance to the type of kerogen, where liptinit maceral group tends to produce type I and II kerogen. Key word : Kelesa Formation, Eocene-Oligocene, Central Sumatera Basin, Vitrinite, Liptinite
Dinamika Kehadiran Material Organik Pada Lapisan Serpih Formasi Kelesa di Daerah Kuburan Panjang, Cekungan Sumatera Tengah, Riau Zajuli, Heri Hermiyanto; Panggabean, Hermes; Hendarmawan, Hendarmawan; Syafri, Ildrem
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 16, No 4 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10250.549 KB)

Abstract

Penelitian ini difokuskan di daerah Kuburan Panjang sub-Cekungan Sumai, Cekungan Sumatera Tengah. Subjek penelitian ini adalah batuan serpih dari Formasi Kelesa yang berumur Eosen-Oligosen. Runtutan batuan dari bawah ke atas menunjukkan perulangan antara lapisan-lapisan batuan serpih, batupasir dan batulumpur yang dibatasi oleh konglomerat pada bagian atas dan bawahnya. Komposisi material organik terdiri dari maseral vitrinit berkisar antara 0,20 – 5,0 %, eksinit  0,60 – 4,70%, pirit 0,20 – 16,00%, karbonat 0,20 -24,2 % dan mineral lempung merupakan komponen yang paling dominan yaitu berkisar antara 71,60 -98,00%. Berdasarkan hasil analisis TOC, kekayaan material organik serpih Formasi Kelesa mempunyai nilai TOC dari 1,18% sampai 7,17% yang menunjukkan kemampuan serpih sebagai batuan induk termasuk kategori sangat baik. Kehadiran material organik di daerah penelitian menunjukkan adanya suatu siklus pengayaan material organik dari bawah ke atas.
"Brittleness Index" Lapisan Serpih Formasi Kelesa Bagian Atas di Kuburan Panjang, Cekungan Sumatera Tengah , Riau Zajuli, M. Heri Hermiyanto; Hendarmawan, Hendarmawan; Panggabean, Hermes
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada nilai Brittleness Index (BI) serpih di daerah Kuburan Panjang sub-Cekungan Sumai, Cekungan Sumatera Tengah. Subjek penelitian ini adalah kehadiran mineral-mineral getas pada batuan serpih dari Formasi Kelesa bagian atas yang berumur Eosen-Oligosen. Serpih mengandung kuarsa dan karbonat sebagai indikator mineral getas yang sangat dominan. Berdasar nilai kandungan material organik pada serpih Formasi Kelesa dari 1,18% sampai 7,17% yang menunjukkan kemampuan serpih sebagai batuan induk termasuk kategori sangat baik. Serpih Formasi Kelesa bagian atas mempunyai BI berkisar antara 35,72 – 63,19 % yang tergolong ke dalam kategori sedang sampai baik (sedikit lunak/less ductile - rapuh/brittle). Kandungan mineral getas yaitu kuarsa dan karbonat ternyata sangat mempengaruhi nilai Brittleness Index (BI) di lokasi penelitian. Sementara itu mineral lempung (iliit, kaolinit, dickite, nacrite) kurang memberikan dampak terhadap nilai BI.  Kata kunci : Formasi Kelesa, Eosen-Oligosen, Cekungan Sumatera Tengah,          Brittleness Index (BI) 
Geochemical Evolution and Groundwater Flow System in Batujajar Groundwater Basin Area, West Java, Indonesia Suhendar, Rudy; Hadian, M. Sapari Dwi; Muljana, Budi; Setiawan, Taat; Hendarmawan, Hendarmawan
Indonesian Journal on Geoscience Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4686.916 KB) | DOI: 10.17014/ijog.7.1.87-104

Abstract

DOI:10.17014/ijog.7.1.87-104Batujajar and its surrounding areas, situated in the west of the Bandung Basin, are geologically composed of various Tertiary rock formations with complex fold and fault systems. Springs and drilled wells in sandstone aquifers, tuffaceous sand, and tuffaceous breccias mark the development of their aquifer systems. This study aimed to determine the characteristics of the hydrogeochemistry by analyzing major ions and stable isotopes (18O and 2H) of thirty-four hydrogeological objects. The groundwater flow pattern in this area is controlled by northwest-southeast lineament, as indicated by the emergence of springs along the transition zone between areas with high and low lineament density. In order of dominance, the groundwater facies are as follows:Ca-Mg-HCO3>Ca-HCO3>Ca-Na-Mg-HCO3>Na-Ca-HCO3. Hydrochemical evolutions were detected from the change of cations from Ca2+ to Mg2+ and then Na+, and this is believed to be the product of cation exchange and dissolution of silicate minerals. However, evolutions toward anion changes were not apparent yet, meaning that HCO3- ions still prevail, or in other words the groundwater flow system is local. Nevertheless, the geological and hydrogeochemical analyses, along with the relative compositions of stable isotopes, revealed that the groundwater had three systems, namely shallow, intermediate, and deep groundwater flows; all of which were segmented in three subgroundwater basins (Sub-GWB). Aquifer systems with shallow to intermediate groundwater flow were found in Sub-GWB-A, Sub-GWB-B, and Sub-GWB-C, while the other ones with deep groundwater flow system were identified in Sub-GWB-B and Sub-GWB-C.Fracture system has an important role as a connector between recharge system in hilly areas and discharge system in plain areas.
Geochemical Evolution and Groundwater Flow System in Batujajar Groundwater Basin Area, West Java, Indonesia Suhendar, Rudy; Hadian, M. Sapari Dwi; Muljana, Budi; Setiawan, Taat; Hendarmawan, Hendarmawan
Indonesian Journal on Geoscience Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.7.1.87-104

Abstract

DOI:10.17014/ijog.7.1.87-104Batujajar and its surrounding areas, situated in the west of the Bandung Basin, are geologically composed of various Tertiary rock formations with complex fold and fault systems. Springs and drilled wells in sandstone aquifers, tuffaceous sand, and tuffaceous breccias mark the development of their aquifer systems. This study aimed to determine the characteristics of the hydrogeochemistry by analyzing major ions and stable isotopes (18O and 2H) of thirty-four hydrogeological objects. The groundwater flow pattern in this area is controlled by northwest-southeast lineament, as indicated by the emergence of springs along the transition zone between areas with high and low lineament density. In order of dominance, the groundwater facies are as follows:Ca-Mg-HCO3>Ca-HCO3>Ca-Na-Mg-HCO3>Na-Ca-HCO3. Hydrochemical evolutions were detected from the change of cations from Ca2+ to Mg2+ and then Na+, and this is believed to be the product of cation exchange and dissolution of silicate minerals. However, evolutions toward anion changes were not apparent yet, meaning that HCO3- ions still prevail, or in other words the groundwater flow system is local. Nevertheless, the geological and hydrogeochemical analyses, along with the relative compositions of stable isotopes, revealed that the groundwater had three systems, namely shallow, intermediate, and deep groundwater flows; all of which were segmented in three subgroundwater basins (Sub-GWB). Aquifer systems with shallow to intermediate groundwater flow were found in Sub-GWB-A, Sub-GWB-B, and Sub-GWB-C, while the other ones with deep groundwater flow system were identified in Sub-GWB-B and Sub-GWB-C.Fracture system has an important role as a connector between recharge system in hilly areas and discharge system in plain areas.
Ketersediaan Air Embung untuk Memenuhi Kebutuhan Air di Kawasan Kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran Bustomi, Zhafran Muhammad Asyam; Hendarmawan, Hendarmawan; Zakaria, Zufialdi
Dinamika Rekayasa Vol 17, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2021
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2021.17.2.391

Abstract

Pengaruh dari pemanasan global salah satunya adalah perubahan pola cuaca. Perubahan tersebut menyebabkan debit sungai pada musim penghujan sangat tinggi sedangkan musim kemarau sangat rendah. Hal tersebut berdampak terhadap kebutuhan air baku dan konsumtif di sekitar kampus tidak terpenuhi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan air di sekitar kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah model debit F. J Mock dengan 80% nilai probabilitas debit andalan serta pola perhitungan 15 hari. Hasil menunjukan debit yang masuk ke dalam tampungan tinggi dengan debit terbesar pada fase kedua bulan Februari sebesar 54,68 liter/detik sehingga air yang dikeluarkan di outlet cukup tinggi. Namun sangat rendah ketika masuk pada bulan Juni. Tetapi dengan jumlah cadangan air yang ada dalam tampungan tetap bisa memenuhi kebutuhan air walaupun pada fase kedua bulan september selisih antara volume air didalam tampungan dengan air yang dipakai sangat tipis yaitu selisih 4.500 m3. Dengan demikian, dengan adanya embung ini air yang ditampung pada saat musim hujan bisa memenuhi kebutuhan air di sekitar kampus pada saat musim kemarau dan efektif pula dalam mengurangi resiko banjir di bagian hilir
KAJIAN UPAYA PENGURANGAN RISIKO DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR (Desa Ndito Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur ) Zakarias Dedu Ghele Raja; Hendarmawan Hendarmawan; Sunardi Sunardi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2355.664 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i2.176

Abstract

ABSTRAKPotensi bencana alam yang tinggi di Indonesia pada dasarnya merupakan refleksi dari kondisi geografis yang sangat khas karena terletak pada pertemuan tiga lempengan tektonik dunia. Bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, tsunami dan banjir dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Bencana tanah longsor merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi ketika musim penghujan dan sebagai bencana ikutan ketika bencana gempa bumi terjadi. Dengan kondisi tersebut, maka upaya pengurangan risiko bencana, yang merupakan upaya untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat bencana, perlu untuk dilakukan. Salah satu tujuan upaya pengurangan risiko bencana yang sangat penting yakni peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Desa Ndito merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko bencana tanah longsor tinggi. Meskipun demikian, dampak risiko dapat diminimalisir karena tingkat kesiapsiagaan, yang dinilai berdasarkan indikator tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan kesiapsiagaan melalui penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, sudah cukup tinggi walaupun upaya pengurangan risiko bencana di daerah ini dinilai belum maksimal. Tingginya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan,meskipun latar belakang pendidikan mayoritas penduduk hanya tingkat sekolah dasar, disebabkan oleh pengalaman menghadapi bencana tanah longsor yang terjadi akibat gempa di tahun 1992 dan ketika curah hujan tinggi di tahun 2012. Tingkat pengetahuan inilah yang membentuk baiknya sikap dan tindakan partisipasi masyarakat. Di lain sisi, tindakan kesiapan masyarakat dinilai belum baik karena rendahnya rata-rata pendapatan. Kata Kunci      :           Tanah Longsor, Upaya Pengurangan Resiko Bencana, Kesiapsiagaan, Sikap, Pengetahuan dan Tindakan. ABSTRACT High natural disaster potential in Indonesia is basically a reflection of its unique geographical condition as the intersection of three tectonic plates in the world. Natural disasters such as landslides, earthquakes, tsunamis and floods can occur suddenly or within a slow process. Landslide is one of the disasters that most often occurs during the rainy season also as a side effect when earthquake happens. The effort to mimimize the impact caused by the disaster is highly needed in such condition. One of the objectives is to improve community preparedness in facing disaster threats. Ndito is one of the areas with high landslide risk. However, the risk can be decreased by the high level of preparedness, measured by the level of community knowledge, attitudes, and actions with studies using qualitative and quantitative methods, although disaster risk reduction efforts in this area is considered not maximum. The high level of community knowledge about the disaster, despite having the majority of population’seducational background as low as primary school level, is due to their experience of having faced landslides caused by an earthquake in 1992 and heavy rainfall in 2012. The level of knowledge have shaped their good attitudes and community participationactions. On the other hand, community readiness measures is considered not good due to low average income.Key Words :     Landslides, Disaster Risk Reduction Efforts, Preparedness, Attitudes, Knowledge and Action.
Identifikasi Zona Infiltrasi Airtanah di Kawasan Karst Berdsarkan Nilai Tekanan Parsial CO2 dan Indeks Kejenuhan CaCO3 (SIc) di Sekitar Perbukitan Karst Watuputih Nofi Muhammad Alfan Asghaf; Boy Yoseph CSSS Alam; Hendarmawan Hendarmawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2631.119 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i2.251

Abstract

Persebaran mata air di sekitar perbukitan karst Watuputih menunjukkan kawasan tersebut memiliki potensi air tanah yang tinggi. Kehadiran mata air karst tersebut sebagai akibat dari kondisi geologi yang didominasi oleh batuan karbonat yang mudah larut dan struktur geologi yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daerah infiltrasi air tanah berdasarkan analisis tekanan parsial CO2 (Pco2) dan indeks kejenuhan CaCO3 (SIc), dikombinasikan dengan analisis fasies kimia air tanah dan kelurusan morfologi. Hasil analisis menunjukkan, pada densitas kelurusan morfologi tinggi memiliki nilai Pco2 rendah dan air tanah dalam kondisi jenuh sedangkan pada densitas kelurusan morfologi rendah nilai Pco2 tinggi dan air tanah dalam kondisi jenuh hingga tidak jenuh. Korelasi Pco2 dengan SIc dikombinasikan dengan kondisi geologi dan fasies kimia air tanah menghasilkan tiga tipe mata air, yaitu (1) Nilai Pco2 tinggi, nilai SIc jenuh hingga tidak jenuh, fasies hidrokimia dominan Ca-Mg-HCO3, densitas morfologi rendah, lapisan soil tebal, dan media aliran air tanah dominan jaringan pori memiliki infiltrasi rendah; (2) Nilai Pco2 rendah, nilai SIc jenuh, fasies hidrokimia dominan Ca-HCO3, densitas morfologi tinggi, lapisan tanah tipis, dan media aliran air tanah dominan jaringan pori dan rekahan batuan yang rapat, tetapi mulai berkembang jaringan rongga, memiliki infiltrasi tinggi; dan (3) Nilai Pco2 sangat tinggi, nilai SIc tidak jenuh, fasies hidrokimia Ca-Na-HCO3 dan Ca-Mg-Cl-HCO3, densitas morfologi tinggi, lapisan soil tebal, media aliran air tanah jaringan pori, dan litologi batuan nonkarbonatan, memiliki infiltrasi rendah.
Strategi Konservasi Dalam Pengelolaan Air Untuk Menunjang Kehidupan Masyarakat Di Sekitar Kawasan Industri Purwakarta Siti Munawaroh; Anastasia Yovita Sari; Burhanuddin Burhanuddin; Carnesia Gabema Mutiara Pangaribuan; Rizki Maulia; Moch Ridfan Trisnadiansyah; Yudhi Listiawan; Hendarmawan Hendarmawan
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v3i1.35532

Abstract

Air memiliki peran yang sangat penting bagi makhluk hidup tidak terkecuali manusia. Kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi. Penambahan populasi ini juga mengakibatkan makin pesatnya perubahan lahan menjadi pemukiman, bangunan, dan industri, yang menyebabkan daerah resapan air akan terus berkurang di masa depan. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan adanya strategi konservasi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi konservasi air yang tepat pada karakteristik masyarakat kawasan industri Purwakarta.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan literasi integratif. Data sekunder diperoleh dari penelitian sebelumnya mengenai potensi-kualitas air dan diintegrasikan dengan sumber literasi mengenai karakteristik dan perilaku masyarakat. Dari data ini kemudian disimpulkan rekomendasi strategi konservasi air yang tepat di kawasan industri Purwakarta.Strategi untuk mengendalikan sumber pencemaran dan kerusakan DAS antara lain: 1) menurunkan sedimentasi pada sub DAS dengan pengurangan erosi melalui penanganan lahan kritis, 2) mengelola limbah yang terdiri dari limbah industri, limbah peternakan, limbah domestik serta persampahan, 3) melakukan pengawasan dan penegakan hukum serta penertiban pemanfaatan ruang, 4) meningkatkan pengelolaan sumber daya air, 5) melakukan edukasi dan sosialisasi kepada industri, institusi pendidikan, dan masyarakat sekitar.
Co-Authors Abdurrachman Asseggaf Abdurrokhim ⠀ Adjat Sudrajat Agus Didit Haryanto Al Kautsar, Muhammad Ilham Anastasia Yovita Sari Arief Syaifudin Arif Fadillah Azwar Satrya Muhammad Azwar Satrya Muhammad Bayu Nugraha Benny Joy Binarko Santoso Bombom Rachmat Suganda Bombom Rachmat Suganda Bombom Rachmat Suganda, Bombom Rachmat Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam Brilian, Ciria Humanis Budi Muljana Budi Nurani Ruchjana Burhanuddin Burhanuddin Bustomi, Zhafran Muhammad Asyam Carnesia Gabema Mutiara Pangaribuan Chay Asdak Dady Sukmayadi Datin Fatia Umar Davin Rizqa Haris Suryana Deden Zaenudin Mutaqin Dicky Muslim Dyah Marganingrum E. Ristin Pujiindiyati Edi Tri Haryanto Edi Tri Haryanto, Edi Tri Emi Sukiyah Euis Yuningsih Evi Novianti Evi Novianti Faizal Muhammadsyah Febriwan Mohammad Febriwan Mohammad Fitri Amalia Hadian, M. Sapari Dwi Heri Hermiyanto Zajuli Heri Hermiyanto Zajuli, Heri Hermiyanto Hermes Panggabean Hermes Panggabean Hermes Panggabean Hermes Panggabean Ildrem Syafri Ismawan Ismawan, Ismawan Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Johannes Hutabarat Jumhari Jumhari Khoirullah, Nur Lambok M. Hutasoit M Sapari Dwi Hadian M. Heri Hermiyanto Zajuli M. Heri Hermiyanto Zajuli M. Nursiyam Barkah, M. Nursiyam M. Ridfan Trisnadiansyah M. Sapari Dwi Hadian M. Sapari Dwi Hadian Moch Ridfan Trisnadiansyah Moh. Heri Hermiyanto Zajuli Moh. Heri Hermiyanto Zajuli Mohamad Sapari Dwi Hadian Mohamad Sapari Hadian Mohammad Ghozi Muhammad Kurniawan Alfadli Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nathalie Dörfliger Nofi Muhammad Alfan Asghaf NUR HAMID Nur Hamid Panji Ridwan Peranciscus Aryanto Petrus Syariman Petrus Syariman, Petrus Pradnya Paramarta Raditya Rendra Priyo Hartanto Putri, Fauziah Listiana Putu Ayu Andhira Rasi Prasetio Rizka Maria Rizka Maria Rizki Maulia Robert M Delinom Robert Mohammad Delinom Rudy Suhendar Satrio Satrio Satrio Satrio Satrio Satrio Setiawan, Taat Siti Munawaroh Suhendar, Rudy Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Suratman Suratman Syaifudin, Arief Syarif Kurniawan Syintia Faramitha Taat Setiawan Tanuwijaya, Zamzam A.J. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah Teuku Yan Waliyana Teuku Yan Waliyana Muda Iskandarsyah Teuku Yan Waliyana Muda Iskandarsyah Teuku Yan Waliyana Muda Iskandarsyah Trisnadiansyah, Mochamad Ridfan Umboro, Sindhu Undang Mardiana Valérie Plagnes Vijaya Isnaniawardhani W. Kuntjoro, W. Wahyu Purwoko Wanda Adinugraha Wilda Naily Yoga A. Sendjaja Yudhi Listiawan Yuyun Yuniardi Zakarias Dedu Ghele Raja Zamzam A. J. Tanuwijaya, Zamzam A. J. Zufialdi Zakaria Zulkifli Harahap