Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Persepsi Umat Katolik terhadap Kehadiran Wisatawan (Studi Kasus di Gua Maria Sendang Jatiningsih) Andreas Rudiyanto; Eko Sugiarto
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 1 (2025): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i1.13060

Abstract

The purpose of this study was to determine the perception of Catholics towards the presence of tourists at the Sendang Jatiningsih Maria Cave, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. This research method is descriptive qualitative. The results of this study, first, the perception of Catholics towards the presence of tourists is considered not to disturb the solemnity of Catholics who are worshiping at the Sendang Jatiningsih Maria Cave. Second, the majority of informants do not mind if the Sendang Jatiningsih Maria Cave is not only a place of pilgrimage but also a tourist destination. Third, there is an opportunity to develop tourism activities without reducing the sacredness of the Sendang Jatiningsih Maria Cave. Fourth, it is necessary to separate the worship area and the tourism area as the best way so that tourism activities do not interfere with worship activities at the Sendang Jatiningsih Maria Cave. The conclusion of this study is that most Catholics view the cave not only as a place of pilgrimage, but also as a tourist destination. Keyword: Catholics, Perceptions, Tourists
IDENTIFIKASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA GREEN VILLAGE GEDANGSARI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Sugiarto, Eko; Haryanti, Dian
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v11i3.486

Abstract

This study aims to identify local wisdom in Green Village Gedangsari, Gunungkidul Regency. This research uses qualitative method with combined data collection technique, there are observation, interview, and documentation. Some invention that have been identified as the findings of this research are (1) Tourism development in Green Village Gedangsari; (2) Some of the taboos that local people believe; (3) Local culinary; (4) The place of the sacred; (5) Nyadran and Rosulan Traditions; and (6) 4G development plan by Gedangsari community. These findings have the potential to increase tourist attraction in the Green Village Gedangsari region.
WISATA RELIGI, DESA WISATA, DAN WISATA MINAT KHUSUS: DINAMIKA KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA TURGO-MERAPI Eko Sugiarto; Kiki Rizki Makiya; Novi Irawati
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyajikan dinamika pembangunan kepariwisataan yang terjadi di Desa Wisata Turgo-Merapi. Dinamika ini merujuk kepada perubahan, perkembangan, dan interaksi yang terjadi dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Turgo-Merapi. Perspektif yang digunakan ada tiga, yaitu wisata religi, desa wisata, dan wisata minat khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisata ziarah adalah bentuk pariwisata awal yang ada di Turgo. Model ini kemudian berkembang menjadi wisata religi. Dalam konteks wisata religi, wisatawan berkunjung tidak semata-mata untuk tujuan berziarah, melainkan ada tujuan rekreasi. Seiring dengan pariwisata yang terus berkembang di Turgo, muncul kelembagaan berupa desa wisata. Keberadaan desa wisata mendorong masyarakat terlibat dalam kegiatan pariwisata. Hal ini memunculkan paket-paket wisata baru di Turgo dengan segmen pasar yang memiliki minat atau tujuan khusus mengenai suatu jenis objek atau kegiatan, baik dari aspek lingkungan fisik, sosial, maupun budaya di Turgo yang secara umum dikenal dengan istilah wisata minat khusus.