Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRA Di PT.Victorindo Kimiatama Ervian Ade Wibowo; Asep Erik Nugraha
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5603

Abstract

AbstractPT. Victorindo Kimiatama is an industrial company that produces car paints, where the company has been established for a long time but will be use the Occupational Safety and Health Management System (SMK3). In the company environment of PT. Victorindo Kimiatama there are dangers that lurk in workers such as falling goods, being hit by vehicles, slipping, and others. In this study, we will discuss identifying hazards and assessing the extent to which these hazards can occur and become a threat to employees using the HIRA (Hazard Identification And Risk Assessment) method. The HIRA method is a method to identify potential work accidents in the company and then assess the dangers that can be caused to employees and the company. The purpose of this study is to find out the dangers that lurk in workers and companies that can cause material and non-material losses. This study was conducted in 8 places and found 44 potential hazards that will be identified and assessed based on existing sources of danger. AbstrakPT. Victorindo Kimiatama merupakan sebuah perusahaan industri yang memproduksi cat mobil, dimana perusahaan sudah lama berdiri tetapi baru akan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pada lingkungan perusahaan PT. Victorindo Kimiatama terdapat bahaya yang mengintai para pekerja seperti kejatuhan barang, tertabrak kendaraan, terpeleset, dan lain-lainnya. Pada penelitian kali ini akan membahas tentang mengindentifikasi bahaya dan menilai sejauh mana bahaya tersebut dapat terjadi dan menjadi ancaman bagi para karyawan dengan menggunakan metode HIRA (Hazard Identification And Risk Assessment). Metode HIRA merupakan sebuah metode untuk mengindenfikasi potensi kecelakaan kerja di perusahaan kemudian menilai bahaya yang dapat ditimbulkan bagi karyawan dan perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahaya yang mengintai para pekerja dan perusahaan yang dapat menyebabkan kerugian material dan non material. Pada penelitian ini dilakukan di 8 tempat dan ditemukan 44 potensi bahaya yang akan di identifikasi dan dinilai berdasarkan sumber bahaya yang ada.
Analisis Ergonomi dengan Menggunakan Metode Recommended Weight Limit (RWL) di PT. Sawang Gunung Acc Neni Yunengsih; Asep Erik Nugraha
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5790

Abstract

Kondisi fisik di tempat kerja tentunya dipengaruhi oleh lingkungan kerja, seperti alat kerja dan gaya kerja. Oleh karena itu, aktivitas kerja sangat rapuh dan berisiko terjadi kecelakaan kerja jika ergonomi tidak diperhatikan. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya efisiensi kerja, kelelahan kerja, nyeri otot saat bekerja, dll. Berdasarkan permasalahan yang ada dibengkel tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pekerjaan yang tidak ergonomi yang menyebabkan cedera ditempat kerja dan sering mengalami nyeri otot serta memberikan saran untuk mengurangi keluhan terhadap mekanik bengkel. Penelitian ini menggunakan metode rumusan RWL dan LI. Hasil penelitian untuk pengangkatan beban secara manual pada mekanik di bengkel yaitu nilai RWL awal sebesar = 8,6 kg dan RWL akhirnya sebesar = 9,0 kg, sedangkan untuk nilai LI awal nya sebesar = 1,74 dan nilai LI akhirnya sebesar 1,66. Karena nilai LI nya lebih dari 1 maka kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan atau cedera pada mekanik.
Usulan Perbaikan Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assesment (RBA) Pada Pekerja Industri Ukm Ikan Bandeng Sumber Jaya Tani (Poklashar Cilamaya Wetan) Mochamad Rafi Herdiana; Asep Erik Nugraha; Risma Fitriani
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 2 (2023): VOLUME 13 NO 2 JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i2.17539

Abstract

Intisari— UKM Ikan Bandeng merupakan sebuah usaha kecil dibawah naungan BUMDES di Desa Muara Baru, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Pada proses pengolahan ikan bandeng kemasan, membutuhkan waktu 8 jam tanpa waktu istirahat dan kondisi ini semakin diperparah posisi berdiri merupakan posisi yang sering dilakukan dalam pengolahan ikan bandeng, sehingga menimbulkan cidera ergonomi pada postur kerjanya dapat menyebabkan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko cidera pada postur kerja pekerja industri didasarkan atas keluhan yang terjadi dengan menggunakan kuesioner NBM (Nordic Body Map), dan dilakukan penilaian postur kerja dengan menggunakan metode REBA. Metode REBA merupakan metode yang digunakan untuk penilian postur kerja yang berfokus pada seluruh bagian tubuh. Proses yang dilakukan saat ini merupakan yang berisiko dan jika dilakukan secara berulang-ulang dapat menimbulkan cidera. Didapatkan secara umum kondisi setiap stasiun kerja pada UKM Ikan Bandeng memerlukan perbaikan. Dengan keluhan paling banyak dialami oleh bagian pencucian & pemotongan serta pengolahan terjadi di tubuh bagian atas, tengah, dan bawah. Skor REBA terbesar pemisahan ikan bandeng dengan jeroan sebesar 11 pada indikator ke 4. Yang lainnya pada indikator ke-3. Maka, diberikan usulan berupa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam memperbaiki postur kerja, serta sistem kerja yang ada pada setiap stasiun guna mengurangi musculoskeletal disorders. Abstract— SMEs Ikan Bandeng is a small business under the auspices of BUMDES in Muara Baru Village, the majority of which work as fishermen. In the process of processing packaged milkfish, it takes 8 hours without rest time and this condition is further aggravated standing position is a position that is often done in milkfish processing, resulting in ergonomic injuries in its work posture can cause musculoskeletal disorders (MSDs). This study was conducted to analyze the risk of injury to the work posture of industrial workers based on complaints that occurred using the NBM (Nordic Body Map) questionnaire, and an assessment of work posture was carried out using the REBA method. The REBA methods are methods used for the assessment of work postures that focus on all parts of the body. The current process is risky and if done repeatedly can lead to injury. With the most complaints experienced by the washing & cutting and processing parts occur in the upper, middle, and lower body. The largest REBA score of the separation of whitefish with offal was 11 on the 4th indicator. The other is on the 3rd indicator. Thus, proposals were given in the form of the application of Standard Operating Procedures (SOPs) in improving work posture, as well as the existing work system at each station to reduce musculoskeletal disorders.
Analisis Upaya Pengendalian dan Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) pada WTM 16 di PT XYZ Akmal Maulana Ramadhan; Kusnadi Kusnadi; Asep Erik Nugraha
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v13i1.2413

Abstract

PT XYZ is a leading company in steel pipe production in Indonesia, experiencing a severity level of work accidents reaching 239.5 in 2019, according to an analysis from observations and interviews with the HSE team. The most common accidents occur due to being hit by iron fragments, causing vision impairment and noise during the production process, resulting in hearing impairment. The Job Safety Analysis (JSA) method is used to analyze potential hazards in the pipe production process at PT XYZ. Risk assessment of work accidents is conducted using a risk assessment method, which found that in producing pipes at PT XYZ on the wang tong machine (WTM) line 16, there is 1 potential minor/tolerable work accident, 2 categorized as moderate, and 4 potential serious work accidents that need immediate prevention proposals. The recommended improvements related to work accident risks include the need for strict supervision of the use of personal protective equipment (PPE) on the WTM 16 line, increased use of PPE for work safety for all workers, especially in areas prone to work accidents, and providing rewards to workers who are deemed to have excellent implementation of occupational safety and health (OSH) during work. This reward system will also increase workers' awareness of OSH. Keywords: JSA, Occupational Hazards, Risk Analysis, Safety
Application of RULA and REBA to Analyze Body Posture of Assembling Workers (Case Study PT XYZ) Wahyu Eko Cahyanto; Asep Erik Nugraha; Taufik Akbar Firmansyah
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v9i02.562

Abstract

Work productivity can be influenced by body posture or attitude when workers do their work and theconditions of the work environment are less ergonomic. PT. XYZ is an organization participated in theTruck Body industry. Assembling workers at XYZ Company still uses human labor in the welding processor cutting the component assembly process. Jobs with less ergonomic positions can cause fatigue toworkers and are at risk of causing Musculoskeletal Disorders. This study expects to decide the degree ofwork injury in Assembling laborers and is expected to be a recommendation for companies to improvework station conditions. The information taken is as photographs while Assembling laborers go about theirresponsibilities. The review was directed utilizing the Nordic Body Map interview technique, theconsequences of the survey showed grievances to laborers with average score of 63.3. Based on the risklevel classification table, the score is categorized as moderate and needs to be improved. Then furtherinvestigation was done utilizing the REBA and RULA strategies to decide the state of the specialist's bodyact while going about his job. The consequences of the review show that the REBA estimation of thestance of Assembling laborers has a high gamble and requires changes. With respect to the aftereffects ofthe computation of RULA for laborers in the Assembling part of XYZ Company is classified as moderateyet in addition not excessively unsafe and remedial move can be made.
Analisis upaya pencegahan dan penilaian risiko kecelakaan kerja pada saat kalibrasi alat laboratorium dengan metode JSA di PT XYZ Ibnu Fazlur Riyanto; Asep Erik Nugraha
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 1 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i1.1935

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT XYZ yang bergerak di bidang industri farmasi, dengan tujuan untuk menganalisis upaya pencegahan serta penilaian risiko kecelakaan kerja pada proses kalibrasi alat laboratorium menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi aspek penting dalam menjaga keamanan tenaga kerja dan kualitas hasil produksi, mengingat kegiatan kalibrasi melibatkan paparan bahan kimia, peralatan listrik, serta kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Metode JSA diterapkan melalui tahapan pengenalan potensi bahaya, evaluasi tingkat risiko, serta penerapan langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan dampak risiko. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, pengamatan langsung di lapangan, serta penelaahan dokumen internal perusahaan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kegiatan dengan tingkat risiko tertinggi terjadi pada proses menyalakan dan mematikan peralatan, di mana potensi bahayanya meliputi risiko sengatan listrik dan luka bakar. Risiko sedang ditemukan pada proses kalibrasi alat serta penyimpanan alat berat, sedangkan risiko rendah terjadi pada aktivitas persiapan dan pencatatan hasil kalibrasi. Upaya pengendalian yang dilakukan meliputi penerapan SOP, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan berkala, dan pengawasan rutin. Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan metode JSA terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan keselamatan, penambahan checklist kerja, serta penerapan budaya K3 secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di industri farmasi.