Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MATERIAL RESINEX TERHADAP PROPERTIES HPHT FILTER PRESS PADA TEMPERATURE 200 ℉ LUMPUR KCL-POLYMER Kusrini, Desi; Yudiantoro, Ismanu; Winarto, Winarto; Alfriyani, Dhelfi Alva
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i2.1718

Abstract

Pada pemboran trayek 17 ½” ini menembus formasi Muara Enim – Talangakar yang memiliki litologi shale dengan temperatur tinggi, dimana hal tersebut dapat merubah sifat fisik Lumpur, material Additive Resinex pada Lumpur Pemboran berperan  menjadikan lumpur pemboran lebih stabil pada temperature tinggi sekaligus sebagai fluid loss control agent. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan mud properties pada  water base mud Kcl polymer dengan berbagai variasi konsentrasi Resinex yang sesuai dengan spesifikasi, selanjutnya untuk mendapatkan pemilihan konsetrasi Resinex yang terbaik yang sesuai pada trayek ini. Percobaan ini dilakukan skala Laboratorium dengan melakukan pengujian Lumpur Kcl polymer yang ditambahkan material Resinex sebanyak 2 gram, 4 gram, 6 gram, dan 8 gram. Hasil pengujian mud weight, pH, rheology, API filtrate, dan Clˉ.  Hasil Penelitian didapatkan properties lumpur yang bervariasi, dimana hasil yang paling optimal dan ekonomis yaitu dengan penggunaan konsentrasi Resinex 6 gram.
Studi Laboratorium Pengaruh Penambahan Starch Terhadap Filtrat pada Lumpur Kcl Polymer PHPA 7% Sumur “N” PT. Sumber Data Persada Winarto, Winarto; Yudiantoro, Ismanu; Suci Widiantoro, Panca; Rihadatul Aisy, Nada
Action Research Literate Vol. 8 No. 7 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i7.467

Abstract

Sumur “N” merupakan sumur pengembangan (development) dimana terdiri dari Formasi Minas, Petani, Telisa, Upper Sihapas dan Lower Sihapas. Target formasi pada penelitian kali ini yaitu Formasi Telisa pada kedalaman 900 – 1100 ft. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan starch terhadap filtrat pada lumpur KCL Polymer PHPA 7% yang digunakan dalam pengeboran sumur "N" oleh PT. Sumber Data Persada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium untuk mengamati langsung pengaruh konsentrasi surfaktan terhadap batuan sandstone dalam meningkatkan recovery factor. Hasil penelitian menunjukan pada trayek 12-¼” dengan ukuran casing 9-5/8” dan kedalaman 900-1100 ft, batuan shale mendominasi dengan masalah potensial seperti swabbing, tight hole, over-pull, sloughing shale, dan stuck. Pencegahan dilakukan dengan menjaga pipa tetap bergerak dan memeriksa sifat lumpur untuk rheology yang baik, serta menggunakan shale control additive. Program drilling fluid menunjukkan karakteristik lumpur yang diinginkan dan semua formulasi lumpur memenuhi spesifikasi, kecuali beberapa formulasi pH yang memerlukan penyesuaian. Pengujian menunjukkan bahwa penambahan starch 4 ppb memberikan hasil mud properties yang sesuai dengan spesifikasi, termasuk penurunan volume filtrate yang sesuai standar API. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan, komposisi yang digunakan pada Lumpur KCL Polymer PHPA 7% meliputi Fresh Water, Bentonite, KOH, Soda Ash, Starch, PAC-LV, PAC-R, XCD, KCL, PHPA Powder, dan Barite.
Beban Ton Mile Round Trip Rig dan Program Drilling Line Cutoff Sumur “AR” Rahman, Arief; Yudiantoro, Ismanu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v3i7.3029

Abstract

Sumur “AR” sedang melakukan pekerjaan Kerja Ulang Sumur, yaitu penutupan lapisan dengan cara menyumbat dengan semen di lapisan reservoir (penyimpan atau penghasil) migas, untuk pindah ke lapisan reservoir lainnya. Kategori kegiatan pengeboran ini termasuk pengeboran mudah. Tujuan dilakukan penelitian ini diantaranya menghitung ton-mile round trip (Tr atau RTTM), dan menentukan program pemotongan tali pengeboran. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data seperti tinggi menara rig, diameter tali pengeboran, diameter drum, berat lumpur, pounder drill-pipe (DP) 3 ½ inch, pounder drill-collar (DC) 4 ¾ inch, jumlah DP sepanjang DC, panjang DP atau DC per stand, berat Block Assembly, dan kedalaman lubang bor. Selanjutnya, dilakukan perhitungan ton-mile round trip (Tr atau RTTM) dengan menghitung beban tali pengeboran per stand DP dan DC, lalu menghitung beban total tali pengeboran untuk satu kali round trip dan mengalikannya dengan jarak round trip. Setelah itu, penentuan program pemotongan tali pengeboran dilakukan dengan membandingkan nilai ton-mile round trip yang diperoleh dengan rentang 800-900 ton-mile. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk pekerjaan 1x Tr hanya mendaptkan nilai 91,4 ton-mil, sehingga belum mencapai 800-900 ton-mil, artinya tali pengeboran belum perlu dilakukan pemotongan. Ketika akumulasi pekerjaan berada dalam rentang 800-900 ton-mil maka tali pengeboran dapat dilakukan pemotongan sepanjang 22.26 m atau 15.5 putaran drum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka, dapat disimpulkan bahwa perhitungan ton-mile round trip (Tr atau RTTM) merupakan metode yang penting dalam menentukan kapan harus dilakukan pemotongan tali pengeboran. Perhitungan ini membantu menghindari risiko kerusakan atau putusnya tali pengeboran selama operasi pemboran.
PENGARUH POLYAMINE TERHADAP PERFORMA LUMPUR HPWBM DALAM MENGATASI PROBLEM SHALE Winarto, Winarto; Yudiantoro, Ismanu; Kamid, Abdul; Alghazali, Alghazali; Setiawan, Guntur; Haryanto, Kanto
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7985

Abstract

Formasi shale sangat reaktif terhadap lumpur pemboran berbasis air akibat hidrasi mineral lempung yang memicu swelling dan ketidakstabilan lubang bor. Maka dari itu High Performance Water-Based Mud (HPWBM) dirancang untuk memberikan inhibisi setara Oil-Based Mud namun lebih ramah lingkungan. penelitian ini menguji pengaruh penambahan polyamine (1%, 2%, 3% v/v) dalam pengurangan swelling shale. Pengujian dimulai dari Mengukur densitas (Mud Balance), viskositas (Marsh Funnel), rheology lumpur PV, YP, Gel Strenght (Rheometer), banyaknya filtrate dan mud cake (API Filter Press/30 min), HTHP @250, pengujian pH (pH Indicator), pengujian K+, Cl-, MBT & A Perencanaan dan pengujian lumpur dilakukan di PT. Adiguna Cakra Semesta. Hasil uji Swelling dengan menggunakan Liner Swell Meter terhadap 4 sample core yang berbeda yaitu HPWBM-Based Pengembangan 24.3%, HPWBM-Polyamine 1% Pengembangan 16.4%, 2% Pengembangan 14.1%, dan 3% Pengembangan 13.5%. Hasil menunjukan reaksi lumpur HPWBM-Polyamine 3% terhadap sample core (Shale) mampu menahan pengembangan shale atau Menghambat hidrasi air filtrat ke shale cukup baik sebesar 13.5%.
Perencanaan Water Cushion Berbasis Tekanan Hidrostatik pada Operasi Tubing Conveyed Perforating: Studi Kasus Sumur UWL-001 Kamid, Abdul; Winarto Winarto; Yudiantoro, Ismanu; Firdaus, Miftahul
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7562

Abstract

UWL-001 is an exploration well located in the Banggai area, Central Sulawesi, where the completion program applies Tubing Conveyed Perforating (TCP) with an underbalance perforation approach. In this method, the hydrostatic pressure inside the wellbore must remain lower than the reservoir pressure; therefore, an appropriate water cushion design is required to satisfy the minimum pressure requirement of the Mechanical Safety Impact (MSI) firing head while maintaining the underbalance condition. This study aims to evaluate the water cushion design for the TCP operation in UWL-001 using a hydrostatic pressure approach. A descriptive quantitative case study was conducted using operational data provided by PT Elnusa Tbk, including well data, Drill Stem Test (DST) string configuration, log correlation results, reservoir pressure, and the water cushion program. Hydrostatic pressure calculations were employed to determine the optimum water cushion height, hydrostatic pressure, underbalance pressure, the number of tubing joints filled with water, and the required fluid volume. The initial design resulted in a water cushion height of 192 m, requiring 22 tubing joints and 5.8 bbl of water. During field implementation, the operator increased the water cushion height to 368 m, producing a hydrostatic pressure of 523 psi, an underbalance pressure of 2010 psi, 41 tubing joints, and 10.5 bbl of water. Although the hydrostatic pressure increased, the underbalance condition was successfully maintained because the hydrostatic pressure remained below the reservoir pressure. These findings demonstrate that the hydrostatic pressure approach provides an effective basis for designing a water cushion capable of ensuring reliable firing head activation while preserving the underbalance condition during Tubing Conveyed Perforating operations