Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisa Perhitungan Keekonomian Lapangan “X” West Java Basin Menggunakan Metode PSC (Production Sharing Contract) kusrini, Desi; Abror, Muhammad Muchlas
Jurnal Migasian Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.84

Abstract

Indonesia adalah Negara yang menerapkan sistem kontrak bagi hasil atau yang lebih dikenal dengan Production Sharing Contract (PSC) dalam industri minyak mentah dan gas bumi. Lisensi atau kontrak suatu wilayah kerja atau blok untuk eksplorasi dan produksi biasanya berlangsung selama 25-30 tahun. Bila kontrak sudah habis, kontraktor bisa mengajukan perpanjangan kontrak dengan perubahan. Production Sharing Contract (PSC) adalah salah satu kontrak kerja minyak mentah dan gas bumi antara pemerintah dan kontraktor degan sistem bagi hasil. Alasan digunakannya model PSC adalah karena model PSC dianggap memberikan keuntungan dari hasil migas yang dimiliki suatu Negara dengan mengurangi dominasi International Oil Company (IOC). Menentukan apakah suatu lapangan layak diperpanjang adalah dengan cara menghitung nilai keekonomiannya dari element hingga indikator. Data yang ditemukan dilapangan antara lain Jumlah hasil produksi gas 2.482,2 Juta USD, First Tranche Pertoleum sebesar 124,1 Juta USD, Cost Recovery 945,9 Juta USD, Equity to be Split 1.536,9 Juta USD, Domestic Market Obligation 257,4 Juta USD dan juga pajak yang harus di bayar sebesar 411,8 Juta USD.
PENGARUH MATERIAL RESINEX TERHADAP PROPERTIES HPHT FILTER PRESS PADA TEMPERATURE 200 ℉ LUMPUR KCL-POLYMER Kusrini, Desi; Yudiantoro, Ismanu; Winarto, Winarto; Alfriyani, Dhelfi Alva
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i2.1718

Abstract

Pada pemboran trayek 17 ½” ini menembus formasi Muara Enim – Talangakar yang memiliki litologi shale dengan temperatur tinggi, dimana hal tersebut dapat merubah sifat fisik Lumpur, material Additive Resinex pada Lumpur Pemboran berperan  menjadikan lumpur pemboran lebih stabil pada temperature tinggi sekaligus sebagai fluid loss control agent. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan mud properties pada  water base mud Kcl polymer dengan berbagai variasi konsentrasi Resinex yang sesuai dengan spesifikasi, selanjutnya untuk mendapatkan pemilihan konsetrasi Resinex yang terbaik yang sesuai pada trayek ini. Percobaan ini dilakukan skala Laboratorium dengan melakukan pengujian Lumpur Kcl polymer yang ditambahkan material Resinex sebanyak 2 gram, 4 gram, 6 gram, dan 8 gram. Hasil pengujian mud weight, pH, rheology, API filtrate, dan Clˉ.  Hasil Penelitian didapatkan properties lumpur yang bervariasi, dimana hasil yang paling optimal dan ekonomis yaitu dengan penggunaan konsentrasi Resinex 6 gram.
Productivity Calculation of Well Tlj-250 Post Hydraulic Fracturing Job at Pt . Bukit Apit Bumi Persada Indarti, Adrian; Kusrini, Desi; Agriandita, Isnani; Prakoso, Rio Dwi
Gema Wiralodra Vol. 15 No. 3 (2024): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v15i3.780

Abstract

PT Bukitapit Bumi Persada is a company engaged in oil well service including cementing, stimulation, fracturing, coiled tubing unit and nitrogen service. Hydraulic fracturing is a stimulation activity to repair wells due to damage to the formation by injecting fracturing fluid at high pressure to create channels and held with proppant so that the fractures formed do not close again. The TLJ-250 well in the Prabumulih field was stimulated using hydraulic fracturing on Sunday, April 24, 2022. The TLJ-250 well has sandstone lithology with low permeability of about 4 mD with a porosity value of 12% so that this well is not productive to produce hydrocarbons. The fracturing fluid used is water base fluid, which is a water-based fracturing fluid and the proppant used is carbolite 20/40. The process of hydraulic fracturing begins with a breakdown test, step rate test, mini frac, and main frac with the stages of injecting proppant starting with pre-pad, slug, pad, and flush. The reason for hydraulic fracturing in the TLJ-250 well is that the ex bore well is less economical when producing. After hydraulic fracturing, TLJ-250 well experienced an increase in permeability value of about 904.15 mD with an average permeability around 22.32 mD followed by an increase in productivity index (PI) with the Prats method around 3.75 and the Cinco-Ley method is around 3.57 times. The production rate at TLJ-250 well is 158 BFPD with oil production of 21 BOPD
Pengukuran Pemahaman Potensi Bahaya Sumur Migas di SMK Migas Balongan Rahman, Arief; Kusrini, Desi; Utomo, Warto; Indarti, Adrian; Syaeful Rohman, Pupung
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i1.2966

Abstract

Penentuan Design Hydraulic Fracturing Dan Analisa Produktivitas Sumur Qwe Pada Lapangan DSA Kusrini, Desi; Yudiantoro, Ismanu; Setiawan, Agung; Amaliyah, Siti
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v8i2.2032

Abstract

Sumur QWE terletak di Lapangan DSA berada di Cekungan Jawa Barat. Sumur QWE adalah sumur lama yang akan dibuka kembali pada lapisan batupasir bertujuan untuk meningkatkan laju produksi sumur yang dilakukan program hydraulic fracturing karena adanya formation damage pada interval 2843 – 2848 m. Evaluasi keberhasilan kegiatan hydraulic fracturing dibutuhkan untuk mengetahui keberhasilan kegiatan tersebut. Data yang digunakan meliputi data sumur, data reservoir, data produksi, dan Post Job Report. Data yang telah terkumpul akan dihitung secara manual menggunakan microsoft excel, geometri rekahan dibuat menggunakan simulator menggunakan data tekanan yang didapat ketika kegiatan hydraulic fracturing. Hasil yang telah didapat dari dibandingkan sebelum dan sesudah dilakukan hydraulic fracturing. Pemodelan geometri rekahan menggunakan model PKN 2D. Hasil dari model geometri rekahan digunakan untuk menghitung FCD dan permeabilitas rata-rata menggunakan metode Howard&Fast. Hasil dari evaluasi kegiatan hydraulic fracturing mendapatkan nilai permeabilitas sebelum dan sesudah dilakukannya hydraulic fracturing terdapat kenaikan dari 12 mD menjadi 44,437 mD, dimana mengalami kenaikan sebesar 32,437%, Productivity Index menunjukkan peningkatan produktivitas sumur sebesar 2,868 kali.