Kafiar, Renny Endang
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Permainan Snack and Sladder (SNS) Terhadap Tingkat Pengetahuan Anak dalam Pencegahan Malaria Diliani, Diliani; Tanan, Rosmitha; Kafiar, Renny Endang; Mardona, Yeli; Karundeng, Jeni Oktavia; Firman, Andi Fatmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17308

Abstract

ABSTRAK Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara-negara berkembang dengan 245 juta kasus. Pengabdian masyarakat ini dengan menilai tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pemberian edukasi SNS. Responden dalam pengabdian masyarakat ini berjumlah 31 siswa/I SD Impres 6 Timika Kampung SP6 Kelurahan Naena Muktipura Kecamata Iwaka Kabupaten Mimika. Menggunakan SL “Service Learning” dengan 4 tahapan pelaksanaan;Infestigasi, perencanaan, Pelaksanaan dan Refleksi. Hasil yang didapatkan terdapat pengaruh peningkatan pengetahuan pencegahan malaria setelah permainan SNS. Permainan SNS menarik dan dapat meningkatkan pengetahuan anak terhadap pencegahan malaria. Kata Kunci: Malaria, Permainan Ular Tangga  ABSTRACT Malaria is one of the infectious diseases that is still a serious public health problem, especially in developing countries with 245 million cases. This community service is to assess the level of knowledge before and after the provision of SNS education. Respondents in this community service were 31 students of SD Impres 6 Timika, SP6 Village, Naena Muktipura Village, Iwaka District, Mimika Regency. Method using SL "Service Learning" with 4 stages of implementation; Investigation, planning, implementation and reflection. It was found that there was an increase in knowledge of malaria prevention after the SNS game. The SNS game is interesting and can increase children's knowledge of malaria prevention. Keywords: Malaria, Snakes and Ladders Game
Pelatihan Peer Education terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Stunting Tanan, Rosmitha; Karundeng, Jeni Oktavia; Kafiar, Renny Endang; Mardona, Yeli; Diliani, Diliani; Firman, Andi Fatmawati; Onawatme, Fatima Yanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17305

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi dunia. WHO menyebutkan terdapat 148,1 juta atau 22,3 % anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia terkena stunting, 52% dari total Global ada di benua Asia dan 43% dari total global ada di Afrika. Di Indonesia terdapat 4.7% dari total global anak-anak yang mengalami mengalami stunting. Dari Pengabdian Masyarakat ini dengan memberikan Pelatihan Peer Education (PE) bagi Remaja di SMA St. Ignatius Kabupaten Mimika. Metode palaksanaan Pengabdian masyarakat ini menggunaka “Peer Tutor” dengan 4 tahapan yaitu Perencanaan, pelaksanaan, Observasi dan Evaluasi yang dilakukan pada 18 Siswa/i SMA. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan Siswa/i terhadap Stunting. Menunjukan bahwa tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan (100%). Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan pada anak Sekolah Menengah Atas (SMS) ditemukan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Remaja mengenai pencegahan stunting dan Remaja sebagai Peer Educator dapat menularkan pengetahuan yang dimilikinya pada teman sebaya, keluarga dan masyarakat dalam penerapan pencegahan stunting Kata Kunci: Peer Education, Peer Tutor, Stunting  ABSTRACT Stunting is a serious problem facing the world. WHO states that there are 148.1 million or 22.3% of children under the age of 5 worldwide affected by stunting, 52% of the global total are in Asia and 43% of the global total are in Africa. In Indonesia, there are 4.7% of the global total of children who experience stunting. Objective of this Community Service by providing Peer Education (PE) Training for Adolescents at St. Ignatius High School, Mimika Regency. The method of implementing this Community Service uses "Peer Tutor" with 4 stages, namely Planning, Implementation, Observation and Evaluation carried out on 18 High School Students. The implementation of this Community Service was successful in increasing Students' knowledge of Stunting. Shows that the level of respondent knowledge has increased (100%). Based on the results of community service carried out on Senior High School (SMS) children, it was found that there was an increase in adolescent knowledge regarding stunting prevention and adolescents as Peer Educators can transmit their knowledge to peers, families and communities in implementing stunting prevention Keywords: Peer Education, Peer Tutor, Stunting
PENGUATAN PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN MALARIA MELALUI PELATIHAN MODIFIKASI KASA VENTILASI DARI KELAMBU BERINSEKTISIDA Karundeng, Jeni Oktavia; Mardona, Yeli; Tanan, Rosmitha; Kafiar, Renny Endang; Diliani, Diliani; Onawame, Fatima Yanti; Handayani, Lenny Nur; Berwulo, Johan; Firman, Andi Fatmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31670

Abstract

Abstrak: Malaria merupakan salah satu penyakit endemis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah, terutama di Papua. Pencegahan penyakit ini memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengendalian vektor, termasuk melalui inovasi rumah sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (hardskill) kader malaria dalam pembuatan dan pemasangan kasa ventilasi modifikasi sebagai upaya pencegahan malaria. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi langsung, dan praktik lapangan. Kegiatan ini melibatkan 11 orang kader malaria dari wilayah endemis di Kabupaten Mimika. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan mitra sebesar 85% setelah mengikuti kegiatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kader mampu mengedukasi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan dalam pencegahan malaria.Abstrac: Malaria remains an endemic disease and a significant public health concern in various regions, particularly in Papua. Effective prevention requires active community participation in vector control, including the implementation of healthy housing innovations. This program aimed to enhance the knowledge and practical skills (hardskills) of malaria health cadres in constructing and installing modified ventilation screens as a preventive measure against malaria. The activities were carried out through lectures, direct demonstrations, and hands-on practice. A total of 11 malaria cadres from endemic areas in Mimika Regency participated in the program. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results showed an 85% increase in the cadres’ competencies after the training. This program is expected to empower health cadres to independently educate their communities and support sustainable malaria prevention efforts.
KASA VENTILASI MODIFIKASI BERINSEKTISIDA EFEKTIF MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN MALARIA DI TIMIKA PAPUA Karundeng, Jeni Oktavia; Mardona, Yeli; Kafiar, Renny Endang; Tanan, Rosmitha; Diliani, Diliani; Handayani, Lenny Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34925

Abstract

Abstrak: Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Kabupaten Mimika dengan angka kasus tinggi setiap tahun. Hambatan penggunaan kelambu berinsektisida adalah rasa panas dan kurang nyaman sehingga menurunkan kepatuhan masyarakat. Tujuan kegiatan penelitian ini adalah meningkatkan upaya pencegahan malaria melalui modifikasi kelambu menjadi kasa ventilasi berinsektisida yang lebih praktis dan nyaman digunakan di rumah. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra dengan melibatkan 30 rumah tangga yang memiliki ibu hamil, bayi, atau balita. Tim melakukan sosialisasi, edukasi perawatan, dan pemasangan kasa ventilasi modifikasi berinsektisida, serta pendampingan oleh kader malaria. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara terkait pemanfaatan serta angka kejadian malaria setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kader dalam pemasangan dan edukasi (85%), serta penurunan kejadian malaria pada rumah tangga sasaran sebesar 73% dalam 7 bulan. Inovasi ini terbukti efektif, mudah diterima masyarakat, dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup.Abstract: Malaria remains a major public health problem in Mimika District, with consistently high incidence rates each year. One of the main barriers to the use of insecticide-treated bed nets is the discomfort caused by heat, which reduces community compliance. The objective of this study was to enhance malaria prevention efforts through the modification of insecticide-treated bed nets into insecticide-treated ventilation screens that are more practical and comfortable for household use. The study involved 30 households with pregnant women, infants, or toddlers, in collaboration with local partners. The research team conducted socialization, education on maintenance, installation of modified insecticide-treated ventilation screens, and mentoring by malaria cadres. Evaluation was carried out through observation and interviews regarding utilization and malaria incidence after the intervention. The results showed an improvement in cadres’ skills in installation and education (85%) and a reduction in malaria incidence among target households by 73% within seven months. This innovation proved to be effective, well-accepted by the community, and has the potential to improve quality of life.