Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Dengan Penyelahgunaan Narkotika Dian Wahyu Niarti; M. Adreng Pamungkas; Ni Made Nopita Wati
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.846 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v12i1.147

Abstract

Penggunaan narkotika yang semakin meningkat dengan estimasi penyalahguna narkotika yang berasal dari semua kalangan. Penyalahguna narkotika berusaha meningkatkan konsumsi narkotika untuk memperoleh efek rasa senang yang tetap sama. Salah satu dampak dari segi kesehatan mental pada penyalahguna narkotika yaitu cemas. Kecemasan merupakan kondisi emosi dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang. Kecemasan dapat lihat melalui berbagai respon diantara kesulitan tidur tidak fokus bahkan bila kecemasan meningkat dapat berakibat pada panik, halusinasi atau bahkan bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada Warga Binaan Pemasyarakatan dengan penyalahgunaan narkotika di RumahTahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil analisa data menunjukan sebagian besar responden mengalami kecemasan tingkat kecemasan sedang, yaitu sebanyak 16 orang (33,3%). Penyalahgunaan narkotika ternyata memiliki dampak kecemasan yang cukup berarti pada Warga Binaan Pemasyarakatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan yaitu dengan meningkatkan pembinaan kerohanian, olahraga dan membuat program rehabilitasi
Knowledge Of Fast Food With The Incidence Of Obesity In Adolescents At Smp Negeri 5 Denpasar Nurul Faidah; I Putu Gede Sanjaya; M. Adreng Pamungkas
Nursing Sciences Journal Vol 8 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v8i2.5897

Abstract

Teenagers today are not fully able to control a good diet, because, in this day and age, most teenagers choose more instant food, for example, fast food. The impact that results from consuming fast food excessively is obesity. The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge about fast food and the incidence of obesity in adolescents at SMP Negeri 5 Denpasar. This study is a quantitative research using a correlational descriptive design with a cross-sectional approach model. The sample in this study namely the students of SMP Negeri 5 Denpasar who amounted to 281 respondents which was determined using the Slovin formula. The sampling technique uses simple random sampling with a proportional approach. The research instruments used are questionnaires as well as analog and microtome scales. This study used univariate and bivariate (rank spearmen) data analysis. The results of this study showed that the level of adolescent knowledge about fast food, the majority of whom had insufficient knowledge, amounted to 103 respondents (36.7%) and the incidence of obesity amounted to 86 respondents (30.6%). The results of the observation of the variable relationship between the level of knowledge about fast food and the incidence of obesity obtained a p-value value = 0.000 or p-value <0.05 there is a significant relationship between the level of knowledge about fast food with the incidence of obesity in adolescents at SMP Negeri 5 Denpasar. Respondents' lack of knowledge about the high frequency of fast food consumption activities can trigger the risk of health problems, one of which is obesity.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja terhadap Seks Pranikah di SMA Negeri 1 Susut Ni Wayan Fitri Asih Lestari; M. Adreng Pamungkas; I Nyoman Asdiwinata; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10228

Abstract

ABSTRAK Seks pranikah pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta masalah psikososial. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku seksual berisiko pada remaja. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja terhadap seks pranikah di SMA Negeri 1 Susut. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Susut sebanyak 639 siswa, dengan sampel 246 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seks pranikah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 209 orang (85%), pengetahuan cukup sebanyak 33 orang (13,4%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 orang (1,6%). Mayoritas remaja di SMA Negeri 1 Susut memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang seks pranikah. Namun, penguatan edukasi kesehatan reproduksi tetap diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengetahuan agar dapat diterapkan dalam perilaku yang sehat dan bertanggung jawab. ABSTRACT Premarital sex among adolescents remains a reproductive health issue that increases the risk of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Inadequate knowledge is a key factor contributing to risky sexual behavior among adolescents. To describe adolescents’ level of knowledge regarding premarital sex at SMA Negeri 1 Susut. This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The population consisted of 639 students, with 246 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire on premarital sex knowledge. Data analysis was conducted using univariate analysis. The majority of respondents had a good level of knowledge (85%), followed by moderate knowledge (13.4%) and poor knowledge (1.6%). Most adolescents at SMA Negeri 1 Susut have a good understanding of premarital sex. Nevertheless, continuous and structured reproductive health education is necessary to sustain and enhance adolescents’ knowledge and promote responsible behavior.