Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Building the Ecoliteracy Intelligent of Student Through the Citizen Project Model at FKIP UNIBBA Widianto, Febri Restu; Handani, Sari Sri; Mustika, Dena
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 4 No. 2 (2024): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v4i2.614

Abstract

This research is motivated by the challenges faced by humans today related to the environment. Ecoliteracy intelligence needs to be developed especially for FKIP students at the University of Bale Bandung, who are prospective educators to create environmentally friendly character- based learning. This study aims to analyze: (1) the eco-literacy intelligence of FKIP Bale University Bandung students; (2) Factors that become obstacles and potential in building eco- literacy intelligence for FKIP UNIBBA students; and (3) The implementation of eco-literacy competencies through project citizens. The method used was a survey in four study programs, with respondents consisting of study program heads/secretaries, teaching staff, and students. The results of the study show that (1) In general, FKIP UNIBBA students have good eco- literacy intelligence in preserving the environment; (2) The potential effort to increase students' eco- literacy intelligence is implemented in an integrated curriculum in each study program, especially those related to ethics and environmental awareness courses, a global perspective, PLSBS Sundanese Culture which is a special subject based on local wisdom of FKIP UNIBBA. Meanwhile, the obstacles in efforts to increase the eco-literacy intelligence of FKIP UNIBBA students are the absence of a policy to provide a special budget for the provision of environmentally friendly facilities; (3) The project citizen model is a character-based learning model to create smart and wise citizens who are built through ecological intelligence. Strategic policies to create a green and environmentally friendly campus need to be improved.
Implementasi Nilai-nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal dan Perubahan Sosial Budaya pada Masyarakat Adat Kampung Mahmud Kabupaten Bandung Mustika, Dena; Handani, Sari Sri; Gemini, Galun Eka
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.941

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menanggulangi permasalahan, baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan nilai-nilai etika yang menjadi pedoman di masyarakat, diperlukan upaya pewarisan nilai luhur terhadap generasi sekarang untuk menjaga keseimbangan sistem ekologi maupun sistem sosial budaya melalui nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat kampung adat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk perubahan yang terjadi di masyarakat adat Kampung Mahmud, baik dari segi sosial, ekonomi, pendidikan,teknologi, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang berupa rangkaian kegiatan untuk memperoleh data yang bersifat apa adanya dan hasilnya lebih menekankan kepada makna. Dari hasil wawancara diketahui bahwa implementasi nilai-nilai kearifan lokal di masyarakat adat Kampung Mahmud terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kampung adat ini juga menyimpan nilai historis perkembangan dan persebaran agama Islam di Bandung dan tentunya memiliki peranan yang sangat besar di masa lalu. Kampung adat ini terkenal akan sebutan Tanah Arab yang ramai akan peziarahnya, dan tentunya tidak luput dari pantangan adatnya. Tidak dapat pungkiri bahwa di Kampung Mahmud juga terjadi adanya perubahan sosial budaya di tengah-tengah kehidupannya, meskipun tanpa melupakan adat para leluhurnya. Bagi mereka menjaga apa yang telah diwariskan oleh para leluhur, bukan berarti tidak boleh bergaul dengan yang lainnya, apalagi sampai menutup diri dari perkembangan zaman.