Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktik Kurikulum Mandiri di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBTQ) Salatiga Haq, Zia Ul
Fahima Vol 4 No 2 (2025): Fahima
Publisher : Program Pascasarjana UNU Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/fahima.v4i2.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penyusunan hingga pelaksanaan kurikulum mandiri di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) Kalibening, Tingkir, Salatiga. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini ialah observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBQT adalah lembaga pendidikan nonformal yang menerapkan pendekatan pendidikan individual, memerdekakan serta memosisikan warga belajar/siswa/murid sebagai aktor utama proses belajar. KBQT tidak menggunakan kurikulum pemerintah, melainkan mengembalikan penyusunan kurikulum langsung kepada warga belajar, sesuai dengan empat komponen utama kurikulum; (a) tujuan: menumbuhkan warga belajar yang mandiri dan bermanfaat (b) isi/materi: pengetahuan, keterampilan dan kecakapan apapun sesuai minat, (c) proses: praktik secara nyata dan diupayakan secara mandiri, (d) evaluasi: musyawarah bersama antarwarga belajar pascakegiatan. KBQT mempraktikkan kurikulum mandiri melalui tiga tahap, yaitu (a) persiapan/preparasi: musyawarah kegiatan bersama maupun individu, (b) pelaksanaan/eksekusi: kegiatan presentasi bergilir, diskusi ide, lokakarya praktis, dan pembuatan karya sampai pagelaran, (c) peninjauan/refleksi: diskusi tiap usai kegiatan, tiap pekan dan tiap semester.
Examining the Concept of Protection (Defence) and Islamic Religious Cosmology in Vernacular Village Patterns in Gayo Highlands, Aceh Wulandari, Elysa; Idawati, Dyah Erti; Nasution, Burhan; Edytia, Muhammad Heru Arie; Shara, Siti; haq, Zia Ul
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 3 (2025): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i3.25982

Abstract

Serule Village is the oldest Islamic settlement originating from the 17th century during the Aceh Sultanate and is classified as a Historical Cultural Heritage Village. Therefore, this research aimed to (1) identify the concepts of protection/defense found in the early vernacular settlement patterns of Serule, (2) analyze symbolic interpretations and Islamic values in the arrangement of Serule vernacular settlements, and (3) examine the harmonization of defense concepts with principles of Islamic cosmology in the embodiment of Serule vernacular settlements. Descriptive qualitative methods were adopted along with data collection techniques, such as observation, interviews, and literature review. The results showed that the configuration of Serule Village emphasized the importance of protecting living things and hydrological factors to avoid flooding. The linear functional spatial composition described a functional zoning system including agricultural land and graves (profane), villages (semi-profane),  Nurul Iman Mosque (central area), as well as gardens and mountains (sacred). Furthermore, the research showed that the composition of landscape elements and environmental characteristics proved a harmony between the need for physical protection (defense concept) and the Islamic values found in Serule village settlements. This discovery contributed to the development of vernacular theory regarding the concept of defense and Islamic religious values.
Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Kedungdowo Kabupaten Kudus Yana, Putri Dina Kharisma; Faressya, Dessinnta; Prihasanti, Niken; Izzati, Tazkiya Isya; Asean, Inka; Prasetya, Bagas Rudi; Haq, Zia Ul; Faizah, Zahrotul; Supardi, Supardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37249

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan apabila dibuang sembarangan. Pemanfaatannya sebagai bahan dasar lilin aromaterapi menjadi salah satu alternatif solusi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah melalui kegiatan edukasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan praktik langsung dengan media PowerPoint, diskusi interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan produk. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2025 di Posko KKN Universitas Muhammadiyah Kudus Kelompok 20 Desa Kedungdowo dengan peserta anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses penjernihan minyak, pencampuran bahan, serta teknik pengecoran lilin aromaterapi secara tepat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, mendorong kreativitas, dan menumbuhkan potensi kewirausahaan berbasis produk lokal. Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki kualitas baik dari segi bentuk, aroma, dan tekstur, serta menjadi media edukasi berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan produk bernilai guna, ramah lingkungan, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.