Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Adjoint Moment Tensor Inversion for Non-Double-Couple Earthquake Harisandi, Azhar; Sahara, David Prambudi; Hendriyana, Andri
Jurnal Geofisika Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v21i2.576

Abstract

Adjoint method provides an elegant framework for computing the gradient of the misfit function with respect to model parameters. For the case of full-waveform adjoint moment tensor inversion, this can be achieved by recording the adjoint strain field in the source location. This adjoint strain is the product of adjoint simulation which can be achieved by solving the wave equation backwards in time from the receiver to the earth model and using waveform misfit as the adjoint source. In this paper, several test cases were defined to investigate the potential and stability of adjoint full-waveform inversion to invert moment tensor of non-DC earthquakes. The results from the test cases shows that misfit convergence to the reference model can be achieved if proper pre-processing step is applied to the waveform. Even for non-DC earthquake inversion that was using DC earthquake as a starting model. If this pre-processing step is not applied, this method can introduce a non-DC noise originating primarily from a non-accurate velocity structure and poor misfit convergence. Keywords: adjoint method, full-waveform inversion, moment tensor
Evaluasi Perubahan Tegangan Coulomb dan Implikasinya Terhadap Bahaya Seismik di Provinsi Maluku Viorensi, Hedwig Inggrid; Limehuwey, Resti; Sahara, David Prambudi
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.39-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola perubahan tegangan coulomb (mw≥ 5,5),distribusi persebaran gempa kecil magnitudo (mw<5,5) , hubungan antara gempa-gempa besar dan implikasi terhadap bahaya seismik di wilayah provinsi Maluku. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari katalog GCMT dan diolah menggunakan software coulomb 3.3. Teknik analisis digunakan skala warna biru-merah. Diperoleh Distribusi penyebaran stress dominan berada pada wilayah laut dan ada terdistribusi juga pada bagian darat seperti Pulau Buru, Ambon, Seram dan Kairatu. Distribusi gempa magnitudo kecil berada pada wilayah stress positif dan negatif. Event gempa tahun 1983-2001 menghasilkan perubahan nilai stress yang menyebar hingga ke sekitaran pulau Buru. Sedangkan gempa yang terjadi pada bagian timur pulau Ambon tidak berkaitan dengan kejadian gempa-gempa tahun 1983-2001 dan 2002-2011. Tingkat seismisitas untuk gempa dengan magnitudo ≥ 5,5 pada wilayah penelitian termasuk dalam kategori yang rendah.
Identifikasi Sesar Aktif Menggunakan Metode Tomografi Double Difference di Wilayah Pulau Ambon dan Sekitarnya Noviyanti, Arsy; Sahara, David Prambudi; Limehuwey, Resti
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.52-64

Abstract

Maluku memiliki tatanan tektonik yang kompleks karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik-Filipina. Pertemuan ketiga lempeng ini mengakibatkan wilayah Maluku menjadi wilayah yang rawan akan gempa. Salah satu gempa besar yang terjadi di Maluku adalah gempa dengan kekuatan 6,5 Mw pada September 2019. Adanya gempa besar menandakan adanya sesar aktif di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai identifikasi sesar aktif di wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi anomaly Vp, Vs, dan Rasio Vp/Vs untuk mengidentifikasi letak sesar aktif pada wilayah penelitian. Metode tomografi double difference (tomoDD) merupakan metode yang sangat cocok untuk mengidentifikasi sesar aktif. Metode ini memanfaatkan data gempa lokal berupa informasi travel time absolute dan relative untuk menentukan model kecepatan 3D serta lokasi hiposenter. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data gempa lokal sebanyak 1502 dengan interval waktu dari 18 Oktober – 15 Desember 2019. Pada hasil distribusi anomaly Vp, Vs, dan Rasio Vp/Vs terdapat sesar aktif pada daerah penelitian dengan arah Utara-Selatan yang ditandai dengan adanya anomaly negatif pada Vp dan Vs, serta anomaly positif pada Rasio Vp/Vs. Sesar ini terdapat berada pada kedalaman 10-15 km pada Kairatu hingga Haruku
Evaluasi Perubahan Tegangan Coulomb dan Implikasinya Terhadap Bahaya Seismik di Provinsi Maluku Viorensi, Hedwig Inggrid; Limehuwey, Resti; Sahara, David Prambudi
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.39-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola perubahan tegangan coulomb (mw≥ 5,5),distribusi persebaran gempa kecil magnitudo (mw<5,5) , hubungan antara gempa-gempa besar dan implikasi terhadap bahaya seismik di wilayah provinsi Maluku. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari katalog GCMT dan diolah menggunakan software coulomb 3.3. Teknik analisis digunakan skala warna biru-merah. Diperoleh Distribusi penyebaran stress dominan berada pada wilayah laut dan ada terdistribusi juga pada bagian darat seperti Pulau Buru, Ambon, Seram dan Kairatu. Distribusi gempa magnitudo kecil berada pada wilayah stress positif dan negatif. Event gempa tahun 1983-2001 menghasilkan perubahan nilai stress yang menyebar hingga ke sekitaran pulau Buru. Sedangkan gempa yang terjadi pada bagian timur pulau Ambon tidak berkaitan dengan kejadian gempa-gempa tahun 1983-2001 dan 2002-2011. Tingkat seismisitas untuk gempa dengan magnitudo ≥ 5,5 pada wilayah penelitian termasuk dalam kategori yang rendah.
Identifikasi Sesar Aktif Menggunakan Metode Tomografi Double Difference di Wilayah Pulau Ambon dan Sekitarnya Noviyanti, Arsy; Sahara, David Prambudi; Limehuwey, Resti
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.52-64

Abstract

Maluku memiliki tatanan tektonik yang kompleks karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik-Filipina. Pertemuan ketiga lempeng ini mengakibatkan wilayah Maluku menjadi wilayah yang rawan akan gempa. Salah satu gempa besar yang terjadi di Maluku adalah gempa dengan kekuatan 6,5 Mw pada September 2019. Adanya gempa besar menandakan adanya sesar aktif di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai identifikasi sesar aktif di wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi anomaly Vp, Vs, dan Rasio Vp/Vs untuk mengidentifikasi letak sesar aktif pada wilayah penelitian. Metode tomografi double difference (tomoDD) merupakan metode yang sangat cocok untuk mengidentifikasi sesar aktif. Metode ini memanfaatkan data gempa lokal berupa informasi travel time absolute dan relative untuk menentukan model kecepatan 3D serta lokasi hiposenter. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data gempa lokal sebanyak 1502 dengan interval waktu dari 18 Oktober – 15 Desember 2019. Pada hasil distribusi anomaly Vp, Vs, dan Rasio Vp/Vs terdapat sesar aktif pada daerah penelitian dengan arah Utara-Selatan yang ditandai dengan adanya anomaly negatif pada Vp dan Vs, serta anomaly positif pada Rasio Vp/Vs. Sesar ini terdapat berada pada kedalaman 10-15 km pada Kairatu hingga Haruku