Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU SEBAGAI PEMBIMBING DAN MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III SDI FATUFETO 1 KUPANG Taneo, Silvester P; Kota, Martha K; Mone, Abilda F
Journal of Character and ELementary Education Vol 2 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v2i3.13608

Abstract

Penelitian betujuan untuk mengetahui peran guru sebagai pembimbing dan motivator dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD Inpres Fatufeto 1 Kupang dan mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat minat membaca siswa kelas III SDI Fatufeto 1 Kupang. Jenis penelitian ini yakni kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 1 guru kelas dan 10 orang siswa kelas III. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: a) Peran guru sebagai pembimbing meliputi tiga layanan bimbingan yakni 1) bimbingan pribadi, diterapkan dengan guru membimbing setiap siswa yang mengalami kesulitan membaca dengan pendekatan individual. 2) bimbingan sosial, diterapkan guru dengan mengajak semua siswa berinteraksi dan bekerjasama dalam proses pembelajaran. 3) bimbingan belajar, diterapkan guru dengan membimbing siswa khususnya dalam membaca dengan suara yang lantang, penggunaan tanda baca, intonasi, dan pelafalan yang baik dan benar. Bimbingan diberikan guru melalui kegiatan Literasi sebelum proses pembelajaran, dengan bimbingan yang diberikan siswa semakin semangat dan giat dalam belajar dan membaca. b) Peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III diterapkan guru dapat memberikan semangat dan dorongan bagi siswa melalui pemberian kalimat pujian, menceritakan berbagai cerita yang menginspirasi atau membangun dan mendorong peserta didik untuk membaca di perpustakaan dan pojok membaca di sudut kelas. Faktor pendukung dan penghambat minat membaca siswa kelas III yaitu a) Pendukung minat membaca siswa kelas III meliputi: Guru, sarana prasarana dan lingkungan sekolah. b) Penghambat minat membaca siswa kelas III meliputi: Kurangnya kebiasaan membaca dan lingkungan keluarga yang kurang mendukung.
WORKSHOP PENCEGAHAN PERILAKU ANTI BULYING DI SD MOIN FEU KELURAHAN MANULAI 2 KOTA KUPANG Adoe, Treesly; Taneo, Silvester P; Nawa, Netty E. A; Lala, Sofia Godheliva Un; Kota, Martha K; Koro, Maxsel
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i5.2757

Abstract

Bullying behavior is a crime committed by children, so this behavior cannot be considered normal, because it will have a negative impact on the victim. Victims of bullying will feel depressed, insecure, afraid, worried and stressed when they come to school. The solution offered to the problem is by offering anti-bullying workshops at Moin Feu Elementary School, Manulai 2 Village, Kupang City. So the aim and expected benefits of this workshop are that teachers and students in grades IV and V have knowledge about bullying and can avoid bullying practices at Moin Feu Elementary School, Manulai 2 Village, Kupang City. The service methods applied in the activities are 1) lecture method, 2) presentations and small group discussions, 3) modeling and role play. The lecture method was chosen because this method will open up the understanding of activity participants to better understand the meaning of bullying, the types of bullying, the impact of bullying, as well as the forms of bullying prevention measures that can be taken. Furthermore, the presentation method and small group discussion is a combination method chosen with the consideration that these two methods can stimulate the activeness of PKM activity participants in discussing several bullying problems that occur at school, as well as finding solutions to solving these cases.