Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG PADA FIX LALUNA KOTA BIMA Ariyanto, Yogi; Nurdin, Herry

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.748 KB) | DOI: 10.31955/mea.v5i2.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis Pemasaran Experiential dan Minat Visit serta mengukur berapa besar pengaruh Experiential Marketing terhadap Minat Berkunjung pada Fix Laluna Kota Bima. Metode penelitian yang di gunakan yaitu metode Asosiatif. Subjek pada penelitian ini adalah konsumen yang ada di Kota Bima dengan menggunakan sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisa yang digunakan adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Analisis Regresi Linier Sederhana, Koefisien Korelasi, Koefisien Determinasi dan Uji t dengan bantuan Software SPSS 23,0 untuk membuktikan pengaruh Experiental Marketing terhadap Minat Berkunjung. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan Experiental Marketing dan Minat Visit berada pada kategori sangat kuat.Sedangkan hasil uji statistik pada taraf signifikansi 5% di peroleh hasil experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung pada Fix Laluna Kota Bima dengan nilai R Square sebesar 0,693. Hal tersebut berarti Experiential Marketing berpengaruh sebesar 0,693 terhadap Minat Berkunjung, dan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain.
ANALISIS PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI KAIN TENUN BIMA DI MUTMAINAH KOTA BIMA Iyelda, Nafisa; Syaframis, Nur Fetiningsih; Ariyanto, Yogi
EKONOMI BISNIS Vol. 27 No. 1 (2021): EKONOMI BISNIS
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jeb.v27i1.1305

Abstract

This study aims to determine the analysis of the effect of price and product quality on buying interest in Bima woven fabrics in Mutmainah Kota. The population used in this study were consumers at Mutmainah Kota Bima, with a total of 50 respondents. The method used in this study is multiple linear regression analysis. With the help of Microsoft Excel and the SPSS 23 software. The independent variables of this study are price (X1) and product quality (X2). The variable attached to this research is buying interest (Y). The results of this study indicate that the price, promotion and quality of the product. simultaneous influence on buying interest.
Perencanaan LTE-A untuk Heterogeneous Network dengan Metode CADS4 di Grand Asia Afrika ARIYANTO, YOGI; PUTRI, HASANAH; NOVIANTI, ATIK
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 3: Published July 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i3.663

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil pengukuran di Grand Asia Afrika (GAA) diketahui terdapat peningkatan kualitas jaringan setelah pemasangan unit COMBAT selama 7 hari. RSRP ≥ -95 dBm sebelumnya sebesar 75,70% menjadi 100%, SINR ≥ 0 dB dari 53,58% menjadi 97,54%, dan throughput ≥ 8 Mbps sebelumnya sebesar 48,12% menjadi 89,55%. Untuk mempertahankan kualitas tersebut maka dibangunlah small cell. Perencanaan menerapkan metode inter-band carrier aggregation pada heterogen network LTE dengan skema CADS4 sebagai pengganti unit COMBAT. Tujuan perencanaan ini adalah extended throughput dan agar kualitas layanan pada beban trafik tinggi tetap baik. Macro cell sebagai Primary Cell (PCell) pada band-1 2100 MHz dan micro cell sebagai Secondary Cell (SCell) pada band-3 1800 MHz. Hasil perencanaan menunjukkan telah memenuhi standar RF Parameter LTE yaitu RSRP sebesar -92,65 dBm, SINR sebesar 16,55 dB, throughput sebesar 1,062 Mbps, dan user connected 97%.Kata kunci: LTE-A, heterogen network, CADS4, Great Asia Afrika Bandung ABSTRACTBased on the report on the development of temporary sites in the tourist area of Great Asia Africa (GAA), it shows that the DRR rate is> 90% in the sectors leading to GAA. From the measurement, it is known that there is an increase in network quality after installing the COMBAT unit for 7 days. For RSRP ≥ -95 dBm, the previous amount was 75.70% to 100.00%, for SINR ≥ 0 dB previously it was 53.58% to 97.54%, and for throughput ≥ 8 Mbps the previous was 48.12% to 89,55%. To maintain the quality of the network, small cells were built to cover the GAA area. Planning to apply the inter-band carrier aggregation method to the heterogeneous LTE network with the CADS4 scheme to replace the COMBAT unit. The purpose of planning is to provide extended throughput and so that the service quality at high traffic loads remains good. The configuration used is a macro cell as a Primary Cell (PCell) in the band-1 2100 MHz and a micro cell as a Secondry Cell (SCell) in the 1800 MHz band-3. The results of the planning meet the LTE parameter RF standards, RSRP of -92.65 dBm, SINR of 16.55 dB, throughput of 1.062 Mbps, and users connected to 97%.Keywords: LTE-A, heterogen network, CADS4, Great Asia Afrika Bandung
sosialisasi kelengkapan fasilitas sarana pada layanan pasien infeksius di puskesmas pasundan kota samarinda tahun 2024: kelengkapan fasilitas sarana layanan pasien infeksius ariyanto, yogi; Umar, Zulkifli
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai sangat penting untuk memastikan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam hal pasien infeksius yang memerlukan perawatan khusus dan langkah pencegahan untuk mencegah penularan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelengkapan sarana dan prasarana di Puskesmas Pasundan layanan pasien infeksius pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis fishbone untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang tunggu pasien infeksius saat ini berupa area terbuka dengan hanya atap tanpa dinding dan berada diluar ruangan. Penelitian ini mengidentifikasi dua faktor yang berakibat negatif pada pasien yaitu yang pertama tidak adanya perlindungan seperti dinding sehingga pasien dapat terpapar langsung dengan cuaca terlebih apabila saat turun hujan, yang kedua kurangnya privasi terhadap pasien infeksius, dari kedua faktor tersebut menyebabkan ketidaknyamanan pasien saat berobat. Kesimpulanya, diperlukan penambahan fasilitas pendukung seperti krey bambu guna mengurangi dampak dari cuaca terhadap pasien infeksius.