Br Surbakti, Ernawati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSES PEMEROLEHAN BAHASA DARI ANAK-ANAK SAMPAI SEKOLAH DASAR: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Jamilah; Beru Ginting, Sri Dinanta; Br Surbakti, Ernawati; Wahdaniah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22982

Abstract

The study of the process of language acquisition is part of Psycholinguistics as a field of study that connects psychology with linguistics, with a focus on the mental processes involved in the acquisition, use and understanding of language. Psycholinguistics is very important because it discusses the problems of language acquisition, the relationship between language knowledge and language use, and the process of producing and understanding speech. Through psycholinguistics, the language used needs to be structured and have elements of good grammar.
IMPLEMENTASI MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SIBOLANGIT Beru Ginting, Sri Dinanta; Br Surbakti, Ernawati; Putri, Yetty Tri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.20380

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD dalam meningkatakan kemampuan menulis cerpen siswa. Pelaksanaan penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada dalam pembelajaran menulis cerpen yang masih tergolong rendah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan deskriptif yang berupa hasil tes menulis cerpen, wawancara serta dokumentasi lainnya dengan menerapkan model STAD dalam bentuk pelaksanaan yang terdiri dari dua siklus dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Adapun subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Sibolangit dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan model STAD untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Sibolangit. Sumber data dalam penelitian ini adalah narasumber, dokumen dan proses belajar mengajar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan nontes. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model STAD dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Pada siklus I mencapai 59,74 dan terdapat lima siswa yang mencapai nilai KKM dengan presentase sebesar 18,51%. Keadaan tersebut disebabkan karena siswa banyak mengalami kesulitan dalam menuangkan ide untuk menulis cerpen. Pada siklus II siswa mengalami peningkatan rata-rata mencapai 82,74 yaitu terdapat 27 siswa yang mencapai nilai KKM dan melampaui KKM dengan presentase 100%. Terjadi peningkatan sebanyak 27,79%. Hal tesebut tejadi karena pada saat kegiatan pembelajaran peneliti memberikan pembelajaran semakin mendetail dan intensif. Nilai ketuntasan belajar klasikal pada siklus II mencapai 100% artinya semua siswa mencapai nilai KKM atau lebih tergolong kategori sangat baik.
Investigasi takarir digital pada pola-pola linguistik dan perspektif mahasiswa Perangin-angin, Esra; Br Surbakti, Ernawati; Beru Ginting, Sri Dinanta; Manurung, Rusda Nita Nelly
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v9i1.1589

Abstract

This study examines semantic errors in the use of the Indonesian word acuh, which is frequently misinterpreted as “not to care.” The focus of the research is on captions posted by the Instagram account Tribun Medan Daily. The objective of the study is to describe the forms of these semantic inaccuracies and to analyze public perceptions of the word’s meaning. The research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected from Instagram captions and a closed-ended questionnaire administered to students of Universitas Prima Indonesia. Data analysis followed the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that 61.5% of respondents interpreted the word acuh as “not to care,” which contradicts its official definition in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).The discrepancy in lexical meaning, as observed in the word acuh, along with morphophonemic inaccuracies such as the use of nonstandard forms, does not merely reflect individual linguistic errors; rather, it constitutes a systemic phenomenon that can be explained through multiple linguistic frameworks, including structural, generative, functional, and cognitive perspectives.