Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBIJAKAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM Solekha, Siti; Purwati, Purwati; Nurkolis, Nurkolis
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 2 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i2.1573

Abstract

meningkatkan kualitas pendidikan melalui evaluasi kemampuan dasar siswa. AKM difokuskan pada pengukuran kemampuan literasi dan numerasi yang dianggap penting untuk mendukung pembelajaran siswa di tingkat selanjutnya. Artikel ini membahas latar belakang diterapkannya AKM, tujuan utama dari kebijakan ini, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di berbagai sekolah di Indonesia. Melalui beberapa pendekatan, artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas AKM, termasuk kesiapan sekolah, tenaga pendidik, serta dukungan teknologi dan infrastruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AKM memiliki potensi untuk menjadi instrumen penting dalam memperbaiki kualitas pendidikan, namun keberhasilannya sangat tergantung pada pelatihan guru, penyediaan sarana pembelajaran yang memadai, dan pemahaman yang komprehensif mengenai tujuan evaluasi yang tidak sekadar bersifat administratif. Tulisan ini memberikan rekomendasi untuk optimalisasi kebijakan AKM agar sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
The Influence of School Principal Leadership on Teacher Work Motivation in Elementary Schools Solekha, Siti; Sumarno, Sumarno; Rasiman, Rasiman
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4368

Abstract

This study aims to examine the influence of school principal leadership on the work motivation of elementary school teachers in the Sarwas 3 area of Pemalang District. Principal leadership plays a strategic role in fostering a positive work climate that enhances teachers’ enthusiasm and commitment. Employing a quantitative correlational approach, this research involved 130 teachers selected through proportional random sampling to ensure representative data. Data were gathered using Likert-scale questionnaires that captured teachers’ perceptions of principal leadership and their work motivation. Simple linear regression analysis using SPSS revealed that principal leadership significantly contributes to teacher motivation, accounting for 61.2% of its variance. The dominant leadership dimensions influencing motivation include interpersonal relations and collaborative decision-making. These results highlight that effective leadership fosters mutual trust and supportive relationships between principals and teachers. The study recommends enhancing strategic leadership competencies among principals, particularly in interpersonal communication and participative leadership, as a means to sustain teacher motivation. This study contributes to the literature by reinforcing the pivotal role of principal leadership in shaping teacher motivation and offers new insights into the integration of interpersonal leadership practices within the context of educational management in elementary schools.
HUBUNGAN FAKTOR KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA (Studi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar di Tulungagung) Prihananto, Dhian Ika; Sari, Norma Risna; Yoga, Bayu Septa; Sintia, Mega; Solekha, Siti
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i1.14675

Abstract

Depresi adalah suatu bentuk gangguan jiwa yang ditunjukkan dengan gejala-gejala diantara merasa sedih, pikiran kacau, putus asa, konsentrasi berkurang, kehilangan minat melakukan sesuatu, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, nafsu makan berkurang, susah tidur, berpikir untuk bunuh diri dan pada akhirnya melakukan percobaan bunuh diri. Depresi merupakan gangguan mental yang paling sering terjadi pada lansia. Orang tua yang sudah lanjut usia banyak memikirkan keluarganya, hal tersebut juga bisa menjadi depresi. Banyak orang tua yang merasa depresi sebab memikirkan anggota keluarganya, bayi, anak, maupun cucu. Orang tua lebih banyak berpikir mengenai kehidupan anaknya dan berbagai perasaan lainnya. Kondisi tersebut akan mendorong orang tua yang memasuki lanjut usia rentan terhadap kondisi depresi dan susah untuk mendapatkan kehidupan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor keluarga dengan kejadian depresi pada lansia di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu lansia yang mengalami depresi di di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Sampel terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah Skala pengukuran depresi pada lansia (Beck), kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian yaitu responden yang memikirkan keluarga pada kelompok kasus sebanyak 13 responden (50%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 3 responden (11,5%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,007 OR=7,667 95%CI=1,839 – 31,965. Simpulannya terdapat hubungan faktor keluarga dengan kejadian depresi pada lansia. Lansia yang memikirkan keluarga memiliki risiko 7,667 kali lebih besar untuk menderita depresi dibandingkan lansia yang tidak memikirkan keluarga.