Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Patriarki dan Kesehatan pada Ibu yang Memiliki Balita Restianingsih Putri Rahayu; Anjeli Ratih Syamlingga Putri; Fitriyani Bahriyah; Izzawati Arlis
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 2 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i2.2803

Abstract

Patriarchy is a social system that places men as the main power holders and domination in various roles in society and households. Patriarchy requires wives or mothers to be responsible for domestic affairs and taking care of children. Mothers are one of the groups that are vulnerable to mental health problems, especially depression. The purpose of this study was to determine the relationship between patriarchy and the mental health of mothers who have toddlers, especially in terms of depression as measured by DASS 42. This research method is a quantitative study with a cross-sectional research design. The research sample used a total sampling of 37 mothers who have toddlers in Rawa Bangun Village, Rengat District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. The results of the DASS 42 measurement on the aspect of depression showed that the majority of mothers of toddlers were in the normal range, namely 19 people (51.4%), mild category 8 people (21.6%), moderate 8 people (21.6%), severe 1 person (2.7%) and in the very severe range 1 person (2.7%). The one way ANOVA test showed a p-value of 0.853, which means there is no relationship between patriarchy and the mental health of mothers with toddlers in terms of depression.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Desa Sukajadi Bahriyah, Fitriyani; Izzawati Arlis; Monifa Putri; Restianingsih Putri Rahayu; Anjeli Ratih Syamlingga Putri
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia adalah status gizi balita. Masalah gizi merupakan salah satu aspek penting yang menjadi tolak ukur derajad kesehatan masyarakat. Kualitas sumberdaya masyarakat dimasa yang akan datang dipengaruhi oleh status gizi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Seluruh balita di Desa Sukajadi Kecamatan Lirik tahun 2023 dijadikan sampel dalam penelitian dengan jumlah 66 balita. Penelitian ini menggunakan data skunder berdasarkan hasil survey praktik kerja lapangan (PKL). Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai P value dari beberapa faktor yang diteliti, yaitu usia (0,803), pendidikan (0,537), paritas (0,122), jenis kelamin (0,294), imunisasi (0,224) dan lingkungan (0,601). Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada faktor yang berhubungan dengan status gizi balita.
Penyuluhan Kesehatan Usia Lanjut pada Lansia di RT 02 Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu Putri, Monifa; Arlis, Izzawati
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.513

Abstract

Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Pada tahun 2000 jumlah Lansia sekitar 5,300,000 (7,4%) dari total populasi, sedangkan pada tahun 2010 jumlah Lansia 24,000,000 (9,77%) dari total populasi, dan tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia mencapai 28,800,000 (11,34%) dari total populasi. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia sekitar 80.000.000. Proses penuaan yang terjadi pada lansia terjadi secara terus menerus sehingga fungsi tubuh mulai menurun yang berdampak pada masalah patologis dan kesehatan. Proses menua merupakan perubahan atau penurunan struktur dan psikologis pada lansia seperti penglihatan, pendengaran, sistem paru, dan persendian tulang. Seiring dengan menurunnya fungsi fisiologis tersebut, daya tahan tubuh terhadap lansia juga menurun sehingga terjangkit berbagai penyakit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk menambah pengetahuan lansia tentang kesehatan usia lanjut. Sasaran pada pengabdian masyarakat ini adalah lansia di RT 02 Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat Wilayah Kerja Puskesmas Pekanheran sebanyak 28 orang. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dan penyebaran angket/brosur kepada lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dalam mengikuti penyuluhan dan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 55% menjadi 90% mengenai kesehatan lansia.
Hubungan Peran Keluarga Dengan Perubahan Kualitas Fisik Lansia Putri, Monifa; Arlis, Izzawati; Angrainy, Rizka
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.530

Abstract

Seiring bertambahnya umur lansia, akan menimbulkan permasalahan terkait aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial. Peran keluarga sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan perubahan kualitas fisik lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di RT 02 Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat berjumlah 52 orang.  Teknik sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling. Berdasarkan hasil uji statistis diperoleh nilai P value 0,567, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara peran keluarga dengan perubahan kualitas fisik lansia (P Value > 0,05.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video Tentang MP-ASI Terhadap Pengetahan Ibu Balita di Kecamatan Rengat Tahun 2023 Arlis, Izzawati; syamlingga Putri, Anjeli Ratih; Bahriyah, Fitriyani; Putri, Monifa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8882

Abstract

Latar Belakang : Kurangnya pengetahuan tentang MP-Asi pada ibu yang memiliki balita, khususnya ibu merupakan salah satu penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita baik gizi kurang bahkan stunting. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa dalam Ibu belum mengetahui tentang cara penggolahan makanan yang benar dan perilaku yang masih menghiraukan kandungan gizi dalam makanannnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidkan kesehatan menggunakan media video tentang MP-Asi terhadap pengetahuan ibu balita di Kecamatan Rengat Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pretest – postest. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di Kecamatan Rengat sejumlah 877 dengan jumlah sampel 90 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukan pengetahuan sebelum diberikan pendidkan kesehatan mayoritas kurang dengan jumlah 77 responden (85.6%) dan minoritas baik dengan jumlah 2 responden (4.8%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan baik mayoritas pengetahuan baik dengan jumlah 40 responden (44.4%) dan minoritas kurang dengan jumlah 5 responden (5%). Hasil analisis data menggunakan T-tes didapatkan p0.000 < 0.05. Simpulan : Terdapat pengaruh pendidkan kesehatan menggunakan media video tentang MP-Asi terhadap pengetahuan ibu balita di Kecamatan Rengat.
Hubungan pengetahuan pemberian mp-asi terhadap kejadian obstipasi pada bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas polak pisang Tahun 2023 Wida Ramadani Yanti; Arlis, Izzawati; Fitriyani Bahriyah
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obstipasi merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup banyak dijumpai pada neonatus, bayi dan anak sebagai tidak adanya pengeluaran feses selama 3 hari/lebih. Sedangkan pengertian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan yang diberikan untuk bayi di atas 6 bulan sebagai makanan tambahan untuk dapat memenuhi asupan bayi, pemberian makanan utama harus mengandung karbohidrat, protein, lemak dan sayur atau buah. Di Wilayah Kerja Puskesmas Polak Pisang tahun 2022 data jumlah bayi usia 6-24 bulan berjumlah 457. Mengetahui hubungan pengetahuan pemberian MP-ASI dengan kejadian obstipasi pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Polak Pisang Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan metode penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Polak Pisang pada tahun 2022 berjumlah 457 orang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Cluster Sampling. Cluster Sampling dengan jumlah sampel 83 responden Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-24 bulan mayoritas pengetahuan ibu dalam pemeberian MP-ASI adalah baik berjumlah 53 responden (63,9%). Dan mayoritas kejadian obstipasi, didapatkan tidak mengalami obstipasi adalah berjumlah 77 orang (92,8%). Setelah dilakukan perhitungan uji statistik Chi-quare dengan menggunakan SPSS didapat hasil bahwa P = 0,236 > 0,05 yang meyatakan Ha ditolak dan Ho diterima. Sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pemberian MP-ASI terhadap kejadian obstipasi pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Polak Pisang Tahun 2023
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Desa Sukajadi Bahriyah, Fitriyani; Izzawati Arlis; Monifa Putri; Restianingsih Putri Rahayu; Anjeli Ratih Syamlingga Putri
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia adalah status gizi balita. Masalah gizi merupakan salah satu aspek penting yang menjadi tolak ukur derajad kesehatan masyarakat. Kualitas sumberdaya masyarakat dimasa yang akan datang dipengaruhi oleh status gizi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Seluruh balita di Desa Sukajadi Kecamatan Lirik tahun 2023 dijadikan sampel dalam penelitian dengan jumlah 66 balita. Penelitian ini menggunakan data skunder berdasarkan hasil survey praktik kerja lapangan (PKL). Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai P value dari beberapa faktor yang diteliti, yaitu usia (0,803), pendidikan (0,537), paritas (0,122), jenis kelamin (0,294), imunisasi (0,224) dan lingkungan (0,601). Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada faktor yang berhubungan dengan status gizi balita.
Patriarki dan Anxiety Pada Ibu yang Memiliki Putri Rahayu, Restianingsih; Bahriyah, Fitriyani; Putri, Anjeli Ratih Syamlingga; Arlis, Izzawati; Putri, Monifa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers are considered a population vulnerable to mental health problems, including anxiety. Within the socio-cultural context of Indonesia, patriarchal systems remain deeply entrenched and may contribute to an increased psychological burden among mothers. This study aimed to examine the relationship between the patriarchal system and maternal anxiety. A quantitative study with an analytic approach was conducted involving 37 mothers. The patriarchal system was examined as the independent variable, while anxiety levels were measured using the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Data were analysed using Spearman’s rank correlation. The findings indicated a positive correlation between the patriarchal system and maternal anxiety (r = 0.232), suggesting that higher exposure to patriarchal norms was associated with higher levels of anxiety. However, this association did not reach statistical significance. These findings suggest that patriarchy may represent a psychosocial factor related to maternal anxiety and underscore the importance of considering social support and maternal mental well-being within the family context.