Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effectiveness of TeleCTG in Reducing Neonatal Morbidity and Mortality: A Clinical Evaluation Rodliya, Adzka Fahma; Mandariska, Resa Paksi; Mutiara, Mega Kurnia; Pertiwi, Mumpuni Intan; Fernandes, Angelina da Costa; Pires, Sonia da Costa
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/8x7m3y70

Abstract

Infant mortality remains a major public health challenge in Indonesia, with rates still exceeding the Sustainable Development Goals (SDGs) target. Digital health innovations, such as TeleCTG, have been introduced to improve accessibility and quality of maternal care by enabling remote fetal monitoring. This study aimed to evaluate the effectiveness of TeleCTG in reducing neonatal morbidity and mortality. A retrospective cohort design was conducted using secondary data from Puskesmas Pakutandang, involving 78 pregnant women at ?28 weeks of gestation or with risk factors. The exposure group consisted of 34 mothers who underwent TeleCTG examinations, while the non-exposure group included 44 mothers who received routine antenatal care without TeleCTG. Infant outcomes, including mortality and Apgar scores at 1/5/10 minutes, were analyzed using Fisher’s Exact Test and logistic regression with a 95% confidence interval. The results showed a significant association between TeleCTG use and reduced infant mortality (p=0.033; RR 1.158, 95% CI 1.030–1.302), while no significant effect was observed on Apgar scores <7 at 1/5/10 minutes (p=0.065). In conclusion, TeleCTG has the potential to lower infant mortality and support maternal health services, although further research with intrapartum monitoring is warranted to strengthen evidence of its effectiveness.
Model Pelatihan CSE Berbasis Media Audiovisual untuk Meningkatkan Pemahaman Seksualitas Anak Usia Dini Rodliya, Adzka Fahma; Risnawati, Hani; Keriswanie, Sekar; Olivia, Maya; Mandariska, Resa Paksi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5cnqen84

Abstract

Pendidikan seksualitas anak usia dini merupakan upaya preventif penting untuk melindungi anak dari risiko kekerasan seksual serta membangun pemahaman yang sehat tentang tubuh dan batasan privasi sejak dini. Namun, implementasinya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri pendidik, serta anggapan bahwa pendidikan seksualitas merupakan topik yang sensitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra—anak, guru PAUD, dan orang tua—dalam pendidikan seksualitas anak usia dini melalui pelatihan Comprehensive Sexuality Education (CSE) berbasis media audiovisual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anak usia 3–6 tahun, guru PAUD, dan orang tua. Tahapan kegiatan meliputi senam bersama, demonstrasi mencuci tangan dan menggosok gigi, sesi inti pelatihan CSE menggunakan video animasi 3D berbasis cerita, diskusi dan cerita anak, evaluasi pemahaman melalui tanya jawab, serta kegiatan pendukung berupa pemeriksaan berat dan tinggi badan, pembagian susu dan roti, kegiatan meronce gelang bersama ibu, dan penyerahan kenang-kenangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak mengenai tubuh, batasan privasi, dan keterampilan perlindungan diri. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas guru PAUD dalam menyampaikan materi pendidikan seksualitas yang sesuai tahap perkembangan anak serta peningkatan keterlibatan dan pemahaman orang tua dalam mendampingi pendidikan seksualitas anak di lingkungan keluarga. Pelatihan CSE berbasis media audiovisual terbukti efektif, aplikatif, dan berpotensi direplikasi sebagai model pengabdian kepada masyarakat di lembaga PAUD lainnya