Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Prevalence of Patients With Traumatic Ulcer at RSGM Saraswati Denpasar in 2023 I Gusti Ngurah Putra Dermawan; Intan Kemala Dewi; Ni Nengah Aderinaarta Pramudani
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 1 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i1.11022

Abstract

Introduction: One of the most common soft tissue diseases of the oral cavity is traumatic ulcer. Traumatic ulcer is an ulceration that can occur due to damage to the epithelial tissue of the oral cavity. Locations prone to traumatic ulcers are the mucosal areas of the lips, buccal, and tongue. Traumatic ulcers can occur due to mechanical, chemical, or thermal trauma Material and Methods: This study uses a descriptive observational method with a cross-sectional approach, and the population used were patients who visited RSGM Saraswati Denpasar in 2023. Results and Discussions:. There were 3,874 patients who visited RSGM Saraswati Denpasar in 2023 and 76 patients were found to have traumatic ulcers, resulting in a prevalence of 1.98%. Traumatic ulcers are more common at the age of 20-29 years, 57.89% and more common in women, 65.79%.  Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that the age group that more often experiences traumatic ulcers is 20-29 years old, and in the female gender.  
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN MAKANAN SEHAT KEPADA ANAK – ANAK TK TRI DHARMA BUDAYA Juwita Putra, I Nyoman Gede; Dewi, Intan Kemala; Ayu Pramesti, Ni Putu Linda; Permana Sari, Ni Made Dian
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i2.11874

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diposisikan sebagai suatu konstruksi perilaku yang berorientasi pada pembentukan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan sebagai pondasi kualitas hidup manusia. Implementasi PHBS tidak selalu menuntut intervensi kompleks; praktik sederhana seperti mencuci tangan dan menerapkan etika batuk yang tepat sudah merepresentasikan internalisasi nilai-nilai kesehatan dasar. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperluas pemahaman serta menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya anak usia dini agar terbiasa menjaga kebersihan diri melalui tindakan preventif yang mudah diterapkan. Pendekatan kegiatan memadukan metode edukatif dan persuasif melalui sesi penyuluhan yang dilaksanakan di lingkungan Taman Kanak-kanak Tri Dharma Budaya di Desa Batuaji. Program berlangsung selama dua minggu, melibatkan 29 peserta didik dan dua tenaga pendidik. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa baik siswa maupun guru mampu menyerap informasi yang diberikan serta mendemonstrasikan keterampilan mencuci tangan dan etika batuk secara mandiri sesuai standar kesehatan. Di samping itu, kegiatan ini menempatkan aspek healthy eating sebagai elemen integral dari PHBS. Konsep makan sehat tidak sekadar berkaitan dengan pemilihan pangan bergizi, tetapi juga dengan proses internalisasi kebiasaan makan yang berkesinambungan sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya konsumsi bahan pangan yang mengandung vitamin, mineral, dan protein, seperti buah-buahan, sayuran, serta sumber protein nabati maupun hewani. Efektivitas kegiatan ini diperkuat melalui dukungan sarana dan media pembelajaran antara lain fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun, media poster edukatif, pemutaran lagu bertema PHBS, serta distribusi perlengkapan kebersihan kepada peserta.
The effect of using swamp water for daily needs on the saliva pH of non-smoking male farmers in Senajam Village, West Kalimantan Province: Pengaruh penggunaan air rawa sebagai kebutuhan keseharian terhadap pH saliva petani laki-laki non perokok di Dusun Senajam Provinsi Kalimantan Barat Ganesha, Raziv; Dermawan, I Gusti Ngurah Putra; Dewi, Intan Kemala; Dayuta, Agustina Ursula
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i3.1306

Abstract

With a balanced pH, saliva protects the surface of the teeth from damage, inhibits the growth of pathogenic bacteria, and sup-ports the natural remineralisation process in tooth enamel. The quality of water used on a daily basis plays an important role in overall health, including dental and oral health. Different types of water have unique characteristics, including pH or acidity le-vels, which can affect oral health and surrounding tissues. Based on this background, this study aims to provide further insight into the pH condition of saliva in non-smokers, particularly in the male farming community in Senajam Hamlet who use swamp water for their daily needs, thereby revealing the effect of the habit of using swamp water, which has an acidic concentra-tion, on oral health. The results showed that 58% of the study participants had acidic values, 10.5% had alkaline values, and 31.5% had normal values. It was concluded that long-term use of acidic swamp water contributes to a decrease in saliva pH.
The effect of using swamp water for daily needs on the saliva pH of non-smoking male farmers in Senajam Village, West Kalimantan Province: Pengaruh penggunaan air rawa sebagai kebutuhan keseharian terhadap pH saliva petani laki-laki non perokok di Dusun Senajam Provinsi Kalimantan Barat Raziv Ganesha; I Gusti Ngurah Putra Dermawan; Intan Kemala Dewi; Agustina Ursula Dayuta
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan pH yang seimbang, saliva melindungi permukaan gigi dari kerusakan, menghambat perkembangan bakteri patogen, serta mendukung proses remineralisasi alami pada email gigi. Kualitas air yang digunakan sehari-hari memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Berbagai jenis air memiliki karakteristik unik, termasuk pH atau tingkat keasamannya, yang dapat berdampak pada kesehatan mulut dan jaringan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi pH saliva pada individu non-perokok, khususnya pada komunitas petani laki-laki di Dusun Senajam yang menggunakan air rawa sebagai kebutuhan keseharian sehingga mengungkap pengaruh antara kebiasaan penggunaan air rawa yang berkonsentrasi asam terhadap kondisi kesehatan rongga mulut. Hasil menunjukkan 58% peserta penelitian menunjukkan nilai asam, 10,5% menunjukkan nilai basa dan 31,5% menunjukkan nilai normal. Disimpulkan bahwa penggunaan air rawa yang bersifat asam dalam jangka panjang berkontribusi pada penurunan pH saliva.
Effectiveness of inhibition of telang flower (Clitoria ternatea L.) against the growth of Candida albicans: Efektivitas daya hambat bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans Ni Nyoman Gemini Sari; Intan Kemala Dewi; Pande I Putu Andika Prasetiawan
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis oral adalah infeksi oportunistik yang paling umum memengaruhi mukosa mulut. Dalam sebagian besar kasus, lesi disebabkan oleh Candida albicans. Banyak obat antijamur yang telah banyak diproduksi dan dijual di pasaran untuk mengobati kandidiasis, namun obat-obatan tersebut memiliki efek samping. Salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat adalah kembang telang (Clitoria ternatea L.). Diketahui daya hambat bunga telang terhadap C.alcans disebabkan oleh zat antosianin. Penelitian eksperimental ini dirancang dengan post-test only control group. Uji KruskalWallis menunjukkan perbedaan yang signifikan efektivitas ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni C.albicans. Uji Mann Whitney tidak mendapatkan perbedaan yang signifikan ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni C.albicans; keduanya pada media SDA. Konsentrasi bunga telang yang terus ditingkatkan mengalami penurunan efektivitas. Disimpulkan bahwa makin tinggi konsentrasi daya difusi ekstrak ke dalam media berkurang sehingga semakin rendah kelarutannya.