Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRADITIONAL MARRIAGE IN THE TENGGER COMMUNITY PERSPECTIVE OF ACCULTURATION THEORY Hakim, Abdurrahman; Naibin, Naibin; Siddiq, Syahril; Mu’allifin, M. Darin Arif; Ramadloni, Moh. Aminullah
Al-Qalam Vol. 30 No. 2 (2024)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v30i2.1498

Abstract

This research aims to analyze the acculturation of traditional marriage practices within the Tengger community, specifically investigating whether there has been a shift in customary marriage procedures following the introduction of Hinduism. To address this research question, the researcher collected data on two key traditional marriage ceremonies: Walagara and Pewawihan. In Tengger custom, these ceremonies are essential for validating a marriage. Without them, the marriage is neither recognized nor legalized according to customary law. This raises a significant inquiry on whether Walagara and Pewawihan are purely traditional customs or have been acculturated with Hindu values. The findings indicate that while Walagara and Pewawihan remain part of Tengger's heritage, their implementation has changed. Specifically, the prayers recited during these ceremonies now incorporate Hindu elements. The researcher concludes that Walagara and Pewawihan consist of two distinct components: the ritual movements, which align with Tengger custom, and the prayers, which reflect Hindu influences.
Peran Tokoh Masyarakat dalam Deteksi Dini Konflik Sosial untuk Penguatan Moderasi Beragama Naibin, Naibin
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 25 No 1 (2025): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2025.25.1.29-42

Abstract

Keberagaman agama di Tulungagung kerap memunculkan gesekan antara organisasi Islam, kelompok minoritas, maupun komunitas penghayat kepercayaan, namun kajian tentang peran tokoh masyarakat dalam deteksi dini konflik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh agama dalam mendeteksi potensi konflik sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama di wilayah rawan konflik. Dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas, penelitian ini melibatkan penyuluh agama dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dari empat kecamatan yang diidentifikasi Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) sebagai rentan terhadap konflik dan penyebaran paham radikal. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di lokasi yang memiliki sejarah ketegangan antar kelompok, kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali strategi pencegahan konflik. Analisis tematik menunjukkan bahwa tokoh agama tidak hanya berperan sebagai mediator, tetapi juga sebagai inisiator mekanisme dialog yang memungkinkan kelompok berbeda terlibat dalam percakapan inklusif. Keterlibatan mereka terbukti mampu menurunkan ketegangan sosial, khususnya dengan mengubah forum-forum informal menjadi ruang pencegahan bagi munculnya perselisihan sebelum berkembang lebih jauh. Temuan lain menunjukkan bahwa sinergi antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil membentuk sistem peringatan dini yang lebih kuat karena memadukan kearifan lokal dengan dukungan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama di Tulungagung menjadi efektif ketika dioperasionalisasikan melalui praktik konkret deteksi dini konflik, sekaligus menawarkan model yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan keragaman serupa.
Peran Tokoh Masyarakat dalam Deteksi Dini Konflik Sosial untuk Penguatan Moderasi Beragama Naibin, Naibin
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 25 No 1 (2025): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2025.25.1.29-42

Abstract

Keberagaman agama di Tulungagung kerap memunculkan gesekan antara organisasi Islam, kelompok minoritas, maupun komunitas penghayat kepercayaan, namun kajian tentang peran tokoh masyarakat dalam deteksi dini konflik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh agama dalam mendeteksi potensi konflik sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama di wilayah rawan konflik. Dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas, penelitian ini melibatkan penyuluh agama dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dari empat kecamatan yang diidentifikasi Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) sebagai rentan terhadap konflik dan penyebaran paham radikal. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di lokasi yang memiliki sejarah ketegangan antar kelompok, kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali strategi pencegahan konflik. Analisis tematik menunjukkan bahwa tokoh agama tidak hanya berperan sebagai mediator, tetapi juga sebagai inisiator mekanisme dialog yang memungkinkan kelompok berbeda terlibat dalam percakapan inklusif. Keterlibatan mereka terbukti mampu menurunkan ketegangan sosial, khususnya dengan mengubah forum-forum informal menjadi ruang pencegahan bagi munculnya perselisihan sebelum berkembang lebih jauh. Temuan lain menunjukkan bahwa sinergi antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil membentuk sistem peringatan dini yang lebih kuat karena memadukan kearifan lokal dengan dukungan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama di Tulungagung menjadi efektif ketika dioperasionalisasikan melalui praktik konkret deteksi dini konflik, sekaligus menawarkan model yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan keragaman serupa.
Etika Sufistik: Studi Pemikiran Jalaluddin Rakhmat Naibin, Naibin
JOM Vol 5 No 3 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, September
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i3.6051

Abstract

The purpose of this article is to discuss the thoughts of Jalaluddin Rakhmat. This article focuses on discussing Jalaludin Rakhmat's views on the idea of ​​ethics and his Sufi views. Jalaluddin Rakhmat's anxiety arose from seeing the phenomenon of piety being measured by fiqh rather than by ethics. As an urban Sufi figure, he offers a new paradigm in understanding Islamic doctrine. Avoiding evil is the initial foundation of piety, and worship is the second foundation. This research is library research using the content analysis method. The study results show that Jalaluddin Rakhmat's ethical concept is more on religious ethics, where the Quran, Sunnah, and ushul fiqh are the sources. In contrast, his Sufism thoughts are more on moral Sufism thoughts. These two sciences are the foundation for the birth of Sufi ethical thoughts.