Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Effect of Etnopedagogy Learning Model on Student Character Development in the Pandemic Era Wanhar, Fira Astika; Hasibuan, Ainul Marhamah
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2757

Abstract

This study aims to identify differences in the character development of students taught by ethnopedagogy methods compared to conventional learning models. The method used in this research is quasi-experimental. The research was carried out at SD Negeri 101777 which is located at the Village of Saintis, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The population of this study were all students of SD Negeri 101777. The sample used was 32 students in class V, consisting of 16 students in class V/a as the experimental class and 16 students in the control class V/b. The data collection technique is the student character development test. The data analysis technique used an independent sample t test with a significant level of of 0.05. The results showed that: the character development of students who were taught with the ethnopedagogical learning model was higher than the students who were taught using the conventional learning model.
THE EFFECT OF THE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION MODEL ON THE SOCIAL LITERACY OF PRIMARY SCHOOL STUDENTS Yusrizal, Yusrizal; Fatmawati, Fatmawati; Wanhar, Fira Astika
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 3 No. 2 (2023): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI RESEARCH CENTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v3i4.159

Abstract

This research was motivated by the low social literacy of students in elementary schools. Therefore, this research aims to find a new paradigm in creating learning that is able to increase students' social literacy in elementary schools. Specifically, this research aims to analyze the effect of using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on the social literacy of elementary school students. This research design uses quasi-experiment, namely comparing the CIRC learning model with conventional learning models. This research was conducted at PAB 27 Tanjung Mulia Private Elementary School. The sample used was 48 class V students, each of which was 23 class V/a students who were designated as the experimental class and 25 class V/b students who were designated as the control class. Data collection uses tests of student literacy skills which are prepared in the form of narrative questions. The hypothesis was tested using the independent sample t test. The results of the research show that there is a significant effect of using the CIRC model on the social literacy of elementary school students. With a significant value of 0.000 and a Mean Difference value of 10.17.
THE EFFECT OF CIRCUIT LEARNING MODEL ON SOCIAL STUDIES LEARNING OUTCOMES OF POST-PANDEMIC STUDENTS Wanhar, Fira Astika; Nazaruddin, Ilham
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 3 No. 3: Jurnal Ilmiah Teunuleh | September 2022
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v3i3.108

Abstract

This study aims to determine the differences in student learning outcomes who are taught using the circuit learning model compared to the conventional learning model. This type of research is an experimental one. This research was conducted at SD Swasta 10 PAB Sampali with a sample of 40 students. The research instrument is in the form of multiplechoice learning outcomes test. The data analysis technique used T test. The results showed that the social studies learning outcomes of students who were taught using the circuit learning model were higher than those of the conventional learning model. Based on the results of the study, it was concluded that the use of the Circuit Learning model was suitable for use in the social studies learning process.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Materi Bilangan Pecahan Ishauri, Maya; Hasibuan, Ainul Marhamah; Wanhar, Fira Astika
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v4i3.1062

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode Problem Based Learning (PBL) mempengaruhi kemampuan siswa untuk berpikir kritis tentang bilangan pecahan di kelas V di SD Negeri 058107 Sei Dendang. Ada desain penelitian quasi-eksperimental dari jenis kelompok kontrol nonequivalent yang digunakan dalam pekerjaan ini. Metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Tes keterampilan berpikir kritis diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pengobatan sebagai cara untuk mengumpulkan data. Uji-t digunakan dalam analisis data untuk mengetahui bagaimana hasil dari dua kelompok tersebut berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan besar antara seberapa baik siswa yang diajarkan dengan model PBL dan mereka yang diajarkan dengan metode tradisional pada tes keterampilan berpikir kritis mereka. Ini menunjukkan bahwa menggunakan model Problem-Based Learning membantu siswa menjadi lebih baik dalam berpikir kritis. Jadi, pendekatan PBL dapat digunakan sebagai alternatif cara efektif untuk membantu siswa belajar berpikir kritis, terutama ketika mereka mempelajari angka-angka kecil dalam matematika
The Influence of the VCT (Value Clarification Technique) Learning Model Based on Local Wisdom on the Character Values of Elementary School Students Wanhar, Fira Astika; Ginting, Nurlia; Fatmawati, Fatmawati; Yusrizal, Yusrizal
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.1228

Abstract

This study investigates the effect of a local wisdom-based Value Clarification Technique (VCT) model on elementary students’ personality character values in geometry learning. The research addresses the limited integration of character education within cognitively oriented mathematics instruction. The objective is to examine differences in personality character values between students taught using the VCT model integrated with the ulos sadum cultural motif and those receiving conventional instruction. A quantitative true experimental design with a posttest-only control group was employed. A total of 120 fourth-grade students were randomly assigned to experimental and control groups. Data were collected using a validated questionnaire measuring moral knowing, moral feeling, and moral action. Instrument validity and reliability were confirmed through confirmatory factor Analysis using PLS-SEM. Statistical analyses included normality and homogeneity tests, Pearson correlation, and simple linear regression. The results indicate a significant difference between groups, with the experimental group achieving higher character scores. The VCT model accounted for 54.5% of the variance in personality character values. The findings demonstrate that integrating value clarification with culturally contextualised mathematics learning effectively strengthens students’ character development.
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 101751 KLAMBIR LIMA Irsani, Salsabila; Wanhar, Fira Astika; Tumiyem, Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru dalam mengatasi perilaku bullying di SD Negeri 101751 Klambir Lima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV sampai kelas VI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, fisik ringan, dan sosial. Bentuk yang paling sering ditemukan adalah mengejek, memberi julukan, mendorong teman, dan mengucilkan siswa tertentu. Guru telah melakukan berbagai upaya penanganan melalui teguran, nasihat, pembinaan karakter, serta penguatan nilai empati dan toleransi dalam pembelajaran. Namun, guru masih mengalami kesulitan dalam membedakan perilaku bullying dengan candaan atau konflik biasa antar siswa. Kesulitan lain terlihat ketika korban tidak berani melapor, pelaku tidak mengakui kesalahan, dan guru memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan pembinaan secara mendalam. Selain itu, iklim sosial kelas yang menunjukkan adanya siswa dominan dan siswa terisolasi turut memengaruhi munculnya perilaku bullying. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan bullying memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai setiap siswa.
The Effect of Environment-Based Experiential Learning on Students’ Science Literacy and Ecological Awareness Fatmawati, Fatmawati; Abidin, Yunus; Yus, Anita; Yusrizal, Yusrizal; Wanhar, Fira Astika
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1452

Abstract

Science literacy and ecological awareness are essential competencies in 21st-century education; however, elementary learning often emphasizes conceptual understanding rather than real-life application, resulting in low student engagement and limited environmental awareness. Previous studies have examined experiential learning or inquiry approaches separately, but comparative studies integrating both cognitive and affective outcomes remain limited. This study aims to analyze and compare the effects of an experiential learning approach grounded in the environment and an inquiry approach on students’ science literacy and ecological awareness. This research employed a quantitative posttest-only design involving two experimental groups with a total of 144 elementary students. Data were collected using a science literacy test adapted from the PISA framework, an ecological awareness questionnaire, and a student response questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results show that the experiential learning approach has a significant positive effect on both science literacy and ecological awareness and is more effective than the inquiry approach. In contrast, student responses do not significantly influence learning outcomes. These findings highlight the importance of direct and contextual learning experiences in improving both cognitive and environmental competencies. This study contributes to the development of experiential learning in elementary education and provides practical implications for designing more meaningful and sustainability-oriented learning.
PENGARUH PENDEKATAN OPERANT CONDITIONING TERHADAP KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SEKOLAH DASAR Sitorus, Siti Yasmaini; Yusrizal, Yusrizal; Wanhar, Fira Astika
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan operant conditioning terhadap pembentukan karakter tanggung jawab pada siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan di SDIT Al-Hikmah Langkat dengan pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket karakter tanggung jawab sebanyak 20 butir pernyataan, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data penelitian dikumpulkan melalui pelaksanaan pre-test dan post-test pada kedua kelompok. Data tersebut kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen adalah 63, kemudian meningkat menjadi 72 pada saat post-test. Adapun rata-rata skor kelompok kontrol hanya naik dari 62 menjadi 63. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,007 atau lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan operant conditioning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar. Pendekatan ini efektif digunakan untuk membentuk perilaku tanggung jawab melalui pemberian reinforcement dan konsekuensi yang diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD PAB 17 PEMATANG JOHAR Sulastri; Wanhar, Fira Astika; Mardianto
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teaching at The Right Level (TaRL) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD PAB 17 Desa Pematang Johar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD PAB 17 Pematang Johar tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 44 siswa yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksperimen sebanyak 22 siswa yang menggunakan model pembelajaran Teaching at The Right Level (TaRL) dan kelas kontrol sebanyak 22 siswa yang menggunakan model pembelajaran Mastery Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian hasil belajar IPAS dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa pada kelas eksperimen (45) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (36). Uji-t memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti H₀ ditolak dan H₁ diterima, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teaching at The Right Level (TaRL) berpengaruh positif dan lebih unggul dibandingkan model pembelajaran Mastery Learning terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD PAB 17 Pematang Johar.
Pengaruh Model Kolaboratif Terhadap Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon Fadlilah, Intan; Fatmawati; Wanhar, Fira Astika; Yusrizal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3ez63860

Abstract

Rendahnya hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon serta pembelajaran yang masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah menjadi latar belakang perlunya inovasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa yang terdiri dari kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji normalitas uji homogenitas dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre test kelas eksperimen sebesar 60,65 meningkat menjadi 83,70 pada post test. Sementara itu nilai rata-rata pre test kelas kontrol sebesar 58,91 meningkat menjadi 76,30 pada post test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,004 (< 0,05) dan selisih rata-rata antara kelas eksperimen dan kontrol sebesar 7,40. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen tidak terjadi secara kebetulan, melainkan benar-benar dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran kolaboratif. Dengan demikian, model ini terbukti lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kolaboratif berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bahwa guru PKn di sekolah dasar disarankan untuk mulai mengadopsi model pembelajaran kolaboratif sebagai alternatif strategi pembelajaran. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami materi.