Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Dosis Bubur Sambung Rambat Dalam Mengendalikan Gulma Melalui Pengamatan Summed Dominance Ratio di Pembibitan Utama Kelapa Sawit Harahap, Wahyuni Umami; Lubis, Irhamna Mandili; Nurhajijah
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/radikula.v2i2.2997

Abstract

Produksi jagung pulut yang masih rendah memerlukan adanya upaya peningkatan produksi agar dapat mendukung diversifikasi pangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperbaiki teknik budidaya seperti pemupukan dan pembumbunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji respon pertumbuhan dan produksi jagung pulut terhadap dosis pupuk NPK dan waktu pembumbunan. Rancangan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK dengan 5 taraf yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Faktor kedua waktu pembumbunan yaitu 2 kali pembumbunan (14 HST dan 21 HST) dan 3 kali pembumbunan (14 HST, 21 HST dan 28 HST). Adapun variabel pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, ratio tajuk akar dan berat tongkol. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan waktu pembubunan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap semua pengamatan. Hasil berat tongkol tanaman rata-rata adalah 227 gram/tanaman. 
Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Bawang Merah di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Siregar, Joni Rianto; Lubis, Irhamna Mandili; Sari, Rahmi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qyx32x12

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di wilayah Indonesia, termasuk di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Salah satu faktor budidaya yang memengaruhi produktivitas bawang merah adalah jarak tanam, karena ruang tumbuh berkaitan langsung dengan kompetisi cahaya, air, dan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak tanam terhadap pertumbuhan bawang merah dan menentukan jarak optimal untuk diterapkan di lokasi penelitian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas tiga perlakuan jarak tanam: P1 (10 × 10 cm), P2 (15 × 15 cm), dan P3 (20 × 20 cm), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Perlakuan P2 memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 32,8 cm, jumlah daun 12,7 helai, dan diameter umbi 3,6 cm, sedangkan perlakuan P1 menghasilkan nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa jarak tanam moderat memberikan keseimbangan optimal antara ruang tumbuh dan penggunaan lahan. Dengan demikian, jarak tanam 15 × 15 cm direkomendasikan sebagai jarak tanam ideal dalam budidaya bawang merah di Desa Jawi-Jawi dan wilayah dengan karakteristik lahan yang serupa. The Effect of Planting Distance on the Growth of Shallots in Jawi-Jawi Village, Panai Hulu District, Labuhanbatu Regency Abstract Shallots (Allium ascalonicum L.) are a horticultural commodity with high economic value and are widely cultivated in Indonesia, including in Jawi-Jawi Village, Panai Hulu District, Labuhanbatu Regency. One of the cultivation factors that influence shallot productivity is planting distance, because growing space is directly related to competition for light, water, and nutrients. This study aims to determine the effect of variations in planting distance on shallot growth and determine the optimal distance to be applied at the research location. The research method used a quantitative approach with a randomized block design (RAK) consisting of three planting distance treatments: P1 (10 × 10 cm), P2 (15 × 15 cm), and P3 (20 × 20 cm), each repeated three times. The parameters observed included plant height, number of leaves, and bulb diameter. The results showed that planting distance significantly affected all growth parameters. Treatment P2 produced the best results, with an average plant height of 32.8 cm, leaf number of 12.7, and bulb diameter of 3.6 cm, while treatment P1 produced the lowest results. These findings indicate that moderate planting distance provides an optimal balance between growing space and land use. Therefore, a planting distance of 15 × 15 cm is recommended as the ideal planting distance for shallot cultivation in Jawi-Jawi Village and areas with similar land characteristics.