Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PANDANGAN PETANI TERHADAP KONSEP PHT DALAM MENGENDALIKAN Spodoptera frugiperda PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA KUTA TENGAH, KABUPATEN DELI SERDANG Nurhajijah Nurhajijah; Hadriman Khair; Wahyuni Umami Harahap; Wizni Fadhillah; Hazen Arrazie Kurniawan; Riris Nadia Syafrilia Gurning
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3225

Abstract

Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) is an invasive pest that attacks maize plants. Meanwhile, one of the food crop needs that must be fulfilled is corn. Central Kuta Village is one of the corn-producing villages. In the cultivation of corn, the pest Spodoptera frugiperda is one of the problems that causes up to 50% damage. in the management of Spodoptera frugiperda attacks, many farmers use chemical pesticides. the use of high chemical pesticides can damage the ecosystem. To maintain the balance of the ecosystem, it is necessary to apply integrated pest management (IPM) in corn cultivation. The research was carried out in June 2023 on maize farmers' land in Di Desa, Central Kuta, Namorambe District, Deli Serdang Regency which covered 5 locations from Central Kuta Village. Data was collected through interviews with a questionnaire guide. The data collected were the understanding and perception of IPM of Spodoptera frugiperda on maize plants and the intensity of Spodoptera frugiperda attacks. From the results of the study that out of 5 lands only 4 lands implemented IPM. The intensity of Spodoptera frugiperda attacks on land 4 was the lowest intensity. Based on the results of interviews with 4 farmers, they applied IPM both before planting and until they did not control plant-disturbing organisms.INTISARISpodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama invasive yang menyerang tanaman jagung.  Sedangkan, salah satu kebutuhan tanaman pangan yang harus dipenuhi adalah jagung. Desa kuta tengah merupakan salah satu desa penghasil jagung. Dalam budidaya tanaman jagung hama Spodoptera frugiperda menjadi salah satu masalah yang mengakibatkan kerusakan mencapai 50%. Dalam pengelolaan serangan Spodoptera frugiperda petani banyak menggunakan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia yang tinggi dapat merusak ekosistem. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka perlu diterapkan pengelolaan hama terpadu (PHT) dalam budidaya tanamn jagung. Penelitian   dilaksanakan   pada   bulan juni  2023  pada  lahan  petani jagung di Di Desa, Kuta Tengah, Kecamatan Namorambe Kabupaten, Deli Serdang yang  meliputi 5  lokasi dari desa kuta tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Data yang dikumpulkan yaitu pemahaman dan  persepsi PHT Spodoptera frugiperda tanaman jagung serta intensitas serangan Spodoptera frugiperda.  Dari hasil penelitian bahwa dari 5 lahan hanya 1 lahan yang menerapkan PHT. Intensitas serangan Spodoptera frugiperda pada lokasi 4 merupakan intensitas yang paling rendah. Berdasarkan hasil wawancara petani lokasi 4 menerapkan PHT baik dari sebelum tanam dan sampai tindak pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Pengaruh Ekstrak Sembung Rambat terhadap Nilai Indeks Kompetisi Gulma dan Diameter Bibit Kelapa Sawit Wahyuni Umami Harahap; Irhamna Mandili
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.16278

Abstract

Gulma menyebabkan terjadinya kompetensi dalam penyerapan unsur hara, penyerapan sinar matahari, penyerapan air, dan tempat tumbuh. Tindakan pengendalian gulma yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat kompetensi gulma adalah menggunakan herbisida nabati seperti bubur Sembung rambat. Bubur Sembung rambat  yang diaplikasikan pada pembibitan kelapa sawit diharapkan mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga menurunkan tingkat kompetisi antara gulma dan bibit sehingga meningkatkan diameter batang. Penelitian dilakukan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dari bulan oktober sampai desember 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor perlakuan yaitu dosis bubur Sembung rambat dengan 6 kali ulangan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu 0 kg/polibag, 0.5 kg/polibag,  1 kg/polibag, 1.5 kg/polibag, dan 2 kg/polibag.  Bubur Sembung rambat dibuat dengan memblender daun segar gulma Sembung rambat. Penelitian ini menggunakan bibit yang berumur 3 bulan yang berasal dari PPKS Marihat. Teknik pengujian keberhasilan penelitian adalah menguji tingkat kompetisi gulma terhadap tanaman melalui pengujian nilai indeks kompetensi gulma dan diameter batang bibit.  Data Hasil pengamatan diuji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan yang paling baik adalah dosis bubur sembung rambat 2 kg/polibag yang dapat dilihat dari indeks kompetisi gulma yang lebih rendah namun memiliki diameter yang paling besar.
Pengaruh jenis benih dan tekanan penghisap seeder automatic terhadap efisiensi penyemaian benih chaniago, maju amanda; harahap, wahyuni umami; nordin, mohd nadzim bin
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 1 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (1)Desember 2024
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i1.13075

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of seed type and automatic seeder suction pressure on seed sowing efficiency. This research was carried out at the engineering research (ER) center located in the engineering workshop, Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) Serdang, Malaysia. With an altitude of 1,400 meters above sea level, in September 2024. This research used a non-factorial randomized block design, where each combination of seed type and suction pressure was tested three times, namely: 10 cc; 14cc; 20cc. Based on the results of tests and analysis that have been carried out on the performance of the automatic seeder for three types of seeds (chilies, shallots and cabbage) with variations in suction pressure, it has a real influence on sowing efficiency, but the influence varies depending on the type of seed. Chili seeds showed increased efficiency as suction pressure increased. 20 cc pressure gave the best results with 91.67% of seeds in the P1 category (one seed per hole). Shallot seeds show different responses to pressure variations. 14 cc pressure provides the best balance between the P1 and P>1 categories. High pressure (20 cc) causes a significant reduction in efficiency. Cabbage seeds showed consistent efficiency at low (10 cc) and high (20 cc) pressures. There is a slight decrease in efficiency at medium pressure (14 cc). Automatic seeders show significant potential to improve seeding efficiency in modern agricultural practices. However, its effectiveness is highly dependent on precise adjustments to the characteristics of the seeds used. This research highlights the importance of optimizing operational parameters of automatic seeders to maximize efficiency and productivity in the seeding process.
Fenologi Bunga Zinnia sp dan Potensinya Sebagai Refugia Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum) HARAHAP, WAHYUNI UMAMI; Fadhillah, Wizni; Intan, Dian Retno
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v4i2.9092

Abstract

Budidaya tanaman cabai di Indonesia saat ini sangat bergantung terhadap penggunaan pestisida sintetik.  Pestisida sintetik sangat buruk terhadap kelestarian lingkungan seperti berkurangnya jumlah dan jenis musuh alami. Kondisi tersebut mendorong penemuan teknik pengendalian hama dan penyakit yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan refugia. Refugia yang sering digunakan adalah Zinnia sp. Namun morfologi Zinnia sp belum banyak diketahui terutama tentang penologi bunga sehingga sulit menentukan waktu penanaman yang tepat agar efektif dalam mengendalikan hama. Hal ini yang menjadi dasar dilakukannya penelitian penggunaan refugia Zinnia sp pada tanaman cabai.  Penelitian ini dilakukan dengan penanaman refugia Zinnia sp sebanyak 20 tanaman di setiap pinggir bedengan. Pengamatan dilakukan dengan mengamati perkembangan bunga Zinnia sp setiap hari serta mengidentifikasi hama dan musuh alami.  Berdasarkan hasil pengamatan diketahui serangga menyukai bunga Zinnia sp pada fase X sampai XII. Hama yang ditemukan pada lahan adalah orong-orong (Gryllotalpa sp.), lalat pengorok daun (Liriomyza sp.), kutu kebul (Aphis craccivora), trips (Thrips spp.), tungau (P. latus), lalat buah (Bactrocera spp.). Musuh alami  yang ditemukan pada lahan adalah Hemiptarsenus varicornis, Eriborus argenteopilosus, Menochilus sexmaculatus. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Zinnia memiliki potensi yang tinggi untuk digunakan sebagai refugia dan penanaman Zinnia sp sebaiknya dilakukan satu bulan lebih awal dari penanaman cabai.
IDENTIFIKASI JENIS DAN NILAI SUMMED DOMINANCE RATIO (SDR) GULMA DI LAHAN KERING lubis, wildan; Umami Harahap, Wahyuni; Nurhajijah
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2022): RADIKULA - Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.811 KB) | DOI: 10.33379/radikula.v1i1.1215

Abstract

ABSTRACT Weeds are unwanted plants and can harm plants so that they can reduce production. The study, entitled identification of species and the value of the summed dominance ratio, was conducted in Limau Manih, Padang, North Sumatra for four months. This study aims to identify the type and value of the summed dominance ratio. The tools used are gembor, meter, machete, cart, knife, hoe, dipper, blender and caliper. While the materials used were fresh Sembung Rambat leaves, seeds, drum fertilizer, raffia rope, polybags, plastic, compost, NPK-Mg. The method used in this research is Completely Randomized Design by making five plots where the five plots will be observed and searched for absolute density values, relative density, absolute frequency, relative dominance, significant value index and SDR. This research is an experiment conducted using several types of weeds, namely; Ageratum conyzoides L, Axonopus compresus, Bidens pilosa L, Boreria alata, Borreria leavis, Brachiaria reptans , Calopogonium mucunoides, Chromolaena odorata L, Cleome rutidosperma DC, Crotalaria mucronate, Cynodon dactylon L, Cyperus kyllingenecha, Digitaschyllingera incha , Melastoma affine, Mimosa pudica, Phillanthus amarus, Uraria lagopodioides L. The results showed that the weed with the highest land tenure value in dry land was Brachiaria reptans. Because it has many seeds and strong rhizomes, it belongs to the C4 species. Keyword: weed, summed dominance ratio, weed identification
Uji Efektivitas Dosis Bubur Sambung Rambat Dalam Mengendalikan Gulma Melalui Pengamatan Summed Dominance Ratio di Pembibitan Utama Kelapa Sawit Harahap, Wahyuni Umami; Lubis, Irhamna Mandili; Nurhajijah
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2023): RADIKULA - Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/radikula.v2i2.2997

Abstract

Produksi jagung pulut yang masih rendah memerlukan adanya upaya peningkatan produksi agar dapat mendukung diversifikasi pangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperbaiki teknik budidaya seperti pemupukan dan pembumbunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji respon pertumbuhan dan produksi jagung pulut terhadap dosis pupuk NPK dan waktu pembumbunan. Rancangan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK dengan 5 taraf yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Faktor kedua waktu pembumbunan yaitu 2 kali pembumbunan (14 HST dan 21 HST) dan 3 kali pembumbunan (14 HST, 21 HST dan 28 HST). Adapun variabel pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, ratio tajuk akar dan berat tongkol. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan waktu pembubunan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap semua pengamatan. Hasil berat tongkol tanaman rata-rata adalah 227 gram/tanaman. 
EKSPLORASI AGEN PENGENDALIAN HAYATI HAMA INVASIF Spodoptera frugiperda J.E SMITH (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Nurhajijah, Nurhajijah; Harahap, Wahyuni Umami; Fadhillah, Wizni; Gurning, Riris Nadia Syafrilia
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5254

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditi pangan di Indonesia. Salah satu sentra produksi jagung di Indonesia adalah Provinsi Sumatera Utara. Bulan Juli 2022 terjadi surplus produksi jagung di Sumatera Utara, tetapi terdapat masalah dalam proses budidaya tanaman jagung, di antaranya adalah serangan ulat grayak Spodoptera frugiperda. Pengendalian ulat grayak selama ini menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia yang terus-menerus memberikan dampak negatif bagi lingkungan, tanaman maupun kesehatan manusia. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi jenis dan populasi musuh alami hama S. frugiperda yang menyerang tanaman jagung. Penelitian menggunakan metode koleksi secara aktif (metode jelajah) dan pasif. Koleksi secara aktif dilakukan dengan pengambilan secara langsung menggunakan jaring serangga dan pengamatan langsung. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan jaring ayun pada setiap tanaman contoh yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen pengendali hayati berupa predator yang ditemukan di lapangan total sebanyak 259 ekor, dengan rincian 27 ditemukan pada pengamatan dari jaring serangga dan 232 dari pengamatan langsung. Indeks keanekaragaman pengamatan menggunakan jaring dan pengamatan langsung tergolong sedang; indeks dominasi pengamatan menggunakan jaring tergolong rendah, sedangkan pada pengamatan langsung tergolong tinggi stabil; sementara indeks kemerataan tergolong tinggi stabil. Paederus sp. ditemukan di lahan dengan populasi yang tinggi.  ABSTRACTCorn is one of the food commodities in Indonesia, with North Sumatra Province as one of its production centers in Indonesia. In July 2022, there was a surplus of corn yield in North Sumatra, but there were problems in the corn cultivation process, including attacks by armyworms (Spodoptera frugiperda). Control of armyworms has ordinarily used chemical insecticides. But, continuous use of chemical insecticides has negative impacts on environment, plants and human health. The aim of the research is to explore the types and populations of natural enemies of the S. frugiperda pest that attack corn plants. The research uses active (exploration method) and passive collection methods. Active collection was carried out by direct collection using insect nets and direct observation. Data collection was carried out using a swing net on each specified sample plant. The research results show that a total of 259 biological control agents in the form of predators were found in the field, with details of 27 found from observations from insect nets and 232 from direct observation. The diversity index for observations using nets and direct observations is moderate; the dominance index for observations using nets is classified as low, while direct observation is classified as high and stable; while the equality index is relatively high and stable. Paederus sp. were found in areas with high populations. 
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Melinjo (Gnetum gnemon L) Menjadi Produk Olahan Keripik Kulit Buah Melinjo Puarada, Sakral Hasby; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Harahap, Wahyuni Umami
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.6464

Abstract

Agroindustri berperan baik seiring berjalannya waktu sampai dengan saat ini. Berbagai macam produk telah dihasilkan mulai dari pengolahan umbi-umbian, buah-buahan. tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman hutan yang memiliki nama latin Gnetum gnemon L ternyata bisa menjadi sebuah alternatif untuk menambah pendapatan keluarga. Gnetum gnemon L adalah jenis tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) yang biasa disebut dengan Melinjo. Tanaman hutan ini berasal dari Asia tropic dan Pasifik Barat. Pohon melinjo tumbuh liar dihutan-hutan dengan ketinggian 1200 mdpl. Buah melinjo biasanya dikonsumsi sebagai pelengkap sayuran rumah tangga. Buah melinjo yang biasa dikonsumsi adalah buah melinjo yang berumur muda dan belum memiliki lapisan buah dalam yang tebal. Sementara itu, ternyata buah melinjo yang sudah tua atau yang berwarna merah memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi yang tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mitra dalam pengolahan dan pemanfaatan kulit buah melinjo menjadi keripik kulit buah melinjo. Sasaran program pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada Kepala Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Sumatera Utara dan yang berpartisipasi adalah ibu-ibu PKK Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah (a) sosialisasi dan pelatihan, yaitu memberikan pemahaman kepada mitra tentang pemanfaatan kulit buah melinjo; (b) pelatihan, yaitu memberikah pengetahuan bagaimana cara mengolah kulit buah melinjo menjadi satu produk agroindustri keripik kulit buah melinjo. Hasil yang didapatkan pada pelatihan ini adalah antusiasme dari mitra atas pengetahuan dan pemanfaatan kulit buah melinjo serta rasa dan nilai positif dari mitra bahwa agroindustri adalah alternatif lain untuk menghasilkan pendapatan tambahan keluarga.
DAUR ULANG LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI BAHAN BAKU SABUN Intan, Dian Retno; Lubis, Wildani; Harahap, Wahyuni Umami; Nurjannah Ginting, Litna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.456-462

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pencemaran lingkungan yang semakin hari semakin meningkat, salah satu cara mengatasinya adalah dengan pengelolaan sampah limbah modern  termasuk 3-R yaitu Reduce (mengurangi), Re-use (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang). Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain dengan memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan pengelolaan limbah masing-masing rumah tangga, khususnya limbah minyak goreng. Adapun yang menyebabkan masyarakat membuang limbah minyak goreng diantara karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahayanya limbah minyak goreng dan ketidaktahuan masyarakat mengenai potensi yang dimiliki oleh limbah minyak goreng tersebut. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi Aisyiyah Ranting Melati. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mengelola limbah minyak goreng adalah dengan merubahnya menjadi sabun. Sabun yang akan dihasilkan merupakan sabun ramah lingkungan karena dalam pembuatannya menerapkan zero waste concept dari  pengelolaan limbah rumah tangga. Sabun yang akan dibuat merupakan sabun cuci, baik cuci piring maupun cuci pakaian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup. mampu mengelola limbah minyak goreng dan mengurangi pencemaran lingkungan dengan kegiatan daur ulang limbah minyak goreng menjadi sabun padat dan cair.
PEMANFAATAN DEBOG PISANG (MUSA PARADISIACA) MENJADI SEBAGAI IDE USAHA MASYARAKAT DI DEA SAENTIS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG Zulfiany, Nadiya; Umami Harahap, Wahyuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.583-586

Abstract

Tanaman pisang merupakan merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah Indonesia. Sampai saat ini pohon pisang hanya dimanfaatkan berupa buah, atau daunnya saja. Sementara debog (batang) pisang biasanya dibiarkan membusuk digunakan sebagai pakan sapi tanpa bisa diolah kembali. Debog pisang mengandung gizi seperti kalori, protein, karbohidrat, Kalsium, Fosfor, Zat besi, Vitamin B1, Vitamin C, dan Air. Debog pisang dapat dijadikan sebagai makanan ringan yang diminati masyarakat. Debog pisang dapat diolah menjadi keripik debog pisang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan yang terdiri dari sosialisasi dan pelatihan.Melalui pembuatan olahan debog pisang masyarakat dapat meningkatkan pemanfataan tanaman pisang dan dapat dijadikan sebagai salah satu ide usaha serta meningkatkan perekonomian keluarga, terutama bagi masyarakat di lingkungan Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dan menjadi sumber pendapatan tambahan.