Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INDEKS KEPEKAAN LINGKUNGAN EKOSISTEM MANGROVE TERHADAP TUMPAHAN MINYAK: STUDI KASUS DI PESISIR SUBANG, JAWA BARAT Nurjaya, I Wayan; Damar, Ario; Rikardi, Novit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.31792

Abstract

Ekosistem mangrove di daerah pesisir Subang berpotensi terdampak oleh tumpahan minyak. Tumpahan minyak di daerah tersebut bisa bersumber dari kecelakaan pada kegiatan eksploitasi minyak bumi. Oleh karena itu, diperlukan antisipasi dan rencana yang komprehensif untuk melindungi lingkungan dari tumpahan minyak. Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL) dapat digunakan untuk mengklasifikasi tingkat kepekaan ekosistem mangrove terhadap tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung IKL ekosistem mangrove di daerah pesisir Subang. IKL dibentuk dari gabungan Indeks Kerentanan (IK), Indeks Ekologi (IE) dan Indeks Sosial ekonomi (IS). Data sekunder diperoleh dengan cara studi literatur, sedangkan pengambilan data primer dilakukan di 13 lokasi pengamatan. Parameter IK terdiri dari kemiringan pantai, tipe pasang surut, rentang pasang surut, tinggi gelombang, tipe substrat dan jarak mangrove dari bibir pantai. Parameter IE terdiri dari zonasi mangrove, kepadatan mangrove, keragaman mangrove, umur mangrove, keberadaan spesies dilindungi dan status konservasi mangrove. Parameter IS terdiri dari komponen sosial dan komponen ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di pesisir Subang memiliki tingkat kepekaan dari cukup peka hingga peka. Dari 13 lokasi pengamatan, hanya 3 lokasi yang memiliki status peka terhadap tumpahan minyak. Daerah tersebut adalah Tegal Tike, Anggaranu, dan Tanjung. Walaupun tingkat kepekaan daerah pengamatan didominasi oleh kategori cukup peka, namun perlindungan ekosistem mangrove dari tumpahan minyak harus menjadi prioritas.
The feasibility of converting ex-coal mining void into aquaculture in North Kalimantan Christian, Yoppie; Afandi, Andy; Prabowo, Budi; Rikardi, Novit; Desmiwati, Desmiwati
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.102.4143

Abstract

Ex-coal mining void has changed landscape shape, physical-chemical, and soil biological properties. As a form of post-mining management, the company must restore damaged land and increase its benefits for the surrounding community, one of which is as a freshwater aquaculture area. This study was conducted in a 50.26 ha void in the concession area of the coal mining company PT. Mitrabara Adiperdana (MAP) in Malinau Regency, North Kalimantan. The method used is by examining the physical quality of the environment in the laboratory using the quality standards in Indonesian Government Regulation (PP) No. 82 of 2001 and No. 22 of 2021. A study was also conducted on the assessment of community acceptance. The study found that freshwater aquaculture for pangasius (Pangasius sp.), snakehead (Channa striata), and tilapia (Oreochromis sp.) is appropriate to apply on location with several notes: reducing the concentration of suspended solids; reducing the content of phosphate and ammonia, and reducing the concentration of lead (Pb). Regarding these issues, two methods can be used: technology of turbine and nanobubble and natural-based solution through wetland ecosystem and void basin rehabilitation. At the same time, education and promotion of the surrounding community can be applied by involving communities during the piloting and demonstration plot process.