Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Self Lymphatic Drainage Terhadap Limfedema pada Pasien Kanker Payudara Di Rumah Sakit Stella Maris Makassar Pabanne, Fatima Ura; Suprapt, Fitriana; Susilo, Wilhelmus Hary
JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiki.v8i1.167

Abstract

Permasalahan pada pasien kanker payudara yang mendapatkan terapi radiasi, kemoterapi, atau pasca operasi dapat mengalami limfedema. Kondisi limfedema menyebabkan pasien mengeluh nyeri, rasa bengkak, kencang, berat, mati rasa pada lengan, gerak terbatas dan kualitas menurun. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh self lymphatic drainage (SLD) terhadap limfedema pada pasien kanker payudara. Penelitian dilakukan Bulan Mei-Juli 2019. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pita ukur. Rancangan penelitian quasy experimental dengan One Group Pre-Post Test Design, terhadap 43 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan ukuran limfedema sebelum dengan sesudah intervensi SLD (p=0,000;<0,05). Analisis uji regresi logistik ordinal didapatkan p=0,000 menunjukkan adanya hubungan antara SLD, variabel confounding (umur, IMT, terapi kanker) dengan ukuran limfedema. Hasil R-Square menunjukkan SLD, umur, IMT dan terapi kanker memberikan konstribusi sebesar 22,1% terhadap ukuran limfedema, dengan Odds Ratio 0.8552 yang menunjukkan SLD cenderung menurun pada umur < 65 tahun sebesar 85,52%. Disimpulkan ada pengaruh SLD terhadap ukuran limfedema pada pasien kanker payudara dan faktor usia mempengaruhi kejadian limfedema. Penelitian ini merekomendasikan penerapan SLD dijadikan latihan rutin bagi pasien kanker payudara untuk mencegah limfedema dan menurunkan ukuran limfedema.
Pengetahuan Mahasiswa STIKES RS Husada dalam Memberikan Edukasi Kepada Pasien Diabetes Mellitus dengan Mengunakan Diabetes Self Management Education Fendy Yesayas; Fatima Ura Pabanne; Yulian Heiwer; Yarwin Yari; Jolan Wenno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk341

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic non-communicable disease and one of the main public health problems in the world with an increase in new cases which continues to increase from year to year. The latest estimate of the International Diabetes Federation (IDF), there were 382 million people living with diabetes mellitus in the world in 2013 and in 2017 there were 451 million people with an age range of 18-99 years. This figure is estimated to increase to 693 million people in 2045, analyzing the knowledge of STIKES RS Husada students before and after being given diabetes self-management education in providing education to diabetes mellitus patients. The type of research carried out was a Quasi Experiment using the One Group Pre follow-up method. -Post Test is to see the knowledge of STIKES RS Husada students before and after being given Diabetes Self Management Education on the ability to provide education to diabetes millitus patients. There is a variable relationship between respondents and a history of having a family history of DM patients with knowledge before being given diabetes selfmanagement education, it was found a value of 0,000 and after being given diabetes self-management education it was found a value of Pvalue 0.009. There was a difference in Good Knowledge before being given diabetes self-management education as much as 44.2% and after being given diabetes self-management education as much as 71.2%, with a value of Pvalue 0.000. Based on the results of the estimated parameter test, the variable history of having a family of DM sufferers greatly influences the knowledge of students in providing education to DM sufferers with a value of 0.003. There are differences in knowledge Both before and after being given diabetes self-management education, this is obtained by having a family history of DM sufferers.Keywords: diabetes mellitus; knowledge; diabetes self management educationABSTRAKDiabetes Militus (DM) adalah penyakit kronik yang tidak menular dan salah satu menjadi masalah kesehatan utama masyarakat di dunia dengan peningkatan kasus baru yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Estimasi terakhir International Diabetes Federation (IDF), terdapat 382 juta jiwa yang hidup dengan diabetes melitus di dunia pada tahun 2013 dan tahun 2017 terdapat 451 juta jiwa dengan rentang usia 18-99 tahun. Angka ini di perkirakan meningkat menjadi 693 juta jiwa di tahun 2045, Untuk menganalisis pengetahuan mahasiswa STIKES RS Husada sebelum dan sesudah diberikan diabetes self management education dalam memberikan edukasi kepada pasien diabetes mellitus, Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan metode follow up dengan pendekatan desain One Group Pre – Post Test yaitu untuk melihat pengetahuan mahasiswa STIKES RS Husada sebelum dan sesudah diberikan Diabetes Self Management Education terhadap kemampuan dalam memberikan edukasi kepada pasien diabetes millitus. Terdapat hubungan variabel responden dengan riwayat memiliki keluarga penderita DM terhadap pengetahuan sebelum diberikan diabetes self management education ditemukan nilai Pvalue 0,000 dan sesudah diberikan diabetes self management education ditemukan nilai Pvalue 0,009. Terdapat perbedaan Pengetahuan Baik sebelum diberikan diabetes self management education sebanyak 44,2% dan sesudah diberikan diabetes self management education sebanyak 71,2%, dengan nilai Pvalue 0,000. Berdasarkan hasil uji Parameter Estimates variabel riwayat memiliki keluarga Penderita DM sangat berpengaruh terhadap pengetahuan mahasiswa dalam meberikan edukasi kepada penderita DM dengan Pvalue 0,003. Terdapat perbedaan Pengetahuan Baik sebelum dan sesudah diberikan diabetes self management education hal ini dipengaruhi oleh riwayat memiliki keluarga Penderita DM.Kata Kunci: diabetes melitus; pengetahuan; diabetes self management education
Relationship between Knowledge and Attitude about Prevention of Diabetes Mellitus Complications in Diabetes Mellitus Patients Henrianto Karolus Siregar; Khairunnisa Batubara; Hanna Ester Empraninta; Fatima Ura Pabanne
South East Asia Nursing Research Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.3.4.2021.153-159

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disorder characterized by hyperglycemia characterized by defects in insulin secretion, insulin action or both. Attitudes of patients regarding complications of diabetes mellitus need to be approached to patients who have diabetes mellitus. The number of people with Diabetes Mellitus in the world from year to year has increased, this is related to the increasing population, increasing life expectancy, urbanization which changes traditional lifestyles to modern lifestyles, obesity increases and physical activity decreases. Knowledge of patients with diabetes mellitus can be interpreted as the result of knowing from patients about their disease, understanding the disease, and understanding prevention, treatment and complications. This study aims to identify the relationship between knowledge and attitudes of patients with diabetes mellitus about complications of diabetes mellitus. This study is descriptive with 105 samples and data collection techniques using Convinience Sampling. Collecting data using a questionnaire that has been validated and reliability using the Cronbach alpha test. The results showed that the knowledge of diabetes mellitus patients about complications of diabetes mellitus was categorized as good as many as 83 respondents (79.0%). It can be used as a guideline for carrying out nursing care for patients with diabetes mellitus in order to realize the desired nursing goals and evaluations such as health workers are expected to further increase their role in providing health education about the prevention of complications of diabetes mellitus.
Pelatihan Kader Kesehatan dan Aplikasi Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Haris Haris; Fatima Ura Pabanne; Syamsiah Syamsiah
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.36654

Abstract

Kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang berperan dalam bidang kesehatan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan bersih. Pola hidup sehat merupakan upaya dalam menurunkan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).  Kader kesehatan juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk bisa menjalankan itu, kader kesehatan perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai faktor risiko penyakit tidak menular. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Metode. Tahapan kegiatan ini terdiri dari pertama: persiapan meliputi pembuatan modul, perizinan pelaksanaan kegiatan, skrening kesehatan, pertemuan awal dengan kader kesehatan, Tahap kedua: Pelaksanaan pelatihan, hari pertama pemberian modul dan penjelasan isi modul, dilakukan pretest dan posttest. Hari kedua dilakukan simulasi edukasi kesehatan dengan media flipchart. Tahap ketiga: aplikasi edukasi kesehatan kepada masyarakat  yang memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit tidak menular. Tahap ini dilakulan pengisian kuesioner tsebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan. Hasil.  Berdasarkan hasil kegiatan ini, untuk kegiatan pelatihan, rata-rata pengetahuan kader sebelum pelatihan adalah 56% dan meningkat menjadi 83,3% setelah pelatihan. Nilai rata-rata untuk simulai adalah 76,67 (baik). Untuk pengetahuan masyarakat dari 5 indikator yang nilai, 4 menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi oleh kader kesehatan, hanya 1 yang tidak menunjukkan perbedaan.Simpulan. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan dan adanya pengaruh edukasi yang diberikan kader kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat. Kedepannya kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan lagi dan bisa mendorong terbentuknya posbintu PTM di wilayah kegiatan ini.Kata kunci : Edukasi Kesehatan, Pelatihan Kader Kesehatan, Penyakit tidak menular
The Effectiveness of the Buerger Allen Exercise Intervention on Changes in Ankle Brachial Index Values in Diabetes Mellitus Patients: Literature Study Fatima Ura Pabanne
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1036

Abstract

Research is a literature study. In the strategy of looking for journals, the framework used is PICOT. The keywords used were "Buerger Allen exercise AND Ankle Brachial Index Value AND Diabetes Mellitus Patients". The data sources used are the e-resources database of the National Library, Pubmed and Google Scholar in the form of articles or journals. The inclusion criteria in this study were national and international journals from different databases and related to research variables, namely the Buerger Allen exercise and the Ankle Brachial Index Value in Diabetes Mellitus Patients and the article publication deadline within the last 5 years. (2016-2021). The exclusion criteria for this study were national and international journals from different databases and had nothing to do with research variables, no intervention was given, there was no effect of the Ankle Brachial Index Value in Diabetes Mellitus Patients and the time of publication of articles was more than 5 years. In search The article search used 3 databases, each found from National Library of Indonesia 219 search results, PubMed 458 search results and Google Scholar 1236 search results. After being disqualified regarding the year of publication, namely the last 5 years and selecting duplicate articles, 327 articles were obtained, and finally 6 articles that met the criteria. Of the 6 articles that have been reviewed and found, most patients with kidney failure experience changes in quality of life. Based on a literature review of 6 research journals, it can be concluded that the Buerger Allen exercise is effective in reducing changes in the value of the ankle brachial index in patients with diabetes mellitus..
ANALYSIS OF THE FACTORS THAT INFLUENCE HYPERTENSION INCIDENCE IN PENITENTIARY X KALIMANTAN Fendy Yesayas; Fatima Ura Pabanne; Donny Richard Mataputun
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1105

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease which is one of the main causes of premature death in the world. The purpose of this study The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle and the incidence of hypertension in Correctional Institutions (Lapas) Class IIA Tarakan City. Research design This research is a quantitative research. The type of research used in this research is descriptive analytic with a cross sectional approach. In this study, the dependent variable was the incidence of hypertension. The independent variables are physical activity, sleep patterns, family history of HT and history of hypertension. The confounding variables are Age, Gender, Last Education. The sampling technique used in this study was purposive sampling with a total sample of 50 samples. Collecting data using a questionnaire and the results of blood pressure measurements, then analyzed bivariate with the Kendall tau test and multivariate using logistic regression test. The results showed that there is no relationship between age and the incidence of hypertension (pvalue 0, 327), there is a significant relationship between family history and the incidence of hypertension (Pvalue 0.020), there is a significant relationship between history of hypertension and the incidence of hypertension (Pvalue 0.012, there was a relationship between physical activity and the incidence of hypertension (Pvalue 0.028), there was a significant relationship between sleep patterns and the incidence of hypertension (PValue 0.000), sufferers, history of hypertension, physical activity and sleep patterns on The incidence of hypertension (Pvalue <0.05). This research is expected to be a source of developing nursing knowledge related to independent nursing interventions.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum OAT pada Penderita TB Paru Yulia, Revi; Sakinah, Isnina Noor; Pabanne, Fatima Ura
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3464

Abstract

Tuberculosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Microbacterium tuberculosis, kuman bentuk batang, aerob dan tahan asam. TB paru merupakan penyebab kematian terbesar dalam kelompok penyakit infeksi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan TB paru adalah Mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman berentuk batang dengan panjang 1-4 mm dan tebal 0,3-0,6 mm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum OAT pada penderita TB paru. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 41 responden dengan penentuan sampel menggunakan teknik Accidental sampling. Instrumen yangdigunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat. Kuesioner dukungan keluarga memiliki nilai uji validitas 0,374dan uji reliabilitas menggunakan chronbach alpha dengan hasil r=0,97. Kepatuhan minum obat diukur dengan Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) dengan nilai validitas 0,374 dan reliabilitas 0,95. Hasil Uji statistik kendall’s tau-b didapatkan dukungan keluarga dengan pvalue=0,001 (<0.05) dan didapatkan nilai yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum OAT dengan pvalue=0,001 (<0,05). Simpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum OAT.
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Yulia, Revi; Pabanne, Fatima Ura
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5502

Abstract

Kepuasan pasien merupakan penilaian terhadap baik atau buruknya kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif pada 41 responden dengan penentuan sampel menggunakan teknik Accidental sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan. Hasil didapatkan responden sebagian besar dengan hasil sangat puas sebanyak 20 (48,8%) responden. Simpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan pasien sebagian besar pada kategori sangat puas maka dari itu pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien sudah baik dan sesuai dengan satndar pelayanan kesehatan.